Sabtu, 05 Maret 2011

[Sinopsis] Hotelier episode 8


Han Tae Jun bergegas menuju kamar tamu setelah mendengar kabar perkelahian antara yong jae dan tamu. “apa yang terjadi? Aku dengar bahwa seseorang menampar tamu” Tanya tae jun kepada son jung dan jin young. Jin young tertunduk lemas dan mulai berbicara “aku yang menampar tamu” jawab jin young merasa bersalah “nona suh jin young apa itu masuk akal?” tanya tae jun . son jung ikut nimbrung “aku setuju bahwa ini tidak masuk akal” “itu karena salah tamu yang mabuk dan tidak bisa diurus” potong jin young “jadi kau menamparnya?” Tanya tae jun “dia begitu cepat, sebelum kami bereaksi dia sudah menamparnya” tambah son jung yang berusaha menyalahkan jin young agar terlihat jelek di mata tae jun “pria itu mendorong presiden duluan, mana mungkin aku hanya diam dan menonton” jawab jin young berusaha membela diri dan tidak memperdulikan ucapan son jung “sifatmu terlalu kekanak2an” teriak tae jun “anda benar GM, aku sendiri berpikiran yang sama” tambah son jung lagi. “Manager Suh selalu seperti……..” “kau diam!” teriak jin young dan tae jun bersamaan.
Hal itu membuat son jung kaget dan meninggalkan mereka berdua dengan mata yang mulai berkaca2. Tae jun dan jin young tidak memperdulikan son jung dan bergegas ke kamar tamu.
“aku minta maaf tuan telah membuat anda tersinggung” ucap nyonya choi “kau tidak perlu berkata apa2 lagi, panggil polisi sekarang!!! Jika tidak aku yang akan melakukannya” teriak tamu tersebut dan mulai mengangkat gagang telepon. Tae jun datang pada saat yang tepat “saya GM hotel ini, saya yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi di hotel ini, tolong maafkan kami. Kami akan mengganti semua kerugian anda”.tamu tersebut tidak mau mendengar permintaan maaf dan bersikeras melaporkan apa yang terjadi padanya kepada polisi.
“tolong maafkan kami. Aku memang presiden yang tidak berguna. Kami sudah berbuat kesalahan kepada tamu hotel kami, aku tidak tahu bagaimana harus meminta maaf pada anda. Bisa anda maafkan kami, aku mohon untuk sekali ini saja, kami akan bekerja lebih keras dan tidak mengulang kesalahan yang sama” ucap nyonya choi dan berlutut di hadapan tamu tersebut “untuk apa ini?bangun!” perintah tamu tersebut “saya akan tetap berlutut sampai anda memaafkan kami” jawab nyonya choi kemudian menyuruh jin young dan tae jun untuk keluar.
Tae jun dan jin young sedih melihat nyonya choi berlutut di depan tamu. Mereka hanya bisa berdiri di depan pintu kamar dan menunggu sampai nyonya choi keluar. “tidak apa2 sekarang, silahkan lanjutkan pekerjaan kalian” ucap nyonya choi begitu keluar dari kamar tamu. Nyonya choi berjalan perlahan2 diikuti jin young dibelakangnya. Air matanya mulai menetes, entah apa yang dipikirkannya. Mungkin saja dia merasa bersalah kepada alm suaminya karena tidak mampu menjadi presiden yang baik untuk hotel yang dipimpinnya atau mungkin karena gagal mendidik yong jae menjadi anak yang bisa dibanggakan.
Sementara itu tae jun mulai menasehati yong jae atas semua kesalahan yang sudah dilakukannya yang menyebabkan ibunya harus berlutut di hadapan tamu. “kenapa aku harus melakukannya? Apa aku harus menjual harga diriku di depan tamu?” teriak yong jae “aku beritahu kau, ibumu….. presiden berlutut di depan tamu selama satu jam agar bisa dimaafkan” jawab tae jun “kenapa ibuku harus berlutut di depan pria itu?” Tanya yong jae yang masih merasa tidak bersalah “demi egomu yang tinggi. Walau kau harus berlutut selama semalam penuh itu tidak akan pernah cukup” jawab tae jun. yong jae terdiam “kenapa ibuku harus berlutut di hadapan pria tersebut? Apa hotel ini begitu penting? Tutup saja hotel ini” teriak yong jae “jangan bicara omong kosong choi yong jae, kita mempunyai 1200 pegawai, kau pikir mereka akan kemana. Siapa tamu hotel ini? Diluar hotel mereka bukan siapa2, tapi saat mereka berada disini adalah tugas kita untuk membuat mereka merasa nyaman dan bahagia. Saat kita membuat mereka bahagia kita sendiri juga merasa bahagia. Itulah tugas kita sebagai HOTELIER” ucap tae jun tegas dan meninggalkan yong jae agar bisa merenungi kesalahannya.
