Senin, 15 September 2014

[Sinopsis] The Teacher's Diary Bagian Kedua (END)



Part 1 baca disini


Song memilih mendatangi sekolah Mon Fah keesokan harinya untuk mencari Ann. Ya, Song memang tak mengetahui wajah Ann itu seperti apa tetapi ciri khas tattoo bintang di tangan kanannya dan juga tinggi Ann sudah cukup baginya sebagai petunjuk. Namun sayang, hasil pencarian Song tak membuahkan hasil apapun. Song memang tanpa sengaja bertemu dengan seorang wanita yang memiliki tinggi yang sama persis dengan Ann tetapi begitu menyadari jika di tangan wanita tersebut tak terdapat tattoo bintang…. Song memilih pergi Huffftttt T^T

Ann :
Di sekolah barunya… gaya mengajar Ann dikritik oleh Kepala Sekolah. Ann sudah berusaha menjelaskan jika setiap guru memiliki style tersendiri mengajari anak didiknya tetapi Kepala Sekolah tetap tidak mau mengerti. Nui, pacar Ann dan bergelar sebagai wakil Kepala Sekolah bukannya membela Ann malah ikut menyalahkannya.
“Ayolah Ann, pekerjaan tetaplah pekerjaan. Jangan campurkan itu dengan masalah pribadi” ucap Nui berusaha membujuk Ann
“Promosi jabatanmu datang di waktu yang tidak tepat. Kamu tidak tahu betapa bencinya Ibu Phut kepadaku” keluh Ann
“Kamu juga harus beradaptasi” ucap Nui lagi
“Kamu tidak berpikir kalau aku berusaha beradaptasi? Lihat, kamu ingin aku menghapusnya dan aku menghapusnya (tattoo). Berapa banyak lagi aku harus berubah agar membuatmu puas?” tantang Ann
“Ini bukan tentang kepuasanku. Kamu harus mengerti kalau ini bukanlah sekolah rumah kapal. Kita punya peraturan yang harus ditaati” balas Nui
Ann terdiam sesaat “Aku mau jujur, aku merasa disini bukanlah tempatku. Nui ...aku tahu kamu telah berusaha keras membuatku mengajar disini tapi harus kukatakan yang sebenarnya. Lebih baik aku mengajar kembali di rumah kapal dan dengan begitu kita tidak akan bertengkar seperti ini lagi. Aku sudah muak” ucap Ann sedih
“Kamu tidak bisa seperti itu, 3 bulan lagi kita akan menikah” ucap Nui 
Song :
Aku merasa seperti...hatiku hancur. Dan aku juga kehilangan sahabat terbaikku di waktu yang sama.
Ann :
Ketika sedang mengajar, seorang wanita tiba-tiba muncul di depan ruang kelas. Ann sedikit bingung karena dirinya sama sekali tidak mengenali wanita tersebut apalagi kondisi wanita tersebut sedang dalam keadaan hamil besar. Setelah berbicara panjang lebar, Ann akhirnya mengerti maksud kedatangan wanita tersebut. Wanita tersebut sedang mengandung anak Nui, hasil hubungan mereka…
Dengan linangan air mata, Ann berjalan meninggalkan sekolah dan Nui dengan cepat berusaha mengejarnya.
“Ann. Dengarkan aku dulu. Aku tahu aku salah. Maafkan aku. Aku tidak sengaja Ann. Tolong cobalah mengerti. Ann… Itu cuma semalam. Ann…. Ann… tolong bicara denganku. Tolong jangan menjauh dariku, lihatlah aku. Aku mencintaimu Ann. Aku tidak pernah mencintai orang lain seperti cintaku padamu. Aku tahu aku salah. Aku kesepian. Setidaknya bicaralah padaku” ucap Nui berusaha membujuk Ann
“Kalau dia tidak hamil, ...apa kamu akan mengatakannya padaku?” tanya Ann sesaat sebelum pergi namun Nui memilih diam. Ann sudah mengerti maksud dari kediaman Nui… tak ada lagi alasan baginya untuk tetap tinggal di sekolah ini dan juga disamping Nui.
Ann memilih mendatangi kembali sekolah tempatnya mengajar dulu. Rasa malu harus dipendamnya begitupun dengan rasa canggung saat bertemu dengan Kepala sekolah. Dengan terbata-bata Ann meminta ijin agar Kepala Sekolah mengijinkannya mengajar lagi di sekolah terapung dan ternyata hasilnya di luar bayangan Ann. Kepala sekolah dengan senang hati menerimanya karena posisi guru di sekolah terapung sedang kosong sepeninggal guru sebelumnya.
“Kalau Anda tidak keberatan Pak,...aku ingin mengajar di rumah kapal lagi” ucap Ann
“Tidak sama sekali, justru aku senang. Guru yang disana kurang cukup baik. Akhir tahun lalu dia sudah pergi. Kalau kamu kembali lagi... aku tidak perlu mengkhawatirkan tahun ajaran berikutnya”
Ann merasa senang melihat kembali para muridnya, hal yang sama pun dirasakan ke 4 murid Ann. Pelukan hangat diberikan Ann kepada setiap muridnya, melampiaskan segala kerinduan yang dipendamnya selama ini. Seorang pria tua muncul dan membawakan genset untuk sekolah terapung, tak hanya itu pria tua tersebut juga mengabarkan jika 2 minggu lagi listrik akan segera dipasang di sekolah terapung. Ann kemudian bertanya kenapa kondisi sekolah terlihat sedikit berbeda? Pria tua menjawab jika beberapa waktu lalu sempat terjadi badai dan Pak Song berhasil memperbaikinya. Kemunculan seorang anak laki-laki di belakang pria tua membuat Ann terkejut… bukankah itu Chon, muridnya yang memutuskan berhenti sekolah…. Kenapa Chon bisa berada disini lagi?
“Kamu memutuskan kembali sekolah?” tanya Ann
“Semester kemarin. Pak Song menolong ayahku untuk memancing setiap akhir pekan. Sebagai gantinya dia meminta ayah agar mengizinkanku menyelesaikan kelas 6” jawab Chon menjelaskan
“Dan apa kamu benar-benar ingin belajar?” tanya Ann lagi
“Pak Song mengatakan lebih baik banyak belajar agar tidak ada orang yang bisa menipuku” jawab Chon dan berhasil membuat Ann tersenyum senang. Ann tiba-tiba menjadi penasaran dengan sosok Song, guru yang menggantikannya selama setahun belakangan ini. Terlebih ketika Ann kembali menandai tinggi setiap anak di tiang, Ann melihat ada nama Song tertera disana. Tinggi Song tak berbeda jauh darinya… 
Kejadian yang pernah dialami Song kembali dialami Ann… seolah kisah yang kembali diflashback, Ann kembali menemukan buku diarynya yang pernah ditinggalkannya dulu. Buku diary berwarna coklat tetapi anehnya terlihat bekas terbakar dan dipenuhi dengan selotip. Tak hanya itu, buku diary miliknya terdapat tulisan orang lain…

