Minggu, 13 Februari 2011

[Sinopsis] Hotelier episode 4

Annyeonghaseyo Chingu,,,,.... Mian Sinopsis Hotelier episode 4 agak telat. Untuk seterusnya mungkin sinopsis Hotelier akan ditulis oleh saya sendiri coz Chingu Asri lagi konsen bwt sinopsis k-drama lainnya.... ^-^
Silahkan membaca dan mian jika masih banyak salah...






Begitu petugas layanan kamar pergi, leo mulai bertanya kepada dong hyuk tentang surat tersebut. “apakah wanita yang kita kenal di Las vegas?” tanya Leo “ya, jangan punya pikiran aneh” jawab dong hyuk yang sibuk dengan Hp-nya. “tapi kenapa dia, banyak wanita yang kau kenal di Las vegas?” tanya Leo “ketika aku membutuhkan nasehat, aku akan bertanya” ucap dong hyuk tegas. Leo langsung terdiam dan meminta maaf karena kelancangannya.
Sementara itu di kamar sebelah yong jae, yun hee dan teman2nya berpesta. Mereka merayakan ulang tahun yun hee. Leo yang kesal dengan keributan di kamar sebelah menelepon resepsionist. Yun hee masih tetap sedih mengingat apa yang telah terjadi hari ini terutama dengan sikap ayahnya, dia memutuskan ke balkon untuk menenangkan diri, Yong jae mengikutinya. Yong jae membuka pembicaraan dengan bertanya apa bintang,golongan darah dan film kesukaan yun hee. Yun hee menjawab seadanya. “apakah benar ayahmu yang memiliki hotel ini?” tanya yun hee “ya, sebenarnya dia baru saja meninggal” jawab yong jae. Yun hee mulai terbuka kepada yong jae “ibuku juga meninggal sewaktu aku masih kecil”ucap yun hee “ sungguh? Ketika ayahku masih hidup tidak banyak kasih sayang, kita saling tidak suka . tapi kini dia telah pergi aku sangat merindukannya. Kau juga?” tanya yong jae . Yun hee yang jengkel dengan ayahnya menyuruh yong jae untuk berhenti membicarakan ayahnya.
Teman yong jae menambahkan sesuatu ke dalam minuman yun hee dan eun ju. Yun hee dan eun ju yang tidak tahu apa2 meminum minuman tersebut.
Jin young mendapat marah dari tamu yang kehilangan pakaiannya. “memang semahal apa pakaiannya, beraninya memandang rendah orang, aku juga punya pikiran” umpat jin young yang jengkel. Begitu sampai di ruangan cuci, cleaning servis meminta maaf kepada jin young dan berkata jika akan mengganti pakaian tamu yang hilang dengan cara gajinya dipotong setiap bulan. Namun pada dasarnya jin young baik, dia meminta kepada ibu cleaning servis untuk tidak memikirkan hal itu lagi.
Petugas layanan kamar melaporkan kepada manager Han jika terjadi masalah. Sementara itu yun hee mulai merasa pusing dan memutuskan untuk pulang. Namun teman yong jae melarang yun hee pulang dan mulai bertindak kurang ajar kepada yun hee. Yong jae tidak tahu apa yang terjadi dengan yun hee karena dia sedang mandi untuk membersihkan kue ulang tahun yang menempel di tubuhnya.
Manager Han datang pada saat yang tepat. Dia menolong yun hee dan memukul teman yong jae. Yong jae yang baru saja selesai mandi heran dengan apa yang terjadi. “apa mereka temanmu? Nanti coba jelaskan padaku dan jangan kemana2 sampai aku kembali” ucap Manager han kepada yong jae . Yun hee tiba2 pingsan dan manager han menggendongnya. Begitu keluar dari kamar, yun hee membisikkan Sesutu kepada han “tolong jangan sampai ada yang tahu masalah ini” ucap yun hee.
“Apa yang terjadi?Apa yang kau lakukan kepada yun hee” tanya yong jae kepada temannya . Yong jae yang jengkel memukul temannya hingga terjatuh “jangan sentuh yun hee lagi, mengerti?” ucap yong jae yang sangat marah.
Manager han membawa yun hee ke kamarnya. “kamu yang bertugas malam ini?” tanya han kepada petugas layanan kamar “ya pak” “sampai kita tahu apa yang harus dilakukan, jangan beritahu siapapun. Ketika dia bangun tanya nama dan nomor teleponnya” tambah tae jun.
