Minggu, 27 Maret 2011

[Sinopsis] Hotelier episode 11


Episode 11 : Antara kesalahpahaman dan Kebenaran


Yun-hee hanya duduk terdiam di kamar begitu sampai di rumah. Yun-hee masih shock dengan kejadian yang baru saja dialaminya. Tuan Park masuk ke kamar Yun-hee dan mulai marah karena Yun-hee bekerja sebagai pelayan di hotel Seoul. “apa kamu tidak punya otak, kamu mau mempermalukan keluarga kita ah…… tinggal di rumah dan jangan kemana-mana. Yun-hee berusaha melawan namun Tuan Park tidak membiarkannya berbicara dan pergi meninggalkan Yun-hee agar merenungi kesalahan yang telah diperbuatnya.
Dong-hyuk bersiap-siap berangkat bersama Leo. Para cleaning servis yang memang mempunyai hoby gossip terus memandangi Dong-hyuk dan bergumam “Pria 300 mawar, Oh dia begitu tampan”.
Leo tidak sengaja menjatuhkan dokumen dan menyenggol tempat sampah dan tanpa disadarinya salah satu dokumen terjatuh dan tercampur dengan sampah.
Cleaning servis masuk ke dalam kamar Dong-hyuk dan mulai membersihkan. Salah satu cleaning servis tanpa sengaja menemukan dokumen yang tercampur dengan tumpukan sampah “apa ini, kenapa ada nama hotel kita”.
Jin-young sedang tertidur karena kecapean dengan masalah semalam. Temannya membangunkannya dan memberitahunya saatnya pergantian shift dan Jin-young bisa pulang. “apa, kau sudah menyiapkan ruang rapat jam 08.00 nanti?” tanya Yun-jung “astaga” ucap Jin-young dan bergegas pergi.
Jin-young tidak berhenti meminta maaf kepada Dong-hyuk dan para kliennya karena menyebabkan mereka menunggu lama. “tidak apa-apa” ucap Dong-hyuk dan memberikan senyum termanis untuk Jin-young.
Tae-jun bergegas ke kantor para Manager begitu mendapat kabar tentang temuan mencurigakan di kamar salah satu tamu (Dong-hyuk). “apa anda yakin?” tanya Tae-jun “ya, saya sangat yakin, dia pria 300 mawar” jawab Salah satu cleaning servis. Tae-jun mulai memeriksa hasil temuan dan membaca judul yang tertera di dokumen tersebut “M&A SCENARIO SEOUL”. Tae-jun mulai membuka lembaran demi lembaran dan melihat nama “FRANK (SHIN DONG HYUK).
“Tolong rahasiakan hal ini pada siapapun untuk sementara waktu” ucap Tae-jun terlihat cemas “ya GM, aku akan menjaga mulutku ini” “tolong taruh ini di kantorku” perintah Tae-jun dan menyerahkan dokumen kepada Hyun Chul. Hyun-chul tidak sengaja bertabrakan dengan Manager Oh di depan pintu dan menjatuhkan dokumen yang dipegangnya. Hyun-chul dengan cepat memungutnya dan menyembunyikannya “apa itu?” tanya Manager Oh curiga.
Tae-jun baru saja hendak naik lift untuk mencari Jin-young namun dicegat oleh Hyun-chul “GM, Manager Oh membawa pergi dokumen, maafkan saya” ucap Hyun-chul “apa?” ucap Tae-jun kaget “saya baru ingat, beberapa hari yang lalu saya melihat Direktur Kim mengunjungi villa Sapphire (salah satu tempat di Hotel Seoul,tempat dimana Dong-hyuk menginap sekarang) “apakah kamu yakin?” tanya Tae-jun “ya, saya yakin” jawab Hyun-chul.
Tae-jun akhirnya menemukan Jin-young yang sedang mengobrol dengan Dong-hyuk. “kalau anda butuh sesuatu, anda tinggal katakan pada petugas kami” ucap Jin-young dan pergi menemui Tae-jun.