Aku merasa hatiku hancur.

Song : 
Aku merasa...hatiku hancur dan aku juga kehilangan sahabat terbaikku di waktu yang sama. Ketika aku mendengar kabar tentang Bu Ann dari kepala sekolah, aku merasa tubuhku dibanting dan dihajar. Kita berdua sama-sama murid sekolah. Sekolah Orang Galau. Bu Ann, kamu memang tidak mengenalku tapi ketika aku patah hati, aku melompat kedalam air seperti yang kamu lakukan. Selama 6 bulan terakhir... hidupku hanya dihabiskan untuk anak-anak, ...sekolah, sungai, ...dan... Dan......memikirkan Ibu Ann.

Hari ini Hari Loy Krathong. Aku pergi dan menghanyutkan keranjang krathong-ku untukmu juga. Aku juga membuat permohonan, semoga kamu bahagia. Dari alumni......S.O.G. kelas 2.
Aku tidak pernah berpikir untuk menjadi guru. Dari awal sudah penuh dengan kesusahan. Untungnya aku menemukan buku harianmu. Itu telah menjadi panduanku yang sangat menolong. Menolongku untuk mengerti bahwa hidup disini kita harus menjadi lebih dari guru. Kita juga harus menjadi seperti orang tua mereka. Sekarang musim dingin. Aku belajar untuk pertama kali bahwa memilih baju dingin tidak semudah yang kubayangkan.

