Minggu, 13 November 2011

[Recap] New Tales Of Gisaeng Episode 3

Apartemen Baru

Sa Ran sedang latihan tari. Gong joo tiba-tiba datang dan mengajak Sa Ran berbicara.
Inti dari pembicaraan yang terjadi antara Gong Joo dan Sa Ran adalah Gong Joo ingin agar Sa Ran memanggil Ibunya dengan sebutan Ibu walaupun Hwa Ja hanyalah Ibu tiri Sa Ran karena Gong Joo sudah menganggap Ayah Sa Ran seperti Ayahnya sendiri dan memanggil Ayah Sa Ran dengan sebutan Appa.
“sudah 4 tahun berlalu Unnie, cobalah panggil Ibu dengan sebutan Ibu” ucap Gong Joo namun Sa Ran masih sulit untuk menerimanya.

Hyo Ri pulang ke rumah dengan wajah kesal. Hyo Ri menumpahkan semua kekesalannya pada sang suami yang dengan tenang dan sabar mendengarkan semua yang diceritakan istrinya. Puas mengomel, sang suami berusaha menenangkan istrinya dan mengatakan kalau Ra Ra akan baik-baik saja karena Ra Ra anak yang kuat seperti dirinya.
Di Buyonggak
Beberapa orang pria paruh baya tengah asyik menikmati makanan yang dihidangkan di hadapan mereka. Salah satu Pria berkata kalau makanan yang dihidangkan sangat lezat dan meminta Do Hwa memanggilkan Koki dan asisten Koki.
Soon Duk terlihat heran saat Bong Yi datang dan meminta mereka semua ke ruang biru (salah satu ruangan di Buyonggak dan merupakan tempat berkumpulnya sekumpulan pria paruh baya sekarang).
“ada apa? Apa ada rambut?” tanya Soon Duk selaku kepala Koki
“bukan itu” jawab Bong Yi
“apa masakannya tidak enak atau bumbunya yang kurang?” tanya Eun Ja lagi semakin khawatir
“mereka mangatakan…… makanan itu enak” ucap Bong Yi dan tertawa
“jangan seperti itu lagi” ucap Soon Duk merasa dikerjai Bong Yi sementara Eun Ja hanya tertawa melihatnya.

Eun Ja dan salah satu asisten Koki menemui sekumpulan pria paruh baya dan meminta maaf karena Kepala Koki Buyonggak tidak bisa menemui mereka. Do Hwa menjelaskan kalau Kepala Koki merasa sungkan menemui mereka dengan kondisi kakinya yang tak seperti orang kebanyakan, pincang. Pria Paruh baya tak mempermasalahkannya dan mengatakan siapa yang memperdulikannya yang terpenting adalah hasil masakannya yang sangat enak.
Eun Ja kembali ke dapur dengan wajah berseri. Beberapa lembar uang telah terselip di tangannya, tips dari Pria paruh baya atas hasil kerja keras mereka. Eun Ja memberikan tips khusus kapada Soon Duk dari Pria Paruh baya. Hwa Ja yang melihatnya hanya bisa menggerutu karena Eun Ja tak membaginya dengannya dan bahkan mengajaknya pun tidak. Begitu pulang Hwa Ja menceritakan semuanya kepada Chul Soo, suaminya dan rasa tidak sukanya kepada Eun Ja.
Kasus pencurian yang pernah terjadi di kompleks perumahan Sa Ran membuat seluruh keluarganya memutuskan pindah di sebuah apartemen. Sa Ran mengunjungi tetangganya satu lantai tepat di atas apartemennya untuk memberikan makanan dan tanpa sengaja bertemu dengan Yoo Tae Young, sahabat Da Mo yang pernah Sa Ran temui di resort ski.