Jin young tertidur di ruang kerjanya. Dia sangat letih dengan rutinitasnya seharian sebagai manager, ditambah dengan omelan tamu yang kehilangan pakaiannya. Dia sampai2 tidak menghiraukan pesan yang diletakkan di mejanya dari dong hyuk yang mengajaknya bertemu di Loby hotel. Begitu terbangun dia melihat surat di mejanya. “Frank?” ucapnya lirih dan mencoba mengingat seseorang yang dikenalnya yang bernama Frank. “Ahhhh” ucap jin young dan menelepon ke Lobby apa dong hyuk masih berada di sana, namun resepsionist mengatakan jika dong hyuk baru saja pergi. Jin young kecewa dan terus memandangi surat dari dong hyuk. Jin young kembali menelepon dan menanyakan nomor kamar dong hyuk .
Jin young berlari tergesa2…. Baru saja dia ingin mengetuk pintu kamar dong hyuk, dia melirik jam tangannya. Dia memutuskan kembali ke hotel. Baru beberapa langkah berjalan jin young kembali lagi dan berdiri di depan pintu kamar dong hyuk. “how do you do? Anio,anio bukan begitu. How are you Mr. Shin…. Ah bukan. Jin young berlatih di depan pintu dong hyuk mengucapakan selamat atas kedatangannya di hotel Seoul, namun dia merasa kalimatnya selalu salah. “senang bertemu denganmu . selamat datang ke ……” kalimatnya terhenti. Dia mulai berpikir kalimat apa yang tepat “annyeonghaseyo, selamat datang” ucap jin young. “aku sangat senang” ucap dong hyuk dan tersenyum. Rupanya sudah dari tadi dong hyuk berdiri di belakang jin young mendengarkan semua ucapan jin young. “omo” ucap jin young kaget. “annyeonghaseyo, aku datang setelah menerima pesanmu tapi sudah terlambat. Jadi aku akan kembali besok. Kamu akan pergi ke suatu tempat?” ucap jin young “ya, seseorang membuatku terlambat satu jam” ucap dong hyuk dan tersenyum . “senang bertemu denganmu lagi” ucap dong hyuk dan mengulurkan tangannya kepada jin young. Han yang sedang patroli melihat hal tersebut dan memutuskan untuk pergi.
“apa yang terjadi?’ tanya Han begitu bertemu dengan yong jae di lapangan bulu tangkis “temanku menimbulkan masalah, mereka mabuk’ jawab yong jae “kau tahu hotel macam apa ini? Kau mau membuat citra hotel ini menjadi buruk dimana anak2 berpesta dan mabuk2an?” ucap han “araso,araso aku sudah dengar” jawab yong jae “kau tidak berubah selama 3 tahun” ucap han “ya, aku belum berubah sama sekali” jawab yong jae “ayahmu baru saja meninggal…..”
“jangan bicarakan ayahku, kau tidak perlu mengungkit keluargaku” teriak yong jae “ada apa denganmu?” tanya han “aku hanya menjalani hidupku, apa pedulimu?jika ini menimbulkan masalah suruh ibu memecatku” ucap yong jae dan berdiri “duduk” teriak han dan mendorong yong jae “dengar baik2, jika kau ingin hidup seperti yang kau inginkan, cari dulu pengalaman. Untuk berhasil disini sebaiknya kerja keras. Tidak ada gunanya menjadi anak pemilik hotel. Jika aku menjadi manager kepala kau selamanya menjadi bellboy atau seperti yang kau katakan kau akan dipecat sebelum itu. Ingat itu” ucap han menasehati yong jae kemudian pergi.
Dong hyuk menelepon Leo “manajer kepala yang baru bernama Han tae jun kan?, dapatkan informasi tentang dia, latar belakangnya, pendidikan dan keluarganya. Dan laporkan padaku besok” perintah Dong hyuk. “ahhhh, jam berapa ini?” ucap Leo begitu dong hyuk menutup telepon. Dia melihat jam tangannya ”astaga….jam 2 pagi, dia bahkan tidak tidur” keluh Leo dan melanjutkan kembali tidurnya. Sementara itu Dong hyuk berpikir bagaimana cara mengambil alih hotel Seoul.
Jam 7 pagi. Jenny mulai membersihkan rumah. Dia mulai memb3rsihkan karpet dengan vacuum cleaner. Jin young yang masih tidur merasa terganggu dengan keributan yang dibuat jenny. “Morning” ucap jenny begitu jin young keluar dari kamar “itu makanan!apa yang kau lakukan? Tanya jin young yang heran melihat begitu banyak makanan diatas meja dan mencicipinya “emmmm, masitta” ucap jin young . Aku buat ini dari bahan2 yang berada di dalam kulaks, tidak apa2?” tanya jenny. Jin young mengangguk ”kau membuat semua ini? Kau cukup hebat memasak” “gumawo, aku sangat suka memasak” jawab jenny malu2 “kau mau bekerja di dapur hotel kami?kau dapat belajar dan menghasilkan uang, aku tidak mengetahui tentang perangai koki Noh. Tapi kurasa dia baik. Tertarik?” tanya jin young antusias “benarkah?” tanya Jenny “ya, aku akan berbicara padanya hari ini”….