“ada apa?” tanya Jin-young yang masih lelah “ini merupakan pertanyaan penting, jawablah dengan jujur, saya ingin bertanya tentang Shin Dong-hyuk, bagaimana kamu bisa mengenalnya?” tanya tae-jun “bukankah kamu bilang tidak akan mengganggu kehidupan pribadiku, aku bertemu dengannya ketika kamu meninggalkanku di padang pasir” jawab Jin-young cuek dan terus berjalan “lalu apa dia tahu kalau kamu berkerja di hotel Seoul?” tanya Tae-jun lagi “ya, aku menceritakannya” jawab Jin-young “Jin-young apa kau tahu pekerjaannya?” “dia seorang M&A” jawab Jin-young “Jin-young apa kau tahu…..” namun ucapan Tae-jun terputus karena pintu lift telah tebuka. Tae-jun ikut masuk bersama Jin-young dan ingin melanjutkan ucapannya. Jin-young meminta kepada Dong-hyuk untuk tidak mengganggu lagi atau bertanya tentang urusan pribadinya karena Tae-jun juga tidak ingin memberitahu tentang Yun-hee kepadanya.
Seon-jung ikut masuk ke dalam lift ketika lift terbuka dan mulai menyindir Jin-young tentang kedekatannya dengan Dong-hyuk. Jin-young yang jengkel dengan ulah Seon-jung cepat-cepat keluar dari Lift begitu lift terbuka. Tae-jun mengikutinya dan tetap ingin memberitahukan Jin-young siapa sebenarnya Dong-hyuk. Namun Son-jung memberitahunya kalau Pimpinan ingin segera bertemu.
Tae-jun menemui Nyonya Choi dan tentu saja manager Oh telah berada disana dan lebih dahulu memberitahukan kepada Nyonya Choi tentang temuan cleaning servis. “saya sudah mendengar dari Manager Oh tentang tamu kita dari villa sapphire, dia dikirim kesini oleh Tuan Kim Bok Man?” tanya Nyonya Choi “ya” jawab tae-jun “kamu mengetahui hal ini tapi tidak memberitahukannya kepada kami” ucap Manager Oh berusaha memanas-manasi situasi “Han tae-jun aku benar-benar tidak mengerti kenapa kamu tidak melaporkan hal itu dan juga kedekatan Manager Suh dengannya” ucap Nyonya Choi “maaf presiden, aku ingin melaporkannya setelah menyelidikinya lebih lanjut dan Manager Suh sudah pulang” ucap tae-jun “hal ini mengenai kelangsungan hotel, bagaimana kamu bisa menunda-nunda memberitahuku dan aku sudah menyuruh Manager Suh kemari” ucap Nyonya Choi “.
Jin-young menggerutu terus kepada asisten Nyonya Choi selama perjalanan ke kantor Nyonya Choi. “aku bekerja sepanjang hari dilanjut dengan shift malam, aku sangat lelah sekarang”.