Tae Young menceritakan apa yang dilihatnya kepada Da Mo ketika bertemu Da di restoran.
“aku bertemu dengan Sa Ran saat mengunjungi temanku yang baru saja menikah. Sa Rn tinggal satu lantai di bawah mereka. Tapi….?”
“tapi apa?” tanya Da Mo penasaran
“orang tua Sa Ran terlihat kekanak-kanakan. Apa anda pernah melihat orang tua semacam itu?”
Scene beralih ke Sa Ran yang duduk termenung sendirian di kamar barunya. Percakapan yang terjadi antara Da Mo dan Tae Young ternyata hanya bayangan dalam pikiran Sa Ran saja. Bayangan dalam pikiran Sa Ran tentang ke dua orang tuanya bukan tidak benar adanya. Ayah dan Ibu tirinya memang sangat kekanak-kanakan, mereka sudah berumur sekitar setengah abad tapi masih saling memanggil dengan panggilan sayang ciptaan mereka sendiri, Charles dan Diana layaknya putri dan pangeran Inggris Lady Diana dan Pangeran Charles.
Dan hal itu disampaikan Sa Ran kepada ke dua orang tuanya saat mereka merayakan perpindahan mereka di rumah baru. Gong Joo berusaha membela Hwa Ja dan mengatakan apa salahnya saling memanggil dengan panggilan sayang.
Da Mo akhirnya pulang ke rumah setelah selesai menjalani hukuman yang diberi oleh Ayahnya karena berani berbohong dan tidak membawa Andre ikut serta ke resort ski. Hukuman yang dijalani Da Mo malah lebih ringan yaitu hanya sebulan dari hukuman yang seharusnya dijalani, yaitu selama 3 bulan. Semuanya karena Ibu dan Neneknya yang terus menerus membujuk Ayah Da Mo.
Ra Ra masuk ke ruang kerja Ayahnya. Ra Ra meminta kepada Ibunya untuk memasakkan sesuatu yang enak besok karena teman-temannya akan datang. Ibu Ra Ra yang kebetulan berada di ruang kerja suaminya bersama dengan sang suami mengangguk tanda setuju.
“Apakah anda bisa menunggangi kuda sekarang?” tanya Eo San, Ayah Ra Ra
“tentu saja. Appa bisa datang melihatnya ketika memiliki waktu senggang”
“tidak takut?” tanya Eo San sekali lagi
“aku tidak takut lagi” jawab Ra Ra senang
“Ra Ra apakah kamu tidak memiliki niat untuk menikah?” tanya Joo Hee, Ibu Ra Ra
“kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?” tanya Ra Ra balik
“Kakekmu mengatakan tidak baik jika wanita menikah terlalu lama”
“aku akan menikah jika waktunya sudah tiba dan bertemu dengan orang yang tepat”
Sa Ran, Ah Mi dan Joo Ah akhirnya sampai di rumah Ra Ra. Setelah berkenalan dengan Joo Hee, Ra Ra mengajak teman-temannya ke kamar dan kemudian makan siang bersama.

Ketika di dalam kamar, Ah Mi memuji kecantikan wajah Joo Hee.
“apa Ibumu melakukan operasi plastic?”
“anio”
“lalu apa dia melakukan botox?” tanya Joo Ah
“tidak sama sekali” jawab Ra Ra
“aku memiliki seorang tetangga. Dia juga memiliki wajah yang sangat indah karena selalu mencuci wajahnya dengan air dingin”. Ucap Sa Ran
Namun kenyataannya Joo Hee rajin melakukan perawatan di sebuah klinik kecantikan dan hal itu tanpa sengaja dilihat oleh teman Hyo Ri dan mengabarkannya pada Hyo Ri. Hyo Ri kemudian menceritakn hal tersebut pada suaminya Kang San yang memang seorang dokter kecantikan kalau Kakak Ipar mereka selama ini telah berbohong
Ra Ra bertanya apa Sa Ran sudah menghubungi Buyonggak apa belum. Sa Ran menjawab belum dan sudah melupakan mengenai tawaran Dong Hwa padanya. Ra Ra, Mi Ran dan Joo Ah membujuk Sa Ran agar menghubungi Buyonggak. Sa Ran awalnya menolak namun akhirnya luluh juga dan menelepon Do Hwa. Sa Ran dan Do Hwa akhirnya membuat kesepakatan untuk bertemu esok di Buyonggak.
Kakek dan Nenek Ra Ra pulang lebih awal. Kepala Nenek Ra Ra tiba-tiba sakit. Kakek Ra Ra terkagum-kagum ketika melihat permainan yang sedang dimainkan Ra Ra dan teman-temannya dan berniat ikut bermain bersama.
Sebuah pertanyaan terus bersarang di benak Kakek Ra Ra ketika melihat Sa Ran. Kakek Ra Ra merasa kalau Sa Ran sangat mirip dengan istrinya sewaktu masih muda dulu dan merasa kalau dirinya dan Sa Ran memiliki sebuah ikatan batin (benar tidak ya chingu??? Kita liat aja…...)
“siapa yang memberi anda nama?”
“seorang biksu di kuil”
“apakah anda mirip Ayah atau Ibu?” tanya Kakek Ra Ra sekali lagi
“aku….. tidak mirip siapapun. Ayah mengatakan jika aku mirip dengan Nenek dari pihak Ibuku”.
Do Hwa menceritakan pada Hwa Ran yang baru saja pulang dari rumah sakit dan bergabung makan siang bersama mengenai Sa Ran yang meneleponnya dan mengatakan akan bertemu dengannya besok di Buyonggak. Hwa Ran terlihat senang mendengarnya begitupun dengan Hwa Ja yang terlihat sangat penasaran ketika mendengar cerita Do Hwa. “mahasiswa dari jurusan tari???” tanya Hwa Ja namun Eun Ja segera menegurnya agar jangan ikut campur dalam pembicaraan orang lain apalagi ikut campur antara pembicaraan Hwa Ran, selaku pemilik Gisaeng.
Da Mo yang memiliki hoby berenang menghabiskan waktu sore harinya untuk berenang. Saat Da Mo menyelesaikan satu putaran bolak balik, Da Mo tanpa sengaja melihat seseorang yang disangkanya adalah Sa Ran.
“Annyeonghaseyo” sapa Da Mo saat wanita tersebut sampai di pinggir kolam renang
“ne”
“anio, anda hanya mirip dengan seseorang” jawab Da Mo kecewa
“siapa?”
“Halmoni (Nenekku)”. (wkwkwkwk, ada-ada aja nich Da Mo)