Nyonya Choi dan Jin young berdiri di balkon hotel. Jin young tidak berhenti meminta maaf kepada nyonya choi atas semua yang telah terjadi. “aku menyesal. Aku rela mendapat hukuman apapun” ucap jin young tertunduk dan menangis “itu bukan masalah besar, hanya masalah berlutut. Aku presiden dari hotel ini. Saat staffku membuat masalah adalah tugasku untuk melindungi mereka. Jika berlutut bisa memecahkan masalah aku akan sering2 berlutut. Sebenarnya diam2 aku sangat senang kau menamparnya” jawab nyonya choi berusaha menghibur jin young. Jin young tertawa mendengar ucapan nyonya choi dan mulai menghapus air mata di wajahnya.
Yun hee berlatih sendirian cara menyiapkan makanan kepada tamu dan hal itu tidak sengaja dilihat oleh tae jun. “kau sudah daritadi disini?” Tanya yun hee senang “ya, aku sudah melihat kau berlatih daritadi” jawab tae jun. tae jun mulai mengajari yun hee hal2 yang tidak diketahuinya dan hal itu membuat yun hee sangat senang. Yong jae yang mencari yun hee kemana2 melihat keakraban diantara yun hee dan tae jun. hal itu membuatnya semakin jengkel.
Karena yun hee berlatih dengan giat, tae jun mentraktirnya minum “tolong berikan satu gelas lagi” ucap yun hee kepada tae jun “apa kau baik2 saja?cukup untuk hari ini” ucap tae jun “tidak apa satu gelas lagi” jawab yun hee dan mulai tersedak. “lihat kan” ucap tae jun “tidak apa2” jawab yun hee “ayo kita pergi sekarang” ajak tae jun “aku tidak mau, aku ingin mendengar tentang las vegas” pinta yun hee dengan gayanya yang khas. Tae jun mulai bercerita tentang kejadian yang dialaminya sewaktu di las vegas kepada yun hee. Yun hee asyik mendengarkan cerita tae jun, tiba2 tae jun berhenti bercerita dan mengagetkan yun hee. “apa yang terjadi selanjutnya?” Tanya yun hee “cegukanmu berhenti” jawab tae jun dan tertawa.
Tae jun mengantar yun hee pulang “aku berharap kita minum sampai pagi” ucap yun hee “itu tidak baik jika dilihat karyawan hotel yang lain” jawab tae jun “kenapa kau terus menjaga jarak denganku?” Tanya yun hee “apa kau takut akan jatuh cinta kepadaku?atau kau sudah jatuh cinta kepadaku” tambah yun hee “nona kim yun hee anda sudah melewati batas” ucap tae jun “tolong jangan bersikap seperti ini tuan han tae jun, aku tidak ingin diperlakukan seperti anak kecil” jawab yun hee “aku ingin kau memanggilku dengan sebutan GM” ucap tae jun “ini bukan jam kerja lagi. Aku sudah pingsan 2 kali di depanmu dan banyak perubahan yang terjadi padaku selama bekerja di hotel ini. Di hotel ini aku bisa berbaur dengan banyak orang dan untuk pertama kalinya juga aku bisa tertawa lepas” jawab yun hee “tidak perduli apa yang akan terjadi dimasa depan, aku tidak ingin melewatkan kesempatan ini. Aku juga tidak ingin kehilangan orang yang sudah memberiku kesempatan ini” tambah yun hee. Tae jun terdiam mendengar ucapan yun hee “selamat malam” ucap yun hee dan mulai berjalan pergi meninggalkan tae jun.
“manager Lee son jung” panggil manager oh yang melihat son jung masuk ke ruangan manager. “ada apa?” Tanya son jung ketus “kau mau pergi denganku minum2?” tanya manager Oh(sepertinya manager Oh ingin mengorek beberapa informasi dari manager lee). Son jung tertawa “biar aku beritahu kau Oh hyeong man, aku bukan gadis yang gampang diajak pergi apalagi pergi minum, aku punya prinsip. Lagipula aku juga benci dengan pria yang mengingatkanku pada hyena. Apa kau mengerti?” “tidak heran sampai sekarang kau belum menikah” ledek manager Oh yang merasa tersinggung. Manager son jung tertawa sinis dan balik mengejek “hyena” “penguin” jawab manager Oh. (hehehehe, nggak siang nggak malam manager Oh dan manager son jung bertengkar terus. Aku harap mereka berjodoh chingudeul)………..
“apa yang terjadi?” tanya jin young begitu sampai di bar hotel “tamu yang mengirimkan anda mawar tidak ingin pergi dan kami tidak bisa tutup sebelum dia pergi” “baiklah aku akan bicara padanya” jawab jin young . “dimana, tidak ada siapa2 disini” tanya jin young “dia diatas”. Jin young melihat ke atas dan terkejut karena dong hyuk sudah berdiri di pinggir tangga sambil tersenyum dan menatapnya. Jin young malu2 dan bergegas naik.
