Sabtu, 12 April 2014

[Recap] New Tales Of Gisaeng Episode 23

=EPISODE 23=
Dan Sa Ran, menikahlah denganku


Kang San mendatangi apartemen tempat Son Ja tinggal dan untungnya Kang San bisa langsung menemui Son Ja. Kang San mengajak Son Ja ke kedai kopi yang tak jauh dari apartemen dan memperkenalkan diri sebagai teman dari Ibu Son Ja. Kang San kemudian berkata tujuan kedatangannya hanya ingin mengkonfirmasi apakah Son Ja adalah anaknya atau bukan? Kang San bahkan menawarkan tes DNA namun Son Ja menolak dan menurutnya semuanya terlalu cepat dan bahkan terkesan aneh. Jika hasilnya negatif, hal tersebut bisa membawa beban pikiran terhadap dirinya terlebih sampai saat ini Son Ja tidak mengetahui siapa Ayah kandungnya.
Sekembalinya di rumah, Kang San terus memikirkan Son Ja. Son Ja memiliki banyak kemiripan dengannya dibandingkan anak lelakinya Yong Sang (adik Ra Ra) yang sekarang berada di Amerika menuntut ilmu.
Hwa Ran memanggil Sa Ran untuk bertanya bagaimana perasaan Sa Ran di penampilan pertamanya dan dijawab Sa Ran tidak terlalu buruk. Hwa Ran mengingatkan jika Sa Ran tidak boleh berbangga hati ataupun sombong mengingat di penampilan pertamanya, Sa Ran mendapatkan banyak pujian dan tips.
“kamu mungkin nanti akan menjadi bangga dan besar kepala… saat itulah hati akan berubah dan wajah pun akan mengikuti. Anehnya para tamu tidak datang untuk menemui kamu lagi” ucap Hwa Ran
Hyo Ri menemui Joo Hee di tempat tinggal barunya…. Hyo Ri mengeluhkan kenapa Joo Hee terlalu cepat mengambil keputusan untuk bercerai tanpa memikirkan perasaan Ra Ra. Sekarang putrinya terlihat sangat menyedihkan, tinggal di rumah dan mengurus Nenek serta Ayahnya. Jika saja Joo Hee memilih bercerai setelah Ra Ra menikah mungkin tidak akan begini jadinya. Tapi bagi Joo Hee sendiri, semua yang terjadi pada Ra Ra adalah kesalahan Hyo Ri…. Jika saja Hyo Ri tidak mengatakan fakta tentang kelahiran Ra Ra, mungkin saja Ra Ra sekarang berada di rumah Hyo Ri. Joo Hee juga tidak bisa memaksa Ra Ra karena Ra Ra sudah dewasa sekarang, sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk.
Sa Ran melihat pantulan wajahnya dari air kolam. Entah apa yang yang sedang dipikirkannya?
Kedatangan Hwa Ran ke kediaman Soon Duk membuat Soon Duk sedikit terkejut. Hwa Ran bercerita jika Direktur Geum (Eo San) sekarang telah sendiri. Dirinya baru saja bercerai dengan istrinya. Seperti orang yang sedang kasmaran, Hwa Ran terlihat sangat senang. Hwa Ran menambahkan jika saat ini, dirinya sedang berusaha merebut hati Ibu Direktur Geum guna memuluskan rencananya dan sepertinya akan berhasil. Hwa Ran berharap setelah dirinya menikah nanti, Soon Duk juga bisa menyusulnya. Hwa Ran terus saja bercerita tanpa mengetahui jika mereka berdua mencintai orang yang sama. Bedanya, Ibu Eo San saat ini membenci Soon Duk dan sebaliknya Eo San sangat mencintai Soon Duk….
Di kamarnya Da Mo terus saja gelisah. Semua yang dilakukannya tidak ada yang beres. Pikirannya terus saja tertuju pada Sa Ran. Bayangan tentang Sa Ran bersama pria tua dan minum bersama membuatnya gusar.
Kedatangan Sa Ran ke rumah untuk berkunjung dan menginap satu malam membuat Son Ja, Gong Joo, Hwa Ja dan juga Ayahnya senang. Sa Ran bahkan membelikan mereka oleh-oleh. Saat berada di dalam kamar berdua dengan Gong Joo adiknya, Sa Ran memberikan Gong Joo amplop berisi beberapa lembar uang yang nilainya tak bisa dikatakan sedikit. Sa Ran ingin memenuhi janjinya pada Gong Joo.
“bagaimana aku bisa menggunakan uang ini untuk perjalanan sedangkan kakak bersusah payah bekerja” ucap Gong Joo
“jangan perdulikan apapun, gunakan uang itu. Mengapa kamu begitu kerasa kepala?” tanya Sa Ran
“baiklah aku akan menggunakannya tetapi kita pergi bersama-sama nanti. Aku tidak akan pergi tanpa kamu” ucap Gong Joo akhirnya.