Da Mo berkumpul bersama teman-temannya. Selama menjalani masa hukuman sebulan penuh, Da Mo sama sekali tidak pernah menemui mereka. Oh Ahm Jin berusaha menasehati Da Mo agar menuruti perkataan orang tuanya agar dia tak dihukum lagi.
“kamu tak mengerti Ayahku. Ayahku bukan tipe orang yang ada dalam pikiran kalian. Dia hanya memiliki banyak kekuasaan”
Pembicaraan beralih
Tae Young bercerita kalau dirinya bertemu dengan Sa Ran di sebuah apartemen saat mengunjungi sahabatnya yang baru saja menikah. Perkiraan dan hal yang pernah dipikirkan Sa Ran tidak meleset. Hanya satu hal yang berbeda dengan apa yang dipikirkan Sa Ran. Tae Young dan teman-temannya malah membicarakan tentang kehidupan Sa Ran yang jauh dari dugaan mereka. Sa Ran tinggal di sebuah apartemen kecil membuktikan kalau dirinya bukan anak orang kaya. Da Mo hanya terdiam ketika ketiga temannya bercerita dan malah memikirkan hal yang lain. Kepala Da Mo telah dipenuh oleh semua hal tentang Sa Ran.

Sa Ran sendiri sedang berada di rumahnya. Tumpukan cucian piring dikerjakan Sa Ran tanpa ada satu kata keluhan pun keluar dari mulutnya. Sebelum menjemput Hwa Ja, Chul Soo mendekati putrinya dan menasehati Sa Ran untuk mulai memanggil Hwa Ja dengan panggilan Ibu. Sa Ran hanya terdiam dan hanya menjawab “hatiku terasa sakit setiap mengingat Ibu dan mendengar kata Ibu”.
Sa Ran berusaha menghapus tetesan air mata yang perlahan menetes selepas kepergian Ayahnya. Foto kenang-kenangan bersama sang Ibu tak henti-hentinya dipandangi Sa Ran “Ibu, aku merindukanmu”. Sementara Chul Soo dalam perjalanan menjemput Hwa Ran “anak itu masih merindukan Ibunya yang sudah meninggal, padahal dia bukan Ibu kandungnya”.

Gong Joo tanpa sengaja bertemu dengan Son Ja yang baru saja pulang dari supermarket. Son ja terlihat senang bisa bertemu dengan Gong Joo, sahabatnya.
Pembicaraan mereka yang semula membahas mengenai masalah kehidupan sehari-hari beralih ketika Gong Joo bercerita mengenai Ayah kandungnya yang selalu menyiksa Ibunya.
“Noona jauh lebih baik daripadaku. Noona setidaknya bisa melihat wajah Ayah Noona sedangkan aku tidak pernah melihatnya walau sekalipun”.
“kita harus hidup dengan baik dan jangan biarkan anak kita menangis” ucap Gong Joo
“setelah menikah?”
“tentu saja. Aku akan menikah dan melahirkan anak nanti”
“Noona dan aku?” tanya Son Ja
“tidak mau” jawab Gong Joo dan Son Ja tertawa.
Pertemuan Sa Ran dengan Kakek Ra Ra membuatnya senang terutama ketika mengingat permainan yang mereka mainkan tadi siang. Kakek Ra Ra juga menghadiahkan mereka sebuah amplop yang berisi uang.
Hyo Ri menemui Joo Hee untuk meminta maaf atas kelakuan tak menyenangkannya tempo hari. Selain ingin meminta maaf, Hyo Ri juga ingin mengorek informasi mengenai kebenaran Joo Hee yang melakukan perawatan kecantikan. Joo Hee mengatakan kalau wajahnya yang tetap terawat adalah karena kebiasaan dirinya rajin mengkonsumsi sayur-sayuran dan berolahraga. “aku sudah mengetahui semuanya dan kamu masih berusaha untuk menyembunyikannya” ucap Hyo Ri dalam hati.
Seorang pria setengah baya dan keturunan Bule memasuki area Buyonggak. Pria tersebut tersenyum senang saat melihat Saeng Kang. Dia adalah Kyle, guru Bahasa Asing (Inggris) untuk para Gisaeng Buyonggak.
Sebuah mobil berwarna putih salju berhenti tepat di depan Pintu Buyonggak. Ke empat gadis cantik turun dari mobil dan terkesima pada keunikan bangunan Buyonggak yang masih terjaga.
Do Hwa terlihat senang saat melihat Sa Ran datang ke Buyonggak. Tapi lain halnya dengan Soon Duk yang terkejut saat melihat Ra Ra yang menemani Sa Ran.

BERSAMBUNG ^_____^


MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY PASTE TULISAN INI
(terutama buat fanpage Kumpulan Sinopsis K-drama)

Kamsahamnida

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...