“apa kabar anda tuan?kelihatannya anda sudah cukup mabuk” tanya jin young “silahkan duduk” ucap dong hyuk “itu…… ini jam kerja saya sekarang dan anda tahu staff hotel kami sedang menunggu anda, mohon anda mengerti” jawab jin young “maksud anda, anda tak bisa minum disini?” tanya dong hyuk “ya” jawab jin young “kalau begitu mari kita pergi” ajak dong hyuk. Jin young mengikuti kemana dong hyuk mengajaknya, dia tidak mengetahui jika saat ini dong hyuk sedang bersedih dan yang diinginkannya saat ini adalah kehadiran jin young disisinya.
“apa anda baik2 saja?” tanya jin young yang melihat dong hyuk berjalan sempoyongan karena terlalu banyak minum. “tidak benar2 baik, nona suh bisa anda mengantar saya ke kamar?” ucap dong hyuk. jin young tertawa “aku pergi ke Dong hae hari ini” ucap dong hyuk “chongmal?pemandangan disana sangat indah, apa kau kesana karena pekerjaan?” tanya jin young penasaran. “aku menelepon anda ketika di pantai tetapi anda tidak menjawabnya, aku juga mengirimi anda sms” ucap dong hyuk “aku sangat sibuk hari ini, aku belum melihatnya sama sekali, aku akan membacanya begitu kembali nanti” jawab jin young malu2. “tapi apa yang anda tulis?” tanya jin young lagi. Dong hyuk terdiam sejenak dan mulai berbicara (Dari: Shin Dong Hyuk Untuk: Suh Jin Young) “isi pesannya?” tanya jin young semakin penasaran “isinya…….. didekasikan untuk belahan jiwaku” jawab dong hyuk . jin young terdiam, tiba2 radionya berbunyi dan yang memanggil adalah tae jun yang menanyakan keberadaannya “aku sedang berpatroli di villa diamond” jawab jin young “villa diamond?” tanya dong hyuk begitu jin young selesai berbicara dengan tae jun “ya, itu disana. Villa hotel kami yang paling mahal” jawab jin young “bolehkah saya melihatnya?” tanya dong hyuk
Jin young mengajak dong hyuk melihat2 villa diamond dari luar. “ boleh aku masuk ke dalam?” tanya dong hyuk “itu…. Ada aturannya. Tapi, peraturan dibuat untuk dilanggar” jawab jin young sambil tertawa. Begitu mereka masuk, jin young mulai menjelaskan tata letak dan jumlah kamar dari villa diamond. Dong hyuk tidak mendengar semua ucapan jin young malah asyik memperhatikan jin young dan mendengar alunan music yang sedang diputar. Dong hyuk mengulurkan tangannya kepada jin young “ini music yang bagus untuk berdansa” ucap dong hyuk “tapi tuan, aku tidak bisa……” “bolehkah anda tidak memanggil saya dengan sebutan tuan” ucap dong hyuk “tapi anda tamu hotel kami…… lalu saya harus memanggil anda dengan sebutan apa?” tanya jin young.dong hyuk mulai berjalan perlahan2 mendekati jin young “Shin Dong Hyuk…. Panggil aku dong hyuk” jin young menjadi serba salah dan mulai mengucapkan nama dong hyuk perlahan2 “dong hyuk”.

Dong hyuk mulai mengajak jin young berdansa. Jin young menjadi malu, karena ini pertama kalinya ia berdansa dengan seorang namja. “mengapa saya harus berdansa dengan anda?apa untuk 300 mawar?” tanya jin young “bukan untuk 300 mawar, tapi untuk orang yang mengirimi anda mawar” jawab dong hyuk “mengapa anda sangat yakin?” tanya jin young lagi “karena saya hanya menyukai wanita seperti nona suh jin young” “anda tidak mungkin menyukai wanita seperti saya, yang sangat ceroboh dan juga bodoh” “salah….. saya ingin hidup bersama dengan nona suh jin young.
Radio jin young lagi2 berbunyi “manager suh, sekarang saya berada di depan villa diamond, dimana kau?” ucap tae jun. Dong hyuk dan jin young berhenti berdansa “terima kasih nona jin young, saya berharap kita bisa bertemu lagi ditempat yang tidak ada gangguan jadi saya bisa terus bersama anda. Itu isi dari sms saya”
Tae jun tiba2 masuk “suh jin young, apa yang anda lakukan disini?” tanya tae jun “saya meminta nona suh mengantar saya kesini untuk melihat2, aku suka tempat ini dan mungkin akan pindah kesini” jawab dong hyuk yang berdiri di belakang jin young.