Da Mo telah mempersiapkan beberapa lembar uang yang akan dipergunakannya nanti di Buyonggak. Tak ada seorang pun di Buyonggak yang mengetahui jika reservasi atas nama teman Da Mo adalah agar Da Mo bisa bertemu dengan Sa Ran bahkan teman-teman Da Mo sendiri yang akan menemaninya selama di Buyonggak tidak mengetahuinya.
Malam harinya
Datangnya Da Mo membuat ahjussi yang pernah membantunya terkejut begitupun dengan Do Hwa. Namun mereka tidak bisa melakukan apa-apa untuk mengusir Da Mo karena Da Mo datang sebagai tamu.
Menunggu dan menunggu membuat Da Mo tidak sabar untuk segera bertemu dengan Sa Ran. Menit demi menit berlalu hingga akhirnya seorang gisaeng dengan pakaian berwarna ungu muda masuk ke dalam ruangan membuatnya tak dapat bernafas. Sa Ran terlihat sangat cantik dan bahkan jauh lebih cantik dari terakhir kali Da Mo melihatnya. Nyanyian yang dibawakan Sa Ran mampu membuat Da Mo tersihir dan kembali menyelami kenangannya bersama Sa Ran.
Kita diajak melihat kembali pertemuan pertama mereka saat dimana Da Mo tanpa sadar jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Sa Ran, memungut jepit rambut Sa Ran, membuat Sa Ran terluka dan kecewa karena Da Mo mengajaknya ke Hotel, berlibur ke Villa Da Mo, berkencan bersama Sa Ran dan juga Neneknya , bermain baseball hingga akhirnya memutuskan Sa Ran secara sepihak.
Kenangan demi kenangan yang dilaluinya bersama Sa Ran baik itu kenangan manis ataupun pahit membuat dada Da Mo terasa sesak. Wajahnya menunjukkan kesedihan dan penyesalan yang mendalam.
Selepas kepergian Da Mo, Do Hwa memberikan amplop pemberian Da Mo kepada Sa Ran namun Sa Ran menolaknya dan meminta Do Hwa untuk memberikannya pada gisaeng lainnya.
Hwa Ran lagi dan lagi mengunjungi Nenek Ra Ra. Kali ini membawakannya sebuah baju yang baru saja dibelinya dari Departemen store. Nenek tentu saja senang dan menunjukkannya pada Ra Ra. Mendengar jika baju tersebut adalah hadiah dari Hwa Ran membuat wajah Ra Ra berubah seketika, dari yang awalnya senang menjadi berpikir. Bagi Ra Ra, Hwa Ran pasti memiliki tujuan khusus, kedatangannya yang terlalu sering serta membawa berbagai macam hadiah untuk Nenek tak mungkin hanya untuk sekedar menyenangkan hati Neneknya. Pasti ada maksud lain dan tentu saja, Hwa Ran berusaha merebut hati Neneknya agar bisa bersama dengan Ayahnya. Daebak Ra Ra, brilliant.