Jin-young masuk ke ruang kerja Nyonya Choi “Pimpinan kamu mencari saya?” tanya Jin-young tersenyum dan langsung terdiam melihat wajah semuanya tegang. “Manager Suh aku akan langsung ke titik permasalahan,apakah kamu tahu tamu yang tinggal di villa Sapphire Tuan Shin Dong-hyuk?” tanya Nyonya Choi serius. Jin-young tidak menjawab “Pimpinan bertanya apa kamu tahu tentang Shin Dong-hyuk?” tanya Manager Oh lagi dengan nada yang lebih serius “ya, saya….” Jawab Jin-young namun ucapannya dipotong Nyonya Choi “apa hubungan antara kamu berdua?Manager Suh ini adalah hal yang penting harap kamu menjawabnya” tanya Nyonya Choi lagi. Jin-young melihat ke arah tae-jun yang terdiam dan mengira kalau Tae-jun sudah mengadu macam-macam kepada Nyonya Choi apalagi tae-jun tadi sempat bertanya tentang Dong-hyuk padanya. “saya tahu, saya seorang Manager hotel dan terlibat hubungan dengan tamu hotel bukan contoh yang baik untuk staff lainnya, maafkan saya, namun ini adalah urusan pribadi saya, dengan kata lain hotel tidak berhak mengetahui urusan saya” ucap Jin-young
“omong kosong, kamu tidak tahu kalau dia sedang berencana menghancurkan hotel kita dan kamu sudah membantunya” ucap Manager Oh “apa maksudmu?” tanya Jin-young tidak mengerti “jangan berpura-pura, apa kamu pikir dengan memasang wajah polos kamu bisa mengelabui kami” teriak Manager Oh “aku tidak mengerti maksudmu Manager Oh” ucap Jin-young “Shin Dong-hyuk dia adalah suruhan Tuan Kim pemilik Han Gan Trading yang akan menghancurkan hotel ini dan kamu berhubungan dengannya”tambah Manager Oh “Manager Oh, aku tidak mengerti sama sekali dengan maksudmu” ucap Jin-young dengan mata berkaca-kaca “Nona Suh, apa kamu tahu pekerjaannya?” tanya Nyonya Choi “ya, dia adalah seorang M&A” jawab Jin-young “dan expertizenya adalah merger dan akuisisi hotel, kamu masih belum mengerti?” tambah Nyonya Choi “tidak, ini tidak mungkin benar, dia tidak akan berbohong kepadaku” ucap Jin-young tidak percaya “kamu pasti sudah dibutakan oleh cinta” ucap Nyonya Choi “dia bukan orang semacam itu” bela Jin-young “kenapa kamu menjadi seperti ini, dia akan menghancurkan hotel kita” ucap Nyonya Choi. Jin-young terdiam dan tidak percaya dengan apa yang didengarnya dan meminta izin untuk pergi.
Jin-young mendatangi kamar Dong-hyuk untuk meminta penjelasan tentang apa yang terjadi. Lelah yang tadi dirasakannya tiba-tiba hilang dan berganti dengan kemarahan dan kesedihan. Jin-young berdiri di depan pintu kamar Dong-hyuk dan mulai mengingat semua hal yang terjadi dengan dirinya dan Dong-hyuk mulai dari pertemuan pertama mereka di padang pasir, pertanyaan Dong-hyuk tentang pekerjaannya.
Dong-hyuk sedang menerima telepon dari temannya. Bel berbunyi, Dong-hyuk menyuruh Leo membuka pintu. Jin-young tanpa memberi salam langsung masuk dan melontarkan pertanyaan kepada Dong-hyuk “apa itu benar, kamu kesini untuk merebut hotel kami?” tanya Jin-young. Dong-hyuk terdiam”aku akan meneleponmu nanti” ucap Dong-hyuk dan menutup telepon. “darimana kamu mendengar kabar itu?” tanya Dong-hyuk “jawab saja ya atau tidak, apa direktur Kim yang menyuruhmu?jawab Jin-young. Dong-hyuk terdiam “mari kita duduk dan bicara” ucap Dong-hyuk. Jin-young melihat kertas yang sedang dipegang Dong-hyuk dan segera merebutnya. Jin-young mulai membuka lembaran demi lembaran gambar hotel Seoul dan bagian dalamnya “jadi, ini benar, kamu telah memanfaatkanku” tanya Jin-young “Nona Suh, tolong dengarkan aku” ucap Dong-hyuk namun Jin-young malah melemparkan kertas yang dipegangnya ke arah Dong-hyuk
“kamu tahu saya bekerja di Hotel Seoul dan kamu memanfaatkan saya demi semua rencanamu, mengapa harus saya?apa saya terlalu mudah untuk dibodohi atau kamu menganggap saya dapat disogok dengan semua barang pemberianmu yang mahal?kamu pasti sekarang sangat senang.aku tidak tahu semuanya dan saya pikir saya benar-benar bisa jatuh cinta” teriak Jin-young dan mulai menangis “saya tulus mencintaimu” ucap Dong-hyuk “M&A seperti kamu, bahkan kebohonganmu begitu menyentuh, saya tidak mengerti mengapa saya,saya merasa seperti orang bodoh sekarang” ucap Jin-young “saya ingin memberitahumu kebenarannya” ucap Dong-hyuk dan ingin memeluk Jin-young “jangan sentuh saya, dan berikan ini pada gadis yang bisa melakukan apa saja untukmu” ucap Jin-young dan mengembalikan kalung pemberian Dong-hyuk kemudian pergi.