Ekspresi muka tae jun langsung berubah begitu melihat dong hyuk sedang bersama jin young. “apa anda GM di hotel ini, perkenalkan saya Shin Dong Hyuk” “ya, saya sudah tahu tentang anda. Maaf sudah menyebabkan ketidaknyamanan pada anda” jawab tae jun “tidak apa2, manager suh terima kasih sudah mengantarku berjalan2” ucap dong hyuk dan pergi. Begitu dong hyuk pergi, tae jun mulai marah2 kepada jin young karena dengan sengaja membawa dong hyuk ke villa diamond. Tae jun juga mulai mengungkit tentang 300 mawar yang diberikan dong hyuk kepadanya.
Jin young yang tidak terima dengan ucapan tae jun gantian marah. “diam” teriak tae jun. jin young shock mendengar tae jun yang berteriak di depannya “jadi, ini alasan anda datang mencari saya, apa anda tidak mempunyai sesuatu yang bisa dikerjakan daripada memarahiku” teriak jin young “aku kesini membawakanmu makanan, aku berpikir mungkin anda lapar” jawab tae jun dan menyerahkan kantongan yang dari tadi dipegangnya kepada jin young.
Tae jun dan jin young sama2 tidak bisa tidur. Disatu sisi tae jun merasa bersalah karena sudah memarahi jin young, disatu sisi juga dia marah karena melihat jin young dan dong hyuk semakin dekat. Jin young juga merasakan hal yang sama karena sudah berteriak dan marah kepada tae jun.
Tae jun dan jin young sibuk mondar mandir dan terus melihat ke arah telepon. Mereka pun mengangkat gagang telepon bersamaan. Jin young menelepon hp tae jun sementara tae jun menelepon nomor rumah jin young. “yomseo” jawab jin young dan tae jun bersamaan mendengar hp dan telepon mereka berbunyi. Tae jun dan jin young jadi salah tingkah dan jin young menutup hpnya begitupun dengan tae jun yang menutup teleponnya. “jadi? Mengapa kau menelpon saya, apa mau meminta maaf?” tanya jin young ketus dan mereka pun mulai terlibat pertengkaran di telepon. Tae jun lagi2 melakukan kesalahan dengan menutup telepon duluan. Jin young menelepon balik namun tae jun masih tetap saja marah dan kembali mematikan telepon. Jin young kesal dengan sikap tae jun yang seenaknya saja.
Telepon rumah jin young kembali berbunyi dan dia mengira yang menelpon adalah tae jun “apa lagi” teriak jin young “ada apa?” tanya dong hyuk heran. Jin young meminta maaf kepada dong hyuk karena sudah berteriak2 di telepon. sementara itu tae jun menelepon hp jin young namun sibuk terus (hehehehehe, lagi asyik neleponan dengan dong hyuk)….
Tae jun pun memutuskan untuk tidur setelah mencoba beberapa kali menghubungi jin young. Jin young dan dong hyuk juga melakukan hal yang sama begitu mereka selesai menelepon.
Yong jae menjemput yun hee dan menawarkan diri untuk mengantarnya ke hotel. Yun hee menolak namun yong jae terus memaksa dan yun hee pun akhirnya luluh. Tanpa mereka berdua sadari orang suruhan tuan Park diam2 mengikuti mereka dan melaporkan hal tersebut kepada tuan Park. Tuan park marah besar dan mengira yun hee dan namja (yong jae) tinggal bersama.
Hari ini adalah hari pertama yun hee bekerja. Manager yu meminta kepada mi hee salah satu pegawai hotel untuk mengantarkan yun hee ke dapur dan mengenalkannya kepada para staff di dapur. Jenny dan supervisor lee sedang sibuk membicarakan kejutan pesta ulang tahun untuk manager suh jin young saat yun hee dan mi hee datang. Supervisor lee mengajak yun hee ke ulang tahun jin young. Yun hee hanya tersenyum.
Sementara yun hee sibuk menghapal tata letak alat makan, yong jae datang dan mulai membuat konsentrasi yun hee buyar. Yong jae berkata kepada yun hee jika hyung tae jun sudah memiliki seseorang yang dia suka dan bekerja di hotel ini juga. “kenapa kau beritahu aku hal ini?” tanya yun hee “karena aku pikir kau tertarik pada hyung” jawab yong jae “ya, memang benar aku menyukainya. Aku akan tetap menyukainya dan mengikuti kata hatiku, kita tidak akan tahu apa yang terjadi di akhir jika kita belum menjalaninya” jawab yun hee santai.
Yong jae bingung dengan cara apa lagi dia berusaha meyakinkan yun hee kalau dia sangat mencintainya. Yong jae bergumam sendiri “aku tidak akan menunggu, tapi aku tidak akan mengubah pikiranku”……………
BERSAMBUNG............ ^____^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...