Jin young sampai di Hotel dan bergegas menuju kamar tae jun. Dia mulai mengetuk dan memencet bel kamar tae jun tapi tae jun tidak membukanya. Dia memutuskan membuka kamar tae jun. Betapa kagetnya jin young begitu mendapati yun hee sedang tidur di kamar tae jun . “siapa kamu?” Tanya yun hee . Jin young jadi salah tingkah dan mengira dirinya salah masuk kamar. Dia pun meminta maaf dan pergi. Di depan pintu kamar dia melihat nomor kamar “ini kamar yang benar”. “bagaimana kamu bisa masuk dalam kamar manager kepala?” tanya jin young begitu masuk kembali ke dalam kamar tae jun “aku tidak tahu” jawab yun hee…. Jin young yang mendengar jawaban yun hee jengkel dan pergi.
Jin young tergesa2 masuk ke dalam ruangan para manager, sampai2 dia tidak melihat ada orang di belakang pintu. Dia melihat tae jun sedang tidur di kursi. Jin young membanting tempat makan yang dibawanya hingga berkali2 sampai tae jun bangun. “apa ini?” tanya tae jun yang baru saja bangun dan melihat tempat makan yang dibawa jin young “sarapan yang dibuat jenny” jawab jin young sinis. Baru saja tae jun mau membuka tempat makan, jin young memukul tangan tae jun “siapa wanita itu? Yang tidur dikamarmu. Setelah apa yang kau alami tiga tahun lalu sekarang wanita lagi. Apa kau tidak takut dengan gunjingan orang?” tanya jin young yang tidak memberikan kesempatan kepada tae jun menjelaskan semuanya. Tae jun yang jengkel dengan sikap dan celotehan jin young pergi meninggalkannya dan membanting pintu.
Manager Oh melihat tae jun berbicara dengan petugas layanan kamar. “apa kau tidur nyenyak?” tanya tae jun kepada yun hee begitu sampai di kamarnya “ya, terima kasih untuk semuanya” jawab yun hee. Tae jun memberikan pakaian kepada yun hee “ ini untukmu, aku rasa kau memerlukannya” ….
Manager Oh melihat tae jun ke luar dari kamar dan mulai berpikir apa yang sedang dilakukan tae jun. manager lee yang melihatnya berkata “apa yang kau lakukan? Apa kau memata2i?”… “jaga bicaramu, kau tidak tahu apapun” ucap manager Oh…. Yun hee keluar dari kamar. Pembicaraan Manager Oh dan Manager Lee terhenti. “itu dia, itu image sesungguhnya dari tae jun. kau mengerti sekarang? Ucap manager Oh. Manager lee yang melihat Yun hee shock.
Dong hyuk memulai rutinitas di pagi hari dengan berlari. Sesampainya kembali di hotel , Leo sudah menunggunya. “dia lelaki yang tangkas. Aku telah bertanya pada beberapa karyawan. Cacat satu2nya , skandal tiga tahun yang lalu. Karena hal itu dia mengundurkan diri dari hotel ini. Kemanapun kau pergi wanita adalah masalahnya” ucap Leo. Kalimatnya yang terakhir seperti kalimat sindiran yang ditujukan kepada dong hyuk.
Yong jae sedang membawakan barang bawaan tamu dan tanpa sengaja dia bertemu dengan yun hee di escalator. Dia ingin mengejar yun hee namun tidak bisa. Yun hee berjalan keluar dari hotel. Pantulan sinar matahari mengenai matanya dan hal itu membuatnya tidak bisa melihat dengan jelas hingga dia menabrak dong hyuk.
Yun hee sampai di rumahnya dan bibi memberitahu jika ayahnya sangat marah karena dia tidak pulang semalaman. Hp Yun hee berbunyi dan yang menelepon adalah yong jae “oh kau, bellboy yang memberiku pesta ulang tahun yang paling buruk? Apa, meminta maaf? Kau dapat mengatakan maaf begitu mudah? Lupakan aku tidak memerlukan permintaan maafmu…. Jangan telepon lagi.
Jin young menemui kepala koki Noh dan meminta tolong agar jenny dapat bekerja di dapur. Dia memberikan makanan yang dimasak jenny untuk dicicipi kepala koki. Koki Noh menolak dan tidak ingin jika seorang wanita bekerja di dapurnya(mungkin Koki Noh takut kesalahan yang sama terulang lagi). Lihat episode 1
Radio jin young berbunyi, salah satu pegawai hotel mengabarkan jika tamu kehilangan barang lagi. “setelah para wanita ini membersihkan kamar aku tidak dapat menemukan cincin dan jam tanganku, jika mereka tidak mencurinya apa cincin dan jam tanganku memiliki kaki?” ucap tamu hotel itu. Jin young memberi isyarat kepada cleaning servis agar segera pergi. Jin young berusaha menjelaskan kepada tamu tersebut jika hotel akan mengusahakan yang terbaik dan menemukan barangnya yang hilang.