Dong-hyuk tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah kepergian Jin-young. Dong-hyuk memungut kalung yang diberikannya kepada Jin-young dan merobek kertas yang berisi gambar hotel Seoul yang dilemparkan Jin-young padanya.
Manager Oh sangat senang dan berkata kepada cleaning servis akan merekomendasikan mereka dan Manager Lee kepada Nyonya Choi. Manager lee yang kebetulan berada disitu marah “apa maksudmu pujian?teman sedang dalam kesulitan kalian malah senang” ucap Manager Lee (walaupun sering bertengkar dengan Jin-young terutama masalah memperebutkan Tae-jun, diam-diam Son-jung juga perduli terhadap Jin-young). “Manager Lee, hotel kita dalam masalah dan Jin-young adalah mata-mata, kenapa kamu masih membelanya?” ucap Manager Oh “baiklah lakukan apa yang kamu inginkan” ucap Manager Lee kesal dan pergi.
Tae-jun bertemu dengan Manager Lee dan bertanya keberadaan Jin-young. “dia dari villa sapphire tadi, kalau dia sedang marah dia biasanya ada diatas” ucap Manager Lee dan maksud dari diatas adalah Balkon.
Tae-jun sampai di Balkon dan melihat Jin-young sedang duduk. Tae-jun perlahan-lahan mulai mendekati Jin-young dan duduk disampingnya. “kenapa kamu tidak memberitahuku sebelumnya, sebelum Manager Oh dan Nyonya Choi mengetahuinya?” tanya Jin-young “aku sudah berusaha memberitahumu, tapi kamu terus menghindar” jawab tae-jun “kamu harusnya menghentikanku, apa kamu senang melihat aku malu, apa kamu senang melihat aku ditipu” ucap Jin-young “tidak, aku hanya takut kamu terluka, mengapa aku harus senang melihatmu seperti ini” jawab tae-jun “pergi” ucap Jin-young “kamu ingin aku pergi?” tanya Tae-jun “ya, kamu sama saja,bagaimana aku bisa bekerja setelah masalah ini, pergi” teriak Jin-young.
Tae-jun akhirnya mengikuti kemauan Jin-young. “Jin-young kamu seperti orang bodoh” teriak tae-jun namun Jin-young dengan cepat menutup telinganya dan tidak ingin mendengar apapun dari tae-jun. Jin-young mulai menangis.
Dong-hyuk datang ke lobby dan bertanya kepada resepsionist keberadaan Jin-young. “dia sedang tidak bertugas sekarang”. Dong-hyuk melihat radio pemanggil dan mulai memanggil nama Jin-young. “anda tidak bisa melakukan ini” ucap Hyun-chul yang kebetulan berada di tempat itu.”kenapa kamu menyentuhku” ucap Dong-hyuk marah dan memelintir tangan Hyun-chul.
Tae-jun tiba-tiba muncul dan mengajak Dong-hyuk bicara empat mata.
