Minggu, 20 Februari 2011

[Sinopsis] Hotelier episode 7

Annyeonghaseyo chingu, dewi datang lagi dengan sinopsis hotelier episode 7.....
Di episode kali ini jin young mendapat kejutan kiriman bunga mawar sebanyak 300 tangkai (hahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh, 300 tangkai) dari dong hyuk. 300 tangkai bunga mawar, dong hyuk nggak asal berikan kepada jin young loch, tetapi ada makna dibalik angka 300....
Di episode kali ini juga Oppa BYJ menangis. Nggak kuat liat oppa Dong hyuk (BYJ) menangis, pengen ikut nangis juga....
Penasaran kan chingu, silahkan dibaca. ^__^



Yun hee sangat senang. Dia mengingat kejadian tadi sewaktu berbincang dengan han tae jun. “apakah kamu punya pacar?” tanya yun hee, tae jun tertawa. “mengapa kau bertanya hal seperti itu padaku?” tanya tae jun “karena aku tertarik padamu” jawab yun hee cuek “nona kim yun hee tertarik pada seorang han tae jun. aku takut aku sudah terlalu tua” jawab han. “guruku pernah berkata padaku “jika kamu menghindari bola yang datang padamu, kamu tidak akan dapat nilai. Koronika, jika kamu menghindari cinta yang akan datang ke arah kamu……….. ucapan yun hee terhenti “tidak perlu terlalu takut aku belum melempar bola kepadamu.ayahku 14 tahun lebih tua dari ibuku, tuan han tae jun berapa umurmu?aku 21”………
Di jalan dia bertemu dengan yong jae. “yun hee” panggil yong jae dari dalam mobil “oh, yong jae” jawab yun hee “apa yang kau lakukan disini, apakah ingin menemuiku?” tanya yong jae “ah, aku kesini bukan untukmu” jawab yun hee. Yong jae turun dari mobilnya “ini masih terlalu awal untuk makan siang”ucap yong jae sambil melirik jam tangannya “aku yakin kau belum makan, ada tempat makan yang bagus disekitar sini, ayo kita kesana” “aku baru menghabiskan semangkok bubur tiram, aku masih kenyang” jawab yun hee “kembalilah ke hotel” tambah yun hee “ikutlah denganku, bukankah kau ingin bertemu seseorang?” tanya yong jae “aku jalan sendiri saja” jawab yun hee “apakah kau ingin bertemu dengan seorang namja?” tanya yong jae “ya” jawab yun hee santai. Yong jae terlihat sedih “oh, aku mengerti. Apakah kau sudah mempertimbangkannya?” tanya yong jae lagi “pertimbangkan apa?” tanya yun hee “pertanyaan di malam lalu tentang apakah aku boleh mencintaimu?” jawab yong jae “oh, sejujurnya aku belum memikirkannya, tapi sepetinya kita tidak cocok” jawab yun hee “chua, aku mengerti. Tapi apapun yang kau lakukan aku tidak akan mengubah perasaanku padamu” ucap yong jae “yong jae, kau akan lelah jika terus seperti ini, aku tidak mempunyai perasaan apapun padamu” jawab yun hee “
kau masih muda, cinta bukanlah permainan. Ini bukan bisnis tentang debet dan kredit atau membuat neraca tetap seimbang atau mengejar keuntungan.aku tidak perduli apa yang orang lain katakan, aku akan melakukan sesuai keinginanku, termasuk orang yang kucintai.jangan berpikir untuk menghentikanku” ucap yong jae dan pergi. “yong jae” panggil yun hee “aku ingin bertemu dengan eun ju”. Yong jae melambaikan tangan dan naik ke mobil.yun hee memandangi mobil yong jae yang mulai menjauh.
Yun hee kembali ke kamarnya. disana sudah ada eun ju yang menunggunya dari tadi dan membawakan baju ganti untuknya. “apa kau kesini karena yong jae?” tanya eun ju “tidak” jawab yun hee “terus siapa? Apa pegawai hotel yang membukakan pintu kamarmu untukku (yang dimaksud eun ju adalah hyun chul)?” tanya eun ju lagi “GM” jawab yun hee “apa maksudmu paman yang datang menyelamatkanmu pada waktu ulang tahunmu, astaga dia sudah tua” ucap eun ju “dia masih sendiri, lagipula yong jae juga lebih tua dariku” jawab yun hee “kau pasti sakit, kau butuh banyak suntikan untuk menyembuhkan penyakitmu” ucap eun ju “benarkah?aku harap aku mati dengan penyakitku ini” jawab yun hee dan tertawa.