Kang San mendatangi apartemen untuk bisa kembali bertemu dengan Son Ja. Sayang kali ini, Kang San tidak beruntung dan yang ditemuinya adalah Gong Joo yang kebetulan saat itu sedang berada di rumah. Kang San menitipkan kartu nama dan meminta untuk menyampaikannya kepada Son Ja.
Sekembalinya Son Ja ke rumah,Gong Joo segera menyampaikan pesan Kang San dan karena penasaran Gong Joo bertanya siapa ahjussi tersebut? Son Ja menjawab jika kemungkinan dia adalah Ayahnya yang sering ditanyakan Gong Joo keberadaannya… tapi ini baru kemungkinan dan Son Ja tidak ingin terlalu mempercayainya. Gong Joo menyarankan hal yang sama seperti yang disarankan Kang San, tes DNA namun lagi-lagi Son Ja menolak. Bagaimana jika hasilnya negatif dan bagaimana jika positif?
Da Mo masih belum menyerah, kali ini Da Mo menitipkan surat kepada Dan Se untuk disampaikan kepada Sa Ran.

Aku memiliki sesuatu untuk dikatakan, besok mulai jam 10-12 aku akan menunggumu. Aku berharap kamu bisa keluar atau bisa memberiku panggilan. Jika besok tidak bisa, maka aku menunggumu di hari berikutnya.
Da Mo