Tae-jun : ini jam kerja saya sekarang, tapi saya ingin berbicara dengan kamu sebagai orang biasa (Tae-jun melepas papan namanya). Sudah cukup Tuan Shin Dong-hyuk meskipun uang dan bisnis yang penting, kamu tidak bisa melakukan hal ini pada Jin-young, dia adalah seorang gadis yang lugu dan sederhana, jika kamu menginginkan Hotel Seoul sebaiknya berhadapan langsung denganku
Dong-hyuk :apakah kamu kira Hotel adalah tujuan saya, saya sangat penasaran Tuan Han Tae-jun, bagaimana kamu bisa mengetahui tentang latar belakang dan pekerjaan saya?ini pertama kalinya dalam hidupku melihat sebuah hotel yang ingin tahu banyak tentang tamunya.
Tae-jun : jadi, apakah demi Jin-young? Saya tidak perlu melakukan apapun untuk mencari tahu tentang anda Tuan Shin Dong-hyuk
Dong-hyuk: jadi, kamu tahu kartu apa yang sedang saya pegang
Tae-jun :kecuali dalam hatimu
Dong-hyuk:kamu tinggal di Las vegas sebelumnya kan?kamu harus tahu aku tidak akan menyerah.
Tae-jun :mungkin bagimu ini hanya permainan kecil, tapi bagiku Hotel ini adalah kehidupan 1200 staff, kamu hanya bisa mempermainkan perasaan wanita, tapi bagi saya…..
Dong-hyuk : apakah kamu mengatakan wanita juga bagian dari permainan ini?saya tidak tertarik untuk membahas kehidupan para staffmu, saya disini untuk menang.apakah Nona Suh Jin-young juga bagian dari taruhan ini?jika kamu ingin bertarung denganku sebaiknya kamu bersiap-siap.
Jin-young duduk terdiam di ruang ganti. Semua orang memperhatikannya namun Jin-young terlihat sama sekali tak perduli. Mi-hee datang dan mulai mencari masalah dengan Jin-young dengan menuduhnya bekerjasama dengan Dong-hyuk. Jin-young hanya terdiam. Manager Lee tiba-tiba datang dan mulai memarahi Mi-hee yang mengganggu Jin-young. “pergi” ucap Son-jung. Son-jung duduk disamping Jin-young dan menanyakan keadaannya “apa kamu baik-baik saja?” tanya Son-jung “senior, apa kamu bisa membelikanku minum?” tanya Jin-young.
Tuan park melihat buku yang terletak di meja Yun-hee dan semuanya tentang hotel. Begitu Yun-hee masuk, Tuan Park mulai bertanya kenapa Yun-hee mempelajari tentang perhotelan. “aku yang akan menggantikan ayah daripada ayah memberikannya kepada orang lain,jika ayah mengizinkanku bekerja kembali di hotel aku akan mengurus semua bisnismu” “hentikan omong kosongmu, dan jangan lupa dengan janji makan malam kita” ucap Tuan Park.
Dong-hyuk mendatangi apartemen Jin-young dan menelepon ke rumahnya namun tidak ada yang mengangkat. “apa kamu mencari unnie Jin-young?aku tinggal bersama unnie” tanya Jenny yang muncul tiba-tiba “aku Shin Dong-hyuk” “aku tahu, kamu berada di rumah pada hari ulang tahun Unnie, kamu memberikannya kalung mahal” ucap Jenny “ya, saya mencari Jin-young namun dia tidak ada, apa kamu tahu dimana dia?” “saya tidak bisa memberitahukanmu” ucap Jenny ketus “kenapa?” tanya Dong-hyuk “karena saya tidak mau, hanya itu jawabanku, selamat tinggal”ucap Jenny dan meninggalkan Dong-hyuk sendirian.
Son-jung dan Jin-young minum-minum bersama. Mereka saling mengibur karena mereka sama-sama terluka oleh cinta. Jin-young yang terluka karena sudah menunggu Tae-jun selama 3 tahun dan juga dibohongi oleh Dong-hyuk yang mulai dicintainya sementara Son-jung yang tidak pernah merasakan pacaran dan cintanya tidak pernah berbalas oleh Tae-jun.