Jin young dan soon jung sibuk berdandan. “apa nona suh jin young disini?” tanya seorang pria yang datang dengan membawa karangan bunga mawar merah ditangannya “ya, aku disini?” jawab jin young yang masih sibuk berdandan “tolong tanda tangan disini” ucap pria itu “ada berapa mawar tangkai?” tanya soon jung “ada 300 tangkai”. Soon jung kaget begitupun dengan jin young yang tidak menduga akan mendapat kiriman bunga mawar merah. “namja yang kau kencani kemarin?apa dia yang mengirimkanmu bunga ini?” tanya soon jung. Jin young hanya tersenyum.
“annyeonghaseyo” sapa jin young “kau terlihat lebih baik hari ini” “bagaimana kau tahu aku disini?” tanya dong hyuk “kau tamu hotel kami, aku selalu bisa mengetahui keberadaanmu. Aku datang untuk mengembalikan ini” jawab jin young yang membawa pakaian dong hyuk yang telah selesai dicuci “terima kasih, taruh saja disitu” jawab dong hyuk yang sedang asyik bermain billyard “apa kau tahu bermain billyard?” tanya dong hyuk “aku tidak tahu” jawab jin young “apa yang kau ketahui selain yang berhubungan dengan hotel?” tanya dong hyuk. jin young berpikir “sebenarnya tidak ada….” Jawab jin young “ngomong2 tentang bunga yang kau kirim” ucap jin young “kau suka layanan kamar yang kukirimkan kepadamu kedua kalinya?” tanya dong hyuk “ya, aku sudah menerimanya, komapsumnida.tapi aku….. tolong jangan kirimkan lagi apapun kepadaku. Tidak baik jika aku menerima hadiah dari tamu hotel dan dilihat teman2ku” jawab jin young “araseyo, aku akan mengirimkannya ke rumahmu lain kali” ucap dong hyuk “tapi kau membuatku merasa tidak nyaman, harusnya kami yang memberikanmu layanan kamar” ucap jin young “apa aku juga tamumu sewaktu di las vegas, jika aku membuatmu tidak nyaman aku akan pindah ke hotel lain” jawab dong hyuk dan berhenti bermain billyard. “nanun….. maaf aku harus kembali bekerja” jawab jin young dan pergi .
baru beberapa langkah jin young berjalan, ding hyuk memanggilnya. “suh jin young” panggil dong hyuk “baik ini bisnis atau kesenangan aku selalu memilih targetku dengan hati2, walau aku tidak tahu apa yang akan terjadi itu tidak penting karena aku baru memulainya” ucap dong hyuk. Jin young terdiam dan berlalu pergi.
Suh jin young berlari ke atap “ayo sadar suh jin young, dia mungkin mengetesmu” lirih suh jin young. “aku bisa gila” tambah jin young dan mulai berjalan mondar mandir. Jin young bingung dengan apa yang sudah terjadi dan sikap dong hyuk yang mulai terang2an menunjukkan rasa suka kepadanya. Begitupun dengan dong hyuk yang bingung dengan apa yang sudah dikatakannya. Di dalam hatinya yang terdalam diam2 dia mulai mencintai jin young. Cinta yang tulus yang belum pernah dirasakannya sebelumnya.
“Bos, aku mencarimu daritadi, rupanya kau disini.aku sudah bertanya mengenai harga saham di pasaran dan kita sudah bisa membelinya. Bos apa kau sehat?” Tanya leo yang melihat dong hyuk bersandar di pinggir meja billyard . “aku tidak ingin berbicara bisnis hari ini” jawab dong hyuk dan pergi.
Yong jae berlari menuju lobby hotel. Di Lobby telah duduk yun hee yang sudah lama menunggunya. “ada apa kau mencariku?” Tanya yong jae senang “boleh aku minta bantuanmu, aku ingin bekerja di hotel ini” jawab yun hee “apa yang kau katakan?” Tanya yong jae “sejujurnya aku lari dari rumah, aku butuh uang untuk bertahan.itulah sebabnya aku ingin bekerja disini” jawab yun hee . yong jae terdiam “ada apa?” Tanya yun hee “anio, tunggu aku sebentar.aku akan mengurusnya untukmu” jawab yong jae dan berlari menemui ibunya.
“omma” teriak yong jae “ada apa?” Tanya yong jae. Yong jae memohon kepada ibunya agar yun hee dapat bekerja di hotel. “aku tidak dapat mengambil keputusan ini sendirian” jawab nyonya choi.