Sebentar lagi ujian semester. Anak-anak masih saja pura-pura sakit perut ketika belajar matematika. Bukan cuma anak-anak, sebelum aku bisa mengajari mereka satu soal saja aku harus bersembunyi di toilet untuk mengerjakan soalnya dulu.
Aku menyadari sesuatu. Ada satu hal yang tidak pernah diketahui anak-anak.
Song mengajarkan matematika kepada ke 5 muridnya dengan cara menjalankan perahu motor dan menarik sekolah terapung seolah-olah sekolah terapung adalah kereta.
Song : Sebuah kereta berjalan dari peron penumpang ke stasiun A. Jaraknya X kilometer.
Chon : Naik kereta itu seperti apa rasanya?
Song : Kamu tidak tahu apa itu kereta?
Chon : Tahu, tapi aku tidak pernah menaikinya.
Song : Kalau begitu ayo kita naik kereta.
Murid : Apa ini kereta?
Song : Tidak, ini belum menjadi kereta sebelum kalian berteriak "Choo choo!" Kita anggap sekolah kita itu peronnya dan rumah Tuna, yang baru saja kita lewati adalah stasiun A dan dermaga yang akan kita datangi adalah stasiun keretanya. Jarak yang kita tempuh dari sekolah menuju dermaga berapa jarak totalnya? Persamaannya menjadi seperti... 5x = x ditambah 360 adalah persamaan yang harus diselesaikan.
Aku tidak pernah baik di sekolah dan mungkin karena itulah aku bisa membuat mereka lebih mengerti. Sudah hampir waktunya ujian akhir. Anak-anak meletakkan 101% isi hati mereka untuk ujiannya. Di hari ujian semuanya lulus kecuali satu orang.
Song : Kamu bisa melakukannya kan?
Chon : Iya, aku bisa melakukannya tapi aku kehabisan waktu (menangis)
Song : Chon, ini bukan salahmu. Akulah guru yang buruk (memeluk Chon)
Song memilih mengundurkan diri dengan alasan ingin kembali bersekolah. Song juga merasa sedikit lega setelah mendengar jika guru lama akan kembali mengajar di sekolah terapung.

Semua anak-anak selalu menceritakan tentangmu. Maafkan aku telah membuat buku harianmu rusak. Terima kasih telah mendampingiku selama ini. Kamu membantuku untuk mengerti... bahwa merindukan seseorang yang jauh disana dapat membuatmu bahagia dengan cara yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Buku harian ini akan kukembalikan ke pemiliknya.
Song

Ann :
Ann tersenyum seusai membaca buku harian miliknya. Saat bertemu Kepala sekolah guna melaporkan hasil ujian para muridnya, Ann memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya dimana keberadaan Song sekarang… sayang Kepala sekolah tak mengetahuinya karena Song tak pernah memberi kabar selepas kepergiannya. Tapi tunggu dulu, Kepala sekolah masih menyimpan biodata Song.
Berbekal biodata Song, Ann segera menuju alamat yang tertera di biodata namun sungguh disayangkan, Song sudah tidak tinggal di tempat tersebut. Yang ada hanyalah mantan pacar Song… 

Gagal bertemu dengan Song, Ann justru menghabiskan waktunya dengan melamun. Ann bahkan membayangkan jika Song datang menemuinya dan minta diajarkan cara menyelesaikan soal pecahan. Jika dulu Song pernah bermimpi mengenai bu Ann dengan wajah yang ditutupi kertas bergambar kali ini Ann bisa membayangkan dengan jelas wajah Song karena dari biodata tadi terselip sebuah foto Song.
Hari-hari Ann dihabiskan untuk memikirkan Song…. Ann seringkali melihat foto Song, bersandar pada tiang bangunan seolah-olah Song berdiri disampingnya dan membuka diary miliknya lebih dari sekali dalam sehari. Hal yang pernah dilakukan Song tanpa sadar dilakukan Ann… Ann merasa tersihir dan jatuh cinta dengan sosok Song yang tak pernah ditemuinya. 
Saat Ann menerbangkan keranjang krathong dan menyelipkan sebuah permohonan “aku juga ingin bertemu denganmu”. Ann bahkan membayangkan berenang bersama dengan Song seperti keinginan Song di buku diary miliknya.