Dong-hyuk terus menunggu Jin-young di depan apartemennya. Leo menelepon dan mengabarkan kalau dia punya janji makan malam dengan Tuan Park.
Dong-hyuk sampai di restoran tempat janjiannya dengan Tuan Park. Dong-hyuk tersenyum melihat Yun-hee. “oh, ayah keluar sebentar, dia sudah menunggumu daritadi” ucap Yun-hee “kamu telihat sangat ceria sejak terakhir kali kita bertemu” ucap Dong-hyuk “anda juga, terlihat begitu lelah, pasti anda bekerja sangat keras” ucap Yun-hee. Yun-hee mulai akrab dengan Dong-hyuk dan bercerita kalau dia sekarang bekerja di sebuah hotel. “hotel?” tanya Dong-hyuk “ya, hotel Seoul meskipun hanya sementara tetapi saya sangat senang, saya berharap bisa terus bekerja disana dan belajar banyak hal tetapi ayah melarangku, jadi saya boleh meminta bantuanmu?” tanya Yun-hee “katakan” ucap Dong-hyuk “ayah tidak akan mendengarkanku, tapi dia pasti akan mendengarkanmu” ucap Yun-hee “apakah ada seseorang yang kamu cintai di hotel?” tanya Dong-hyuk “ya, bagaimana kamu tahu” jawab Yun-hee sedikit terkejut “aku bisa melihat dari tatapan matamu” ucap Dong-hyuk.
Ucapan Dong-hyuk terhenti karena Tuan Park sudah kembali. Tuan Park mulai menanyakan tentang Hotel Seoul dan bercerita kalau Yun-hee sangat tertarik dengan bisnis perhotelan dan ingin mengirimnya ke luar negeri. Dong-hyuk menyetujui usul Tuan park namun lebih baik jika Yun-hee belajar dasar-dasarnya dari Hotel Seoul terlebih dahulu.
Yun-hee sangat berterima kasih pada Dong-hyuk dan mengatakan bagaimana cara membayar semua kebaikan Dong-hyuk. “300 mawar” ucap Dong-hyuk dan tersenyum.
Dong-hyuk tidak bisa tertidur dan mengirimkan email kepada Jin-young.
“maaf sudah membuatmu bersedih”.
Jin-young dan Son-jung sampai di sebuah hotel. Son-jung berkata kepada Jin-young saatnya untuk kita bersenang-senang dan dilayani dengan baik seperti yang kita lakukan kepada tamu. Jin-young dan Son-jung yang notabene bekerja di hotel mulai mengeluhkan tentang kamar yang bau karena habis di cat, bedcover yang belum dibalik, bantal yang kurang.
Begitu pelayan pergi mereka mulai membanding-bandingkan Hotel Seoul dengan hotel yang mereka tempati sekarang.
Yong-jae terus menghubungi Hp Yun-hee namun tidak ada jawaban. Yong-jae memutuskan mendatangi teman Yun-hee dan menanyakan kabar Yun-hee. Eun-ja mengatakan tidak tahu dan akan mengabari jika Yun-hee menelepon. Eun-ja menyuruh Yong-jae membeli beberapa barang yang ada di toko Eun-ja dan hal itu memberi sebuah ide kepada Yong-jae.
Young-jae datang ke rumah Yun-hee dan menyamar sebagai kurir yang mengantarkan hadiah dari Profesor Choi Young-jae(wkwkwkwk). Yun-hee mulai bertanya tentang kabar karyawan yang lain dan tentunya GM. Yun-hee juga memberitahukan kepada Yong-jae kalau dia bisa kembali bekerja karena ayahnya sudah mengizinkannya kembali bekerja, Yong-jae sangat senang mendengarnya dan kembali bersemangat.