“presiden apa anda mencari saya?” Tanya tae jun begitu sampai di ruangan nyonya choi. “duduklah” ucap nyonya choi “yong jae memohon padaku agar temannya bisa bekerja di hotel ini, bagaimana pendapatmu? Aku menghormati keputusanmu” “apa dia teman baikmu?dan apa kau berkewajiban membantunya?” Tanya han tae jun “ya” jawab yong jae “choa, tapi ada syaratnya. Kau juga harus kembali bekerja di hotel ini dan tidak boleh datang terlambat lagi. Jika kau melanggar persyaratan ini kau dan temanmu akan dipecat” ucap tae jun “baiklah, aku menyetujuinya” jawab yong jae dengan wajah kusutnya. “bawa temanmu ke kantorku” tambah han.
“masuk” ucap yong jae kepada yun hee “perkenalkan ini temanku” ucap yong jae kepada tae jun. Tae jun kaget melihat yun hee. “annyeonghaseyo, aku kim yun hee, mohon bimbingannya” ucap yun hee dan tersenyum begitupun dengan tae jun yang tidak mengira jika teman yang dimaksud yong jae adalah yun hee.
Han tae jun mengajak yun hee berkeliling melihat hotel dan tentu saja diikuti yong jae. Tae jun mulai menjelaskan tentang tata letak hotel dan dibagian mana yun hee bekerja. “kamu akan menerima masa percobaan selama 6 bulan dan akan menjalani pelatihan selama 3 minggu.” Ucap han tae jun
Koki Noh memeriksa setiap ruangan di dapur. Dia melihat jenny masih asyik bekerja membersihkan peralatan dapur dan mengepel dengan earphone di telinganya.
Yong jae berlari dengan cepat. Tanpa sengaja dia menabrak jenny yang membawa kardus yang berisi saos tomat. “mianhae” teriak yong jae dan terus berlari. “jam 9 tepat, aku tidak terlambat kan?” ucap yong jae begitu sampai di lobby hotel dan bertemu dengan tae jun. “ya benar, kau tidak terlambat. Akan tetapi kau tidak terlihat siap untuk menerima tamu. Cuci wajahmu dan rapikan rambutmu. Waktu lebih dihabiskan untuk marah2 akan dicatat dan dihitung sebagai telat kerja.datang 10-20 menit lebih awal besok” jawab han tae jun dan pergi meninggalkan yong jae.
“apa yang kau pikirkan?kenapa kau tidak memegang erat2 kardusnya” teriak Koki Noh “mungkin kau hanya berpikir ini hanya sebotol saus, tapi kau harus tahu kelakuanmu membuat masalah. Jika kardus ini milikmu apa kau akan seceroboh itu?” “mianhae” jawab jenny dan terus saja menunduk. “sekali lagi kau buat kesalahan aku akan memecatmu. Cepat ambil saos tomat yang lain” ucap Koki Noh. “supervisor lee jangan suruh dia bermain air lagi” ucap koki noh “nanti tangannya menjadi kasar” tambah koki Noh. Supervisor lee tersenyum, rupanya diam2 koki Noh sangat mengkhawatirkan jenny.
Yun hee mulai diajari cara menata piring dan garpu sebagai alat perlengkapan makan oleh manager Yu. “baiklah kita mulai sekarang apa ingatanmu masih baik untuk mengingat yang sudah kuajarkan padamu” ucap manager Yu. Yun hee mulai mempraktekkan apa yang sudah diajarkan kepadanya namun dia masih melakukan kesalahan “kau jangan berpikir akan diperlakukan secara istimewa karena koneksimu dengan GM.aku masih bisa memecatmu jika kau tidak sesuai dengan persayaratan. Apa kau mengerti?” ucap manager Yu “aku tidak pernah berpikir mengharapkan pekerjaan yang mudah” jawab yun hee “hati2 dengan nada bicaramu” ucap manager yu “ya, agashamita” jawab yun hee.