Keesokan harinya
Sa Ran memandangi jam yang sudah menunjukkan pukul 10 lewat 30 menit namun dirinya sama sekali enggan untuk beranjak menemui Da Mo yang sudah menunggunya sedaritadi. Hingga akhirnya waktu yang tersisa untuk pertemuan mereka kurang dari 5 menit, Sa Ran memutuskan menemui Da Mo namun Da Mo sudah tidak ada di tempat yang mereka janjikan.
Sa Ran memutuskan pulang, tetapi seorang pemuda tampan yang berdiri tak jauh darinya berhasil menghentikan langkahnya. Langkah mereka berdua berlanjut ke sebuah taman.
“aku mengenalmu musim dingin tahun lalu. Aku tidak pernah berpikir nyanyianmu sangat indah, kamu sangat berbakat” ucap Da Mo membuka pembicaraan. Kali ini Da Mo jauh lebih tenang
“langsung ke pokok permasalahan” ucap Sa Ran
“aku menyukaimu” ucap Da Mo tanpa ragu dan menggenggam tangan Sa Ran meskipun Sa Ran terus memberontak hendak melepaskannya “ayo kita menikah, aku mengaku kalah”
“kekalahan apa? Aku akan berpura-pura tidak pernah mendengarnya”
“apa yang tidak pernah kamu mendengarnya, aku sudah mengatakan kita akan menikah. Kamu tidak menginginkannya?” tanya Da Mo terkejut
“ya. 2 orang menikah hanya ketika mereka sudah saling mencintai”
“kamu tidak mencintaiku?”
“tidak sama sekali, bukankah aku sudah mengatakan aku sudah berubah. Pulanglah ke rumah dan berpikirlah lagi dengan hati-hati. Aku tidak mempunyai apapun lagi untuk dikatakan” ucap Sa Ran dan melangkah pergi
“aku tidak mengerti dan tidak akan pernah mengerti jika kamu tidak mengatakannya kepadaku” teriak Da Mo dan menarik tangan Sa Ran untuk menghentikan langkahnya “bukankah kamu dulu menyukaiku?”
“ya itu dulu tapi sekarang tidak. Pertemuan terakhir kita tanggal 11 april adalah hari dimana aku memutuskan untuk melupakanmu”
“ini adalah kesalahanku, aku bersalah. Maafkan aku, apa kamu tidak memiliki rasa kasihan sedikitpun?”
“aku akan memaafkanmu dan berharap kamu dapat bertemu dengan wanita yang sesuai denganmu”
“tidak…. Kamu bagiku sama seperti beras. Aku makan nasi setiap hari dan itu adalah keinginan yang sama untuk bisa bersamamu. Saat tidur dan saat pagi membuka mata aku ingin melihat dan bersamamu, itulah isi hatiku”
“itu sudah terlambat, setelah semua keegoisanmu, memutuskan hubungan kita dan memiliki keinginan menjadi kakak dan adik. Berpura-pura minta maaf untuk menikahiku. Mengapa kamu hidup seperti itu?”
“apa yang kamu inginkan agar aku bisa diterima olehmu?”
“teruslah hidup” ucap Sa Ran dan kali ini benar-benar pergi. Da Mo tentu saja kesal, ajakannya untuk menikah ditolak Sa Ran mentah-mentah.
Di kamar gisaeng, Sa Ran hanya terdiam memikirkan semua perkataan Da Mo. Jika saja, Da Mo mengatakannya jauh sebelum dirinya memutuskan menjadi Gisaeng mungkin Sa Ran dengan senang hati akan menerimanya tetapi sekarang…. Kedatangan Ra Ra yang tiba-tiba membuat Sa Ran terkejut dan sejenak menghapuskan Da Mo dari ingatannya. Ra Ra mulai bercerita tentang masalahnya yang pastinya sudah didengar Sa Ran dari adiknya…. Sa Ran membatin jika Ra Ra jauh lebih beruntung karena mengetahui orang tua kandungnya yang sebenarnya sedangkan dirinya tidak mengetahui sama sekali tentang mereka. Apakah mereka sampai saat ini masih hidup ataukah telah tiada?
Da Mo tak main-main dengan ucapannya untuk menikahi Sa Ran. Setelah bertemu dengan Sa Ran, Da Mo bergegas membelikan sebuah cincin berlian untuk Sa Ran dan kembali ke Buyonggak.
Langkah Da Mo untuk menemui Sa Ran mulus, tak ada penjaga yang menghalangi atau mencoba menghentikannya. Tapi tunggu dulu, sepasang mata sedang mengawasi mereka dan terperangah saat Da Mo mengeluarkan cincin berlian untuk diberikannya kepada Sa Ran.
“aku secara resmi melamarmu” ucap Da Mo
“apa yang kamu pikirkan tentangku?” tanya Sa Ran. Sa Ran beranggapan Da Mo menyogoknya agar dirinya setuju bisa menikah dengan Da Mo
“beras. Jika seseorang tidak makan, dia akan mati kelaparan begitu juga bagiku jika aku tak melihatmu” ucap Da Mo dan memakaikan cincin ke tangan Sa Ran namun Sa Ran menolaknya.
Sa Ran mengajak Da Mo berbicara di dalam.
“tolong dengarkan apa yang akan aku katakan” ucap Sa Ran
“aku akan mendengarnya jika kamu membereskan barang-barangmu”
“sekarang aku benar-benar tidak menyalahkanmu dan membencimu. Aku tidak akan meninggalkan tempat ini. Aku masuk ke tempat ini bukan karena rasa sakit putus denganmu” ucap Sa Ran dan memeluk Da Mo. Da Mo memeluk Sa Ran jauh lebih erat takut jika Sa Ran melepaskan pelukannya. Sebentar saja, sebentar lagi… Da Mo masih ingin merasakan kehangatan dan cinta yang pernah diberikan Sa Ran dulu kepadanya yang tidak dirasakannya lagi saat ini.
Sa Ran meminta kepada Da Mo untuk melupakannya dan akan mengingat Da Mo sebagai orang yang baik. Sa Ran menyarankan agar Da Mo keluar negeri untuk berlibur agar bisa melupakannya… Sa Ran sekali lagi menegaskan jika masuknya dirinya ke Buyonggak karena masalah keluarga dan bukan karena Da Mo. Da Mo berucap apa lagi yang harus dilakukannya agar Sa Ran mempercayainya namun Sa Ran tetap meminta Da Mo untuk melupakannya. Sesaat sebelum pulang, Da Mo mengambil jepit rambut Sa Ran yang pernah Da Mo belikan untuknya dan mematahkannya.