Tae-jun ke ruangan para Manager dan menanyakan tentang Jin-young dan Son-jung. Manager Oh menjawab kalau Jin-young mungkin terlalu malu untuk datang ke hotel dan Son-jung mungkin sedang bersamanya sekarang.
Jin-young dan Son-jung sedang asyik menikmati tidur mereka dan tidak menyadari kalau sekarang sudah pukul 12 siang. Mereka berlari di sepanjang koridor hotel dan dengan cekatan ke meja resepsionist membayar tagihan kamar. Resepsionist berkata kalau kartu kredit Son-jung tidak dapat dipakai karena sudah mencapai batas untuk bulan ini, dan akhirnya Jin-young yang membayarnya.
Sepanjang perjalanan ke ruang ganti Hotel Seoul Jin-young dan Son-jung tidak berhenti berdebat mengenai pembayaran tagihan kamar, karena awalnya Son-jung yang harusnya membayar bukan Jin-young.
Son-jung dan Jin-young berhenti begitu melihat Dong-hyuk yang sudah lama menunggu Jin-young di depan pintu masuk menuju ruang ganti. “kamu tidak mengangkat telepon dan aku sangat khawatir, aku tahu kau sangat marah tapi tolong dengarkan penjelasanku” ucap Dong-hyuk “tidak ada yang perlu dijelaskan” ucap Jin-young “bisakah kita bicara?” tanya Dong-hyuk berusaha membujuk Jin-young “apa ini?meskipun kamu tamu VIP kami, kau sudah terlalu jauh bertindak, apa kamu pikir dapat mempermainkan perasaan staf hotel kami, mari kita pergi” ajak Son-jung.
“Nona Suh Jin-young, tunggu, tolong dengarkan aku” teriak Dong-hyuk dan menarik Jin-young. Dong-hyuk menutup pintu dan menghancurkan tombol untuk membukanya. “Jin-young” teriak Son-jung sambil memukul-mukul kaca dan mulai mencari bantuan.
Jin-young: apa yang kamu inginkan
Dong-hyuk :aku tidak perlu interupsi, aku hanya ingin berbicara dengan kamu
Jin-young : kamu tidak dapat mengubah apa-apa dengan melakukan hal ini
Dong-hyuk : aku telah cukup mengerti, aku datang kesini karena Hotel Seoul tetapi saya disini terutama karena kamu!
Jin-young : kamu tidak perlu menyangkal kebenaran
Dong-hyuk : Jin-young, tolong dengarkan aku…
Jin-young :aku tidak mau
Dong-hyuk :lihat aku dan jangan perdulikan mereka, lihatlah mataku!yang kamu butuhkan…. Adalah untuk mendengarkan aku!tidak perduli apa yang telah kamu dengar, tolong hanya dengar aku saja!tutup telinga dan matamu dan hanya mendengarkan aku saja, Shin Dong-hyuk.apakah aku satu-satunya dimatamu sekarang?
Jin-young : (mengangguk)
Dong-hyuk : aku mencintaimu, Jin-young
Petugas datang dan mulai membuka pintu, Son-jung masuk dan memanggil Jin-young “ayo Jin-young”. Jin-young menatap Dong-hyuk dan berjalan perlahan-lahan meninggalkan Dong-hyuk yang terpaku menatap kepergian Jin-young.
“apa kamu baik-baik saja?” tanya Son-jung namun Jin-young hanya terdiam.
Dong-hyuk sampai di villa Sapphire dan mendapati Leo berdiri di depan pintu dan menunggunya dengan koper disampingnya “Leo, apa yang terjadi?” tanya Dong-hyuk “kita diusir keluar. 3 sampai 4 karyawan hotel masuk dan membuang semua koper keluar.ini adalah pertama kalinya dalam hidup saya diusir keluar dari Hotel, semua karena anda” ucap Leo.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...