Yong jae mengintip ke dalam ruangan penyimpanan makanan dan mencari jenny. “apa kau dimarahi kepala koki karena aku?” Tanya yong jae “mianhaeta” tambah yong jae . jenny tidak memperdulikan semua ucapan yong jae dan terus focus menyusun botol saus ke dalam kardus. “biar aku bantu” ucap yong jae melihat jenny yang telah selesai menyusun botol saus. “taruh botolnya lagi dan pergilah” ucap jenny “aku tidak ingat dengan wajahmu.apa kau baru disini?” Tanya yong jae “aku juga tidak pernah melihatmu, apa kau juga baru?”ini terakhir kali aku memberitahumu, taruh kotaknya sekarang juga, jika botolnya pecah lagi aku akan dipecat. Apa kau akan bertanggung jawab?” ucap jenny dan merebut botol saus dari tangan yong jae. Yong jae hanya tersenyum melihat sikap jenny, sementara itu jenny berjalan keluar dari kamar penyimpanan. Karena masih marah dengan sikap yong jae, jenny lupa jika yong jae masih berada dalam ruang penyimpanan dan tanpa sengaja menutup pintunya. “hey, buka pintunya” teriak yong jae. Padahal disampingnya ada tombol untuk membuka pintu.
“yomseo,ya tuan. Kolam renang akan dibuka jam 7 malam. Oh baiklah” ucap jin young. Jin young bertugas di bagian recepsionist dan mendapat telepon dari tamu hotel yang menanyakan tentang kedalaman dan temperature kolam renang. “ada apa?” Tanya han tae jun “oh, tidak seorang tamu yang menelepon dan menanyakan kondisi kolam renang” jawab jin young dan pergi “jangan terlalu dekat dengan air” teriak han tae jun (wah, kira2 kenapa ya???)
Jin young pergi ke kolam renang hotel dan disana sudah ada dong hyuk yang sedang asyik berenang. Dong hyuk mengagetkan jin young dengan muncul tiba2 dari dalam kolam renang. “maaf, aku mengagetkanmu” ucap dong hyuk tertawa“ah tidak apa2” jawab jin young. Dong hyuk naik ke atas “apa kau tahu kenapa aku berikan kau 300 tangkai mawar?” Tanya dong hyuk “coba tebak,aku berikan petunjuknya. ini ada hubungannya dengan yang terjadi di Las vegas” tambah dong hyuk . jin young mulai berpikir “las vegas, 300 mawar…………… aku tidak pandai dalam permainan tebakan, bisa kau beritahu jawabannya” ucap jin young .dong hyuk tertawa(aku paling suka kalau oppa tertawa sambil mandangin unnie jin young) “nama dari restorannya 300 mawar, itu tempat pertama kali aku melihatmu” jawab dong hyuk “ah, tempat yang menyajikan steak dan pelayanan yang payah dan pelayan yang membuat scrafku menjadi kotor” ucap jin young “tapi, aku tidak akan pernah melupakan restoran itu. Karena……… disanalah pertama kali aku melihatmu” ucap dong hyuk (arrrgggggggggggghhhhhhhh, oppa hal sekecil itupun kau mengingatnya) “itulah kenapa kau berikan aku 300 mawar?” tanya jin young malu2 “aku beruntung, jika restorannya bernama 10.000 mawar, aku akan dalam masalah besar” ucap dong hyuk. Jin young tertawa dan dong hyuk terus menatapnya “aku harap bisa mengunjungi 300 mawar lagi denganmu” ucap dong hyuk. Jin young terdiam “aku harus kembali ke hotel, silahkan lanjutkan latihannya”
“bisa kau pergi denganku?” Tanya dong hyuk “sangat menyenangkan bisa mengunjungi las vegas lagi” jawab jin young “pergi denganku” ucap dong hyuk “aku tidak tahu” jawab jin young dan pergi. Karena tidak hati2 jin young terpeleset dan jatuh ke kolam renang. Dong hyuk dengan sigapnya menyelamatkan jin young. (Oh, rupanya jin young tidak tahu berenang, itulah alasan kenapa tae jun mengingatkannya agar tidakmendekati kolam renang)….
“apa diluar hujan?” Tanya soon jung yang melihat jin young basah kuyup “anio” jawab jin young “lalu kenapa kau basah?” Tanya soon jung lagi “aku terjatuh ke kolam renang” jawab jin young “apa yang kau lakukan di dekat kolam renang, bukannya kau tidak bisa berenang?sangat aneh, kau juga berdandan sangat rapi” Tanya soon jung “ya, memang aneh. Aku ceroboh makanya aku jatuh” jawab jin young ketus.
Dong hyuk menyuruh leo memeriksa jadwal pertemuan hari ini namun Leo tidak mendengar semua ucapan dong hyuk dan malah sibuk melihat mesin fax. “apa itu?” Tanya dong hyuk yang melihat kertas yang dipegang Leo. “Bos, mereka menemukan orang yang anda cari” jawab leo dan memberikan kertas yang dipegangnya pada dong hyuk. “batalkan semua pertemuan hari ini” ucap dong hyuk.