Soon Duk mengundang Eo San makan malam bersama. Tujuannya adalah untuk mengatakan kepada Eo San agar mereka jangan bertemu lagi karena Hwa Ran menyukai Eo San. Eo San tentu saja terkejut, semuanya pasti salah paham. Eo San sama sekali tidak memiliki perasaan sama sekali terhadap Hwa Ran dan menganggap Hwa Ran hanya pasiennya saja, tidak lebih. Tapi bagi Soon Duk bersama dengan Eo San justru membuatnya menjadi pengkhianat.
Eo San menjelaskan awalnya mungkin Hwa Ran akan terkejut tetapi lambat laun Hwa Ran akan menerimanya. Selama ini Soon Duk sudah menderita dan sekarang saatnya Soon Duk berbahagia. Hwa Ran dikelilingi banyak orang yang sangat mencintainya sedangkan Soon Duk? Eo San berjanji akan menemukan anak mereka bagaimanapun caranya dan meminta Soon Duk untuk tak memikirkan hal lain.
Da Mo meminta ijin kepada ke dua orang tuanya untuk bepergian selama beberapa minggu. Da Mo sudah menemukan wanita yang akan dinikahinya tetapi butuh usaha keras untuk meyakinkannya… ke dua orang tua Da Mo terlihat sangat antusias dan tak sabar menunggu kabar baik dari putra semata wayang mereka tersebut.
Da Mo mengajak Gong Joo untuk bertemu membicarakan masalah Sa Ran.
“aku memiliki keinginan untuk menikahi kakakmu tapi kakakmu sepertinya sedang dalam kesulitan karena aku membuatnya marah tapi sebenarnya bukan itu maksudku. Jika kakakmu membicarakan atau menyebut tentangku bisakah kamu menyebutkan hal yang baik? Aku berjanji tidak akan mengecewakanmu”
“aku hanya berharap kakakku bahagia”
“aku pasti akan membawanya keluar dari Buyonggak. Aku akan mematikan Hp, jika terjadi sesuatu kirimkan saja sms kepadaku aku akan memeriksanya sekali”

Da Mo mengemudikan mobilnya menuju suatu tempat. Menuju kemanakah Da Mo?
BERSAMBUNG 

10 komentar:

  1. wuihhhhhhh....ditunggu tunggu akhirnya ada juga recapnya....gomawo...semangat yahhh..ditunggu next recapnya....fighting :)

    BalasHapus
  2. jadi mangkin penasaran ??
    dilanjut ya ???

    BalasHapus
  3. penasaran kelanjutannya nihh
    dilanjut ya sis ???semangaaattttt

    BalasHapus
  4. Kak semangat ya bikin sinopsisnya,walaupun episodenya panjang.

    BalasHapus
  5. Kak semangat ya bikin sinopsisnya,walaupun episodenya panjang.

    BalasHapus
  6. Kemanakah perginya Da Mo?
    Apa mau ke Mbah Dukun?
    Buat melet Sa Ran?
    :p ┼┼ee┼┼ee.. :p ┼┼ee┼┼ee..
    Semakin degdegan sama episod selanjutnya...

    Tetep semangat ya Chingu,,

    BalasHapus
  7. Kak semangat ya,walaupun episodenya panjang.^ ^

    BalasHapus
  8. gomawo sinopsisnya aku tunggu kelanjutannya ya.....

    BalasHapus
  9. .makasih chingu sudah buat sinopsis.y
    .d'tunggu episode selanjut.y :)
    .semangat...

    BalasHapus
  10. mbak makasih ya, aku tunggu sinopsis selanjutnya

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...