Ann terlihat senang ketika menerima kabar jika Song masih rajin mengirimkan surat untuk murid-muridnya dan juga para warga di sekitar sekolah terapung. Dengan tergesa-gesa Ann kembali ke sekolah terapung seusai membantu Ayah Chon memancing… Ann buru-buru memanggil Muek yang baru saja selesai BAB, menanyainya dimana surat yang dikirimkan Song untuk Muek. Muek dengan polosnya menjawab jika surat tersebut jatuh ke dalam toilet saat dirinya buang air tadi. Hahahahah…. Muek tiba-tiba berucap jika dirinya sudah membaca surat tersebut.
“Aku menjatuhkannya kedalam toilet tapi aku sudah membuka dan membacanya” ucap Muek
“Sungguh? Apa katanya?” tanya Ann penasaran
“D-a-t- “ ucap Muek berusaha mengeja
“Datang. Pak Song mau datang? Kapan datangnya?” tanya Ann semakin penasaran
“T-a-h” jawab Muek kembali mengeja
“Tahun baru? Tahun depan?” tanya Ann untuk kesekian kalinya
“L-i-b-u-r”
“Liburan sekolah? Pak Song akan datang liburan sekolah ini kan?”
“Y-a, ya” jawab Muek senang dan bangga karena bisa menjawab pertanyaan Ann.
Ann merasa sangat senang mendengar kabar kedatangan Song. Ann bahkan membersihkan sekolah terapung dibantu ke 5 muridnya. Sayang, kesenangan Ann hanya berlangsung sementara. Pria yang tak ingin ditemuinya lagi kembali muncul dan berusaha mengajaknya berbicara 4 mata.

“Nui, kenapa kamu kesini?” tanya Ann terlihat malas menghadapi pria di hadapannya
“Besok hari terakhir sekolah. Aku kesini untuk menjemputmu. Aku tahu tidak mungkin kau akan memaafkan kesalahanku padamu. Aku takkan membuat alasan lagi. Aku takkan memintamu untuk mencintaiku lagi seperti dulu. Aku hanya ingin kamu memberikanku kesempatan lagi. Aku merindukanmu, aku merindukanmu setiap hari. Aku masih merasakan hal yang sama padamu seperti yang kurasakan ketika kita masih kuliah semester 1. Tahun ini, ...aku menuliskanmu surat setiap minggu tapi kamu tak pernah membalasnya sekali saja. Aku hanya ingin tahu apa kabarmu” ucap Nui sedih
Sepulang Nui, Ann memutuskan membaca setiap surat kiriman Nui yang dibiarkannya tergeletak begitu saja di dalam laci meja.

Maafkan aku telah egois. Aku membuatmu pindah mengajar di Mon Fah. Walaupun aku tahu kau tidak bahagia. Aku takkan memintamu melakukan apapun untukku lagi.
Nui

Aku berbuat salah sekali. Aku mencoba melakukan yang terbaik untuk memperbaikinya. Aku bertanggung jawab secara penuh untuk anakku dan aku juga tidak pernah berhubungan dengan wanita itu lagi. Ann, kembalilah dan izinkan aku untuk menjagamu lagi…
Nui

Semalaman Ann sama sekali tidak tidur membaca surat demi surat yang dikirimkan Nui kepadanya. tak hanya itu, Ann juga terus berpikir apa yang harus dilakukannya untuk masa depannya bersama Nui nanti… hingga akhirnya keputusan berat pun diambil Ann. Ann memilih kembali bersama Nui dan meninggalkan sekolah terapung sebelum sempat bertemu dengan Song. Tapi apakah ini memang keputusan yang terbaik yang dipilih Ann?
Mobil Nui berjalan meninggalkan desa… di dalam mobil Ann hanya terdiam hingga Nui membuka pembicaraan dengan memberikan sebuah benda yang memang sengaja ditinggalkan Ann di sekolah terapung, tak lain dan tak bukan adalah buku diary miliknya. Ann menatap buku diarynya dengan lekat dan membuka halaman terakhir dimana tulisan tangan miliknya tertera disitu. Tulisan berisi pesan yang sengaja ditujukan untuk Song…
Halo Pak Song. Kita masih belum bisa bertemu tapi anak-anak sangat senang bertemu denganmu lagi. Sekolah tidak banyak berubah sejak kamu terakhir kali disini. Dinding di dapur yang telah kamu buat, aku dekorasi ulang menjadi terlihat cantik ketika kamu ingin menggunakannya. Anak-anak suka bermain gulat dan menggunakan gerakan-gerakan yang kamu ajarkan ke mereka. Tong mempunyai kepala yang keras dengan benjol sebesar lemon, dalam 2 hari juga sembuh. Tahun ini Tuna menjadi wanita dewasa, dia mulai suka berdandan. Pak Song, jangan ejek dia karena kulit hitamnya dia sangat sensitif dengan kulitnya. Muek sudah bertambah besar, sekarang dia sudah bisa mengeja nama teman-temannya. Gao mengambil sumpah pramukanya, dia mengabdikan diri untuk berbuat amal. Dua malam yang lalu kami merayakan kelulusan Chon. Aku tidak pernah berpikir bahwa menolong seorang anak lulus kelas 6 akan membuatku bahagia. Terima kasih Pak Song sudah menolongku melihat dan mengingat kembali kenapa aku menjadi guru untuk pertama kali. Terima kasih padamu dari hatiku yang terdalam.
Ann.
Ann menutup buku diarynya… mobil yang dikemudikan Nui berhenti sesaat ketika tiba di perlintasan kereta.
“Kamu baik-baik saja? Kamu merindukan anak-anak? Sekolah sudah selesai, bisakah kau berhenti menjadi guru untuk sebentar saja?” tanya Nui karena sedaritadi Ann hanya terdiam
“Nui, ...ada seorang guru lain di rumah kapal. Suatu hari dia mencoba mengajarkan soal matematika. Soalnya berhubungan dengan kereta. Ada satu anak yang kebingungan karena dia tidak pernah naik kereta sebelumnya. Jadi dia memutuskan mengikat rumah kapalnya di belakang perahunya seperti kereta. Apa pendapatmu tentang guru itu?” tanya Ann balik
“Sepertinya dia punya banyak semangat. Tapi kalau dia mengajar kelas dengan 50 anak dan dia mencoba melakukannya bisakah dia menyelesaikan soalnya? Apa akhirnya anak itu bisa menjawab pertanyaannya?” tanya Nui lagi
“Ya, dia bisa.. Tapi dia tidak bisa menyelesaikan ujiannya tepat waktu” jawab Ann
“Kalau dia memakai waktunya dan berkonsentrasi lebih dalam mengajar anak itu mungkin sudah lulus ujian” ucap Nui
“Tapi akhirnya dia tahu seperti apa itu kereta. Kamu tahu? Kalau itu aku... aku akan melakukan hal yang sama. Justru karena kita tidak pernah saling mengerti jadi kita tidak seharusnya bersama lagi” ucap Ann.