Dong hyuk dan leo mulai mencari pria yang ada di kertas. Dong hyuk terus memandangi wajah pria dalam kertas tersebut. “mereka bilang tidak ada orang yang bernama Shin jang hae” ucap Leo begitu meraka sampai di tempat yang dituju (Donghae , sebuah tempat penangkapan ikan yang letaknya di luar kota) “alamatnya memang benar tapi dia sudah tidak tinggal disana lagi, aku diberitahu jika tuan shin sekarang menjadi gelandangan yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Dia sering berada di toko Jae, kita bisa kesana dan melihatnya” tambah Leo. Dong hyuk tidak menyia2kan kesempatan yang ada, dia dan Leo bergegas ke toko yang dimaksud Leo.
“selamat datang, oh kita ada tamu dari luar kota. Silahkan duduk, apa yang ingin kau pesan?” ucap pemilik toko begitu dong hyuk masuk. “apa saja” jawab dong hyuk dan matanya tertuju pada pria tua yang sedang makan. “ahjussi, anda ingin minum denganku?” panggil dong hyuk . Dong hyuk mulai bertanya tentang kehidupan paman itu “apa kau punya rokok dan korek api?” tanya ahjussi itu . dong hyuk dengan cekatan memberikan rokok dan korek dari dalam sakunya
“hidupku hanya kuhabiskan tanpa tahu arah dan tujuan” jawab ahjussi yang tidak lain adalah tuan shin yang dicari2 dong hyuk. “apa anda mempunyai anak?” Tanya dong hyuk “ya, dulu aku mempunyai seorang anak. Setelah istriku meninggal aku mengirim putraku ke luar negeri untuk belajar” jawab tuan shin “apa? Kau mengirim anakmu ke luar negeri untuk belajar, bukannya kau menyuruh orang untuk mengadopsinya” potong pemilik toko yang ikut bicara. “kau tidak tahu apa2, jangan banyak bicara” ucap tuan shin. Dong hyuk tidak memperdulikan perkataan pemilik toko dan kembali bertanya “apa, kau mengirim juga putrimu keluar negeri?” Tanya dong hyuk. “tentu saja, dengan begitu mereka tidak akan kelaparan” jawab tuan shin “apa, selama ini kau merindukan putra putrimu?” Tanya dong hyuk lagi “untuk apa merindukan mereka lagipula mereka pasti sudah bahagia” jawab tuan shin “tapi, mereka darah dagingmu, ayah yang sudah membuang anak2nya bukankah seharusnya ada penyesalan dan rasa bersalah di dalam hatinya?”ucap dong hyuk “itu sudah takdir, yang bisa kulakukan sekarang hanya mencoba melupakan, jangan membicarakan topic ini lagi, ayo kita minum” jawab tuan shin. “ikatan antara orang tua dan anak apa bisa dilupakan semudah itu? Melewati kehidupan dengan membenci orang tua, apa kau bisa rasakan sakitnya?” Tanya dong hyuk dengan mata berkaca2.
“jika aku bisa beritahukan kepadamu jika anakmu hanya tahu belajar dan bekerja terus seperti orang gila, tidak bisa membuka hatinya untuk orang lain. Hidupnya penuh kekosongan dan tidak pernah merasakan kebahagiaan, apa kau masih mengatakan bahwa itu topic yang membosankan?”teriak dong hyuk. tuan shin terdiam begitupun dengan pemilik toko “aku hanya ingin melihat bagaimana kau menghadapinya, hanya itu. Aku rasa kita mungkin tidak dapat bertemu lagi” tambah dong hyuk dan meninggalkan amplop yang berisi uang untuk tuan Shin kemudian pergi. Tuan shin mengejarnya “tunggu sebentar anak muda, apa kau………….. “ayo jalan” ucap dong hyuk kepada leo dan masuk ke dalam mobil. “tunggu, bisa kita bicara sebentar” panggil tuan shin dari luar mobil sambil mengetuk kaca jendela mobil. “cepat!jalankan mobilnya!” teriak dong hyuk.
“tunggu” teriak tuan shin dan berlari di samping mobil dong hyuk yang mulai berjalan cepat. Tuan Shin memandangi mobil dong hyuk yang mulai menghilang dan mulai menangis. Dia tidak memperdulikan dirinya yang tidak memakai sepatu dan uang pemberian dong hyuk karena mengejar mobil dong hyuk.