“pergi kemana lee son jung?” tanya jin young kepada cleaning servis begitu mereka keluar dari kamar tamu. Sementara itu manager Lee menangis karena merasa dikhianati oleh manager han”aku sudah menunggunya selama 3 tahun tapi ternyata penantianku sia2” ucap manager lee terisak2.

“Son jung si, apa yang kau lakukan disini?” teriak jin young “aku sedang membersihkan hidungku” jawab manager lee yang masih menangis “barang tamu hilang, mengapa kau disini dan menangis menyedihkan?” teriak jin young “apa, menyedihkan. Apa kau sudah selesai? Aku tidak bisa menahan ini lagi. Jika kau manager yang bertugas, maka tidak ada yang lebih tinggi darimu? Bahkan jika kau yang berpengalaman dan mendapatkan gelar lebih dahulu aku tetap seniormu….” Ucap manager Lee marah “jika kau adalah senior berlakulah seperti senior. Kau mengabaikan tugasmu dan lari dari masalah” ucap jin young sambil mendorong manager lee. Manager Lee yang tidak terima diperlakukan seperti itu melempar handuk yang berada di dekatnya kepada jin young. Perkelahian tak bisa dielakkan.
Cleaning servis yang masuk ke dalam ruangan mencoba melerai, tapi mereka tidak berhenti. Cleaning servis akhirnya pergi karena jengkel dengan sikap jin young dan lee yang kekanak2an.
Semua orang heran melihat jin young yang berantakan. Jin young hendak membuka pintu, dan kepalanya terbentur oleh pintu yang dibuka tiba2 oleh tae jun. “apa kau tidak apa2? Apa yang terjadi?” tanya tae jun khawatir “aku tidak apa2” jawab jin young. Tae jun meminta maaf kepada jin young karena tadi marah2. Tae jun menjelaskan yang terjadi semalam kepada jin young. “aku tidak perduli” jawab jin young dan pergi meninggalkan tae jun.
“jin young ada yang mencarimu” ucap teman jin young…. Seorang tamu hotel…
Jin young pergi menemui dong hyuk. “kau terlambat lagi” ucap dong hyuk. Dong hyuk mengajak jin young makan siang bersama. Ajakan dong hyuk ditolak jin young karena dia tidak bisa melakukannya pada waktu bertugas. Namun setelah dibujuk oleh dong hyuk, jin young akhirnya luluh juga. “baiklah, lagipula sekarang sudah waktunya makan siang”. Jin young mengajak dong hyuk ke warung makan bukan restoran.
Dong hyuk sedikit canggung. “weyo, kenapa kau tersenyum?” tanya jin young “hanya dengan memandangmu membuatku tersenyum” jawab dong hyuk “apa aku begitu lucu?” tanya jin young kemudian melihat wajahnya di cermin. Dong hyuk kembali tersenyum .
Jin young berjalan berdua bersama dong hyuk menuju hotel. “bukankah kerja hotel sulit? Kau menghadapi semuanya” tanya dong hyuk “tentu saja sulit. Tahu berapa yang harus dikeluarkan untuk kamarmu setiap hari? Jauh melebihi gaji bulanan kita. Menghadapi tamu seperti itu, kita bisa membeli makan siang 4 dolar. Kita tidak boleh menunjukkan perasaan tidak senang di depan tamu. Jika mereka memerlukan sesuatu kami berusaha untuk mendapatkannya. Tapi bukannya rasa terima kasih, kami sering mendapat keluhan. Tapi kami masih bangga dengan pekerjaan kami karena kami professional.” Jawab jin young “apa kau berpikir itu tak adil?” tanya dong hyuk “dulu, tapi sekarang sudah tidak. Mereka mempunyai kehiupan mereka. Tidak peduli betapa kayanya mereka, mereka tidak bisa membeli kebahagiaan yang kupunya” jawab jin young. Dong hyuk tersenyum dan hal itu membuat jin young malu2.
Dong hyuk duduk di balkon. Dia kembali memikirkan ucapan jin young tadi siang. “leo, menurutmu apa kebahagiaan itu?” tanya dong hyuk “punya banyak uang dan cukup makan. Kenapa kau bertanya seperti itu?” “tidak, hanya bertanya saja. Oh ya cari seseorang yang ingin bergabung dengan kita……..
BERSAMBUNG.............

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...