Ann memutuskan kembali ke sekolah terapung. Buku diary yang sengaja ditinggalkannya dan anehnya justru kembali berada di tangannya seolah pertanda jika takdir mengharuskannya untuk tetap berada dan mengajar di sekolah tersebut dan bukannya berada di sisi Nui.
Ann tiba di sekolah terapung tapi sayang sekolah terapung dalam kondisi gelap… tidak ada seorang pun disana yang artinya anak-anak sudah kembali ke rumah mereka masing-masing. Lalu dimana Pak Song? bukankah hari ini adalah hari kedatangan Pak Song? Ann menunggu sejenak dan memutuskan kembali pulang. Saat perahu berbalik, sekolah terapung mendadak berpendar terang dihiasi lampu-lampu yang menyala mengelilinginya. 
Ann berjalan mengecek setiap ruangan hingga tiba di sebuah ruangan tepatnya di dapur, Ann bisa melihat sosok pria sedang duduk berjongkok dan sibuk mengerjakan sesuatu.
“Paman, kamu sudah kembali? Tunggu sebentar, sebentar lagi aku selesai” teriak Song dan masih sibuk dengan alat-alat listrik di hadapannya. Sebuah buku diary terjulur ke hadapannya. Song terdiam sesaat dan seketika berbalik. Sosok wanita muda, cantik sedang tersenyum kepadanya dengan mata berkaca-kaca.
“Halo Bu Ann” sapa Song dan menerima buku diary pemberian Ann. “Halo Bu Ann!” teriak Song sekali lagi. Bunyi mesin genset meredam suaranya dan mengharuskannya berteriak. 
Ann tertawa begitupun dengan Song “Halo juga Pak Song!” balas Ann senang. Setelah perjuangan yang panjang dan melelahkan akhirnya mereka bisa bertemu…

Jatuh cinta pada orang yang tak pernah kamu temui tidaklah mustahil….^^


THE END.... 


12 komentar:

  1. keren ceritanya
    makasih ya udah nulis sinopnya
    riefa^^

    BalasHapus
  2. Tapi masih susah untuk percaya..
    Padahal udah da title "based true love story:

    BalasHapus
  3. Film ini memang sangat menyentuh. Makasih ^_^

    BalasHapus
  4. memang menyentuh kali film ini dan megajarkan banyak arti hidup

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Ceritanya banyak menginspirasi kita (apalagi seorang guru). Oh ya, (gak terlalu penting sih..) Kan anak murid Ann (7). Song(4) 3nya k'mana ? /thanks penulis yg udh menyguhkan kita sebuah cerita ini. Sukses selalu.. :-D

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...