Dong hyuk juga merasakan hal yang sama. Air matanya mulai jatuh menetes tak terbendung. Selama ini dia sangat ingin menemui tuan shin tetapi kebencian di dalam hatinya yang begitu besar menghalanginya untuk menemui tuan shin. Tuan Shin adalah ayah kandung dong hyuk yang dengan sengaja membiarkan orang lain untuk mengadopsi dirinya dan juga adiknya dan entah dimana sekarang keberadaannya. Selama 21 tahun dong hyuk terus berada di Las vegas dan mencoba untuk melupakan Korea, tempat dimana dia dilahirkan. Hingga akhirnya ada pekerjaan dari Tuan Park untuknya yang mengharuskannya kembali ke korea. Semula dong hyuk menolak tetapi karena rasa cintanya kepada jin young yang begitu besar dia memutuskan kembali ke korea dan membuang semua rasa egonya.
Tuan Shin terus memandangi korek api pemberian dong hyuk. Dong hyuk juga melakukan hal yang sama memandangi foto ayahnya,kemudian merobeknya dan membiarkannya terbang di udara bersama dengan semua kenangan menyakitkan yang dialaminya.
Dong hyuk mengambil hpnya dan mengirim sms kepada jin young “Nona suh, aku ada di pinggir pantai sekarang……………..”
Nyonya choi hendak pulang. Di jalan dia berhenti dan memandangi pohon sakura. Ingatannya melayang saat suaminya masih ada “kau ingat, ini pohon yang kita tanam bersama sewaktu fondasi hotel dipasang” ucap direktur choi “ya, pohon sakura” jawab nyonya choi “aku harap hotel ini bisa terus bersemi seperti halnya dengan pohon yang kita tanam terus tumbuh hingga seratus tahun lagi”…….
“presiden” panggil jin young yang membuyarkan lamunan nyonya choi. “anda sudah selesai kerja? Aku ingin mengajakmu makan bersama di kantin” “oh, baiklah sudah lama aku tidak kesana” jawab nyonya choi. “ada apa presiden?kau terlihat tidak sehat” Tanya jin young begitu mereka sampai di kantin “selama ini ada kita berdua, tiba2 satu orang menghilang sungguh kesepian.
Jika tahu begini aku tidak akan terlalu mencintainya. Akan menyenangkan jika aku punya putri sepertimu” ucap nyonya choi “maaf, akhir2 ini aku jarang menemanimu” jawab jin young “bagaimana dengan yong jae?” Tanya nyonya choi “dia berperilaku baik akhir2 ini dan bekerja keras” jawab jin young “benarkah? Dia sungguh mendengarkan tae jun” ucap nyonya choi. Radio pemanggil jin young berbunyi “manager suh,ada masalah salah satu karyawan kita bertengkar dengan tamu”.
“yong jae, minta maaf pada tamu” ucap soon jung “aku tidak mau minta maaf, aku tidak salah” jawab yong jae “bellboy sepertimu, sebaiknya jangan bertingkah” ucap tamu tersebut “aku tidak bertingkah justru kau yang kurang ajar menyuruhku melepaskan sepatumu. Apa kau pikir aku ini pelayanmu. orang sepertimu tidak cocok jadi tamu hotel kami” jawab yong jae.”presiden” ucap soon jung yang melihat jin young datang bersama nyonya choi “yong jae, apa yang kau lakukan” ucap nyonya choi “oh, jadi kau presidennya. Kau datang tepat waktu, bagaimana kau mengatur para staffmu sehingga mereka bersifat kurang ajar”ucap tamu tersebut. “aku meminta maaf atas namanya” jawab nyonya choi “aku tidak mau, aku ingin dia yang meminta maaf padaku. Ayo kesini” teriak tamu tersebut dan hendak memukul yong jae . Nyonya choi yang berusaha melerai terjatuh dan hal itu membuat yong jae menjadi marah. “apa sekarang, apa kau takut?ayo kesini tampar aku” ucap tamu tersebut menantang. Tiba2 sebuah tamparan mendarat di pipinya. “ok, aku sudah menamparmu…. Jadi apa?” teriak jin young dengan nada suara yang dibuat2 padahal sebenarnya dia takut karena tanpa sengaja telah menampar tamu tersebut “ya, ampun. Staff hotel menampar tamu” ucap tamu tersebut dan memandangi jin young “apa? Kau sebut dirimu tamu? Tamu seharusnya berperilaku seperti tamu” teriak jin young “kau” ucap tamu tersebut dan ingin memukul jin young.
BERSAMBUNG.........

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...