Selasa, 19 Oktober 2010

IsTikharah Cinta-ku

Semuanya berawal dari kedua mata
Ketika aku hanya berani mencuri pandang
wajahmu disana
dengan pakaian rapat tak kaubiarkan auratmu terbuka
karena memang tak selayaknya bisa dipandangi
oleh sembarang mata


maka seiring perjalanan masa
kumulai beranikan diri untuk bertanya
tuk selanjutnya berbagi cerita
telah kukatakan kepadamu semenjak awal mula
bahwa aku adalah lelaki ibuku sepanjang masa
sebagai wujud bakti sebagaiman rasul telah bersabda
"ibumu,ibumu,ibumu!" begitulah dalam sebuah hadits yang pernah kubaca


"lalu ayahmu!" sebagai kelanjutan ucapan dari lidah yang mulia
sebuah jawaban darimu membuatku begitu lega
kau berkata bahwa lebih baik memiliki suami yang berbakti daripada yang durhaka


kau berkata bahwa lebih baik memiliki suami yang dermawan
daripada yang bakhil harta
dan kaupun berharap bahwa pendampingmu kelak bisa membuatmu bahagia


kau pernah berkata ingin segera menikah sebagai suatu rencana
bila kelak Allah mempertemukanmu dengan jodoh pilihan-Nya
agar mampu menjaga kemurnian dan kesucian niatmu
dalam mewujudkan berbagai cita
serta menjadikanmu lebih kuat kala cobaan dan ujian datang menerpa


karena akan ada seseorang yang insya Allah akan
mendampingi senantiasa
namun yang harus kau tahu adalah bahwa aku lelaki biasa


segala kelebihan dan kelemahan pastilah kupunya
senanglah hati ketika mengetahui dirimu rutin dalam sebuah tarbiyah


tidak seperti aku yang hanya pernah masuk madrasah
mulai ibtidaiyah, tsanawiyah namun tidak lanjut ke Aliyah

namun sekarang aku sudah lulus kuliah
saat ini pun aku sudah memiliki ma'isyah
teman-temanku berkata, bahwa sudah waktunya bagiku mencari 'aisyah
mungkin dengan simpanan yang ada cukuplah untuk sebuah walimah


tentu saja yang sedrehana dan bukan yang meriah
dan aku pun belum sanggup untuk menyediakanmu
sebuah rumah
karena itu kuberpikir untuk mengontrak dulu sajalah


Suatu ketika kau bertanya tentang Poligami
kujawab bahwa itu adalah ketentuan Ilahi
tentu saja aku menyetujui


lantas kau bertanya apakah aku akan
melakukannya suatu saat nanti
kujawab apa mungkin bila adil sebagai syarat
utama tak mapu kumiliki
Engkau tersenyum di mulut atw mungkin sampai ke hati


sambil mengakui bahwa dirimu belum bisa
menerima bila hal itu terjadi
dan dirimu juga tak bisa menyamai Saudah binti zam'ah istri sang Nabi
yang tulus ikhlas kepada 'aisyah dalam berbagi


Suatu ketika giliran aku bertanya tentang
kemampuan bertilawahmu
kau menjawab bisa walu tak mau dibandingkan
dengan para Qoriah
karena kau merasa masih banyak berbuat salah
dalam mengucap hukum tajwid dan huruf-huruf hijaiyah


Insya Allah kita kan bersama-sama belajar
bila kelak kita menikah
untuk mewujudkan keinginanmu agar bisa
menerangi setiap rumah
dengan alunan suara al-qur'an yang merupakan
ayat-ayat qauliyah


dari situ kita mungkin kita bisa membaca ayat-ayat kauniyah
untuk memastikan keyakinanku untuk menikah


kau pun mengundangku ketempat temanmu seorang murabbiyah
dan tak lupa kau undang aku tuk datang ke rumahmu
sebagai awal perkenalan dengan Bunda dan Ayahmu
dan sebuah titik temu tercapailah
ISTIKHARAH mencari jawaban tuk menggapai
alhub fillah wa lillah


Dalam doa kebersimpuh berpasrah
memohon datangnya jawaban kepada sang Pemberi Hidayah

Bila Jawaban Itu Masih Menggantung Dilangit
Maka Turunkanlah

Bila Jawaban Itu Masih Terpendam Di Perut Bumi

Maka Keluarkanlah
Bila Jawaban Itu Sulit Kuraih,
Maka Mudahkanlah

Bila Jawaban Itu Masih Jauh, maka Dekatkanlah

Sumber : Buku Istikharah Cinta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...