Rabu, 07 Mei 2014

[Recap] New Tales Of Gisaeng Episode 41


EPISODE 41
Obat patah hati adalah mencari cinta yang baru
Kyle “Aku sudah jatuh cinta padamu”



Ibu Da Mo terlihat menyisir sebuah wig seukuran bahu… saat suaminya masuk, Ibu Da Mo meminta suaminya untuk mengenakannya. Bukankah suaminya sudah berjanji akan memakainya jika kalah taruhan dan sekaranglah waktunya. Ayah Da Mo awalnya ogah-ogahan namun ketika –maaf- sudah berada di bawah pengaruh minuman, Ayah Da Mo terlihat sangat menikmatinya. 
“Andrew bagaimana Ayah terlihat?” tanya Ayah Da Mo pada Andrew yang duduk di atas sofa namun Andrew hanya terdiam… tawa terdengar di seantero kamar disusul dengan suara nyanyian. Ayah Da Mo terlihat sangat senang dan mulai bernyanyi ditemani Andrew sementara sang istri buru-buru pergi ketika menerima telpon dari temannya dan tak sempat menyaksikan kejadian langka dalam hidupnya.
Son Ja mengingat kejadian yang terjadi di pernikahan Sa Ran. Buket bunga yang seharusnya ditangkap sahabat SMA Sa Ran justru melambung tinggi dan jatuh di pangkuan Gong Joo… dan menurut mitos “jika seseorang menangkap buket bunga pengantin, maka dalam waktu 6 bulan dari sekarang mereka akan menikah”. Kekhawatiran jelas tergambar di wajah Son Ja. Son Ja segera menelepon Gong Joo untuk sekedar menanyakan kondisinya. Gong Joo untuk sementara waktu hanya seorang diri di rumah karena ke dua orang tuanya masih berada di rumah sakit.

Eun Ja tersenyum seorang diri di kamarnya. Saat ini pasti Sa Ran sedang tertidur di lengan Da Mo, bagaimana rasanya jika hal tersebut terjadi padanya juga dan orang yang dicintainya? Pasti sangat menyenangkan….
Keesokan harinya
Da Mo terbangun…. Saat membuka mata, wajahnya seketika menunjukkan raut kesal. Bagaimana tidak, yang diinginkan setiap pasangan adalah melihat wajah sang istri/suami ketika pertama kali membuka mata tetapi yang terjadi Sa Ran justru memunggunginya dan bukannya berada dalam pelukannya. Ketika Sa Ran bangun, Sa Ran menjelaskan jika dirinya takut kalau lengan Da Mo akan terluka karena menahan beban yang cukup berat semalaman. Masa, hanya gara-gara itu Da Mo marah?

Tak hanya Da Mo, Ayahnya juga merasakan hal yang sama. Sewaktu bangun di pagi hari, dirinya terkejut dengan penampilan barunya. Sebuah wig terpasang di kepalanya dan itu artinya sepanjang malam wig tersebut terus dikenakannya. Memalukan…
Kekesalan Ayah Da Mo dilampiaskan pada sang istri. Tak hanya membuatnya memakai wig sepanjang malam tetapi juga karena semalaman istrinya tak pulang demi mengurusi temannya yang keracunan obat akibat suaminya berselingkuh.
Nenek memanggil Hyo Ri ke rumah… masalah Ra Ra ingin menjadi seorang Gisaeng dan menjadi penerus sekaligus pemilik Buyonggak tidak bisa didiamkan begitu saja terlebih Ra Ra masih memiliki ke dua orang tua. Hyo Ri terkejut mendengarnya, bagaimana bisa putrinya memiliki pikiran sepicik itu? Masih banyak hal yang bisa dikerjakan Ra Ra selain menjadi Gisaeng….

Hyo Ri bergegas menuju Buyonggak untuk menemui Joo Hee, mengkonfirmasi ucapan Ibu Mertuanya tersebut. Pasti Ibu Mertuanya tersebut salah dan semua yang didengar Hyo Ri barusan hanyalah sebuah keisengan semata.
Ketika bertemu Joo Hee, Joo Hee membenarkan semua yang dikatakan mantan Ibu Mertuanya… air mata seketika membasahi wajah Hyo Ri, bagaimana bisa putrinya memilih menjadi Gisaeng? Bagaimana bisa Ra Ra memiliki pikiran seperti itu? Ya, semua ini terjadi karena Joo Hee, jika saja Joo Hee tak bercerai dengan Eo San maka Ra Ra tak akan memilih jalan ini… jika saja Joo Hee tak egois untuk mengejar cinta pertamanya maka Ra Ra akan tetap menjadi gadis manis dan menghabiskan waktu dengan teman-temannya. kenapa Joo Hee tak memilih menyimpan identitasnya sebagai pemilik asli Buyonggak, kenapa?

Ra Ra memanggil ke dua orang tuanya untuk bertemu di rumah, menjelaskan mengenai alasannya ingin menjadi Gisaeng di Buyonggak. Semua yang terjadi sejak dirinya berada dalam kandungan hingga yang terjadi padanya sampai detik ini, membuat Ra Ra berpikir jika semuanya adalah jalan hidup yang sudah digariskan untuknya. Keputusan Ra Ra untuk menjadi seorang Gisaeng tak ada yang bisa mencegahnya atapun merubahnya termasuk Hyo Ri, Ibu kandungnya. Hyo Ri sama sekali tidak memiliki wewenang untuk melakukannya karena sewaktu dirinya masih di dalam kandungan dan terlahir ke dunia, Hyo Ri malah memberikan putrinya pada orang lain.
Pasangan pengantin baru kita kembali dari bulan madu mereka
Hal yang pertama kali mereka lakukan adalah menjenguk ke dua orang tua Sa Ran dan menemui Ibu Da Mo untuk memberikan penghormatan. Tak hanya itu, tujuan kedatangan Da Mo-Sa Ran ke rumah Da Mo adalah untuk membawa Andrew pergi. Bagaimanapun, awalnya Andrew adalah anjing Da Mo yang dibelinya sebagai hadiah untuk sang Ayah dan tidak ada salahnya jika Da Mo mengambilnya kembali.

Ibu Da Mo terlihat ketakutan ketika suaminya pulang. Ibu Da Mo mengetahui dengan jelas kebiasaan sang suami ketika kembali ke rumah, hal yang pertama dilakukannya adalah mencari Andrew…. Dan benar saja, ketika menyadari Andrew tak ada di rumah, membuat emosi sang suami memuncak terlebih ketika mengetahui jika Da Mo membawa Andrew pergi.
Ayah Da Mo segera menelepon putranya meminta Da Mo untuk membawa Andrew kembali… Ayah Da Mo bahkan menawarkan sejumlah uang namun Da Mo tetap tidak ingin mengembalikannya. Tak ada jalan lain selain menemui Da Mo dan melakukan negosiasi. Kehilangan Andrew sama saja kehilangan separuh hidupnya…. 

Da Mo menyembunyikan Andrew di dalam kamar…. Ayahnya tak boleh membawa Andrew pulang sebelum menyetujui keinginan Da Mo-Sa Ran. Saat Ayah Da Mo tiba di apartemen Sa Ran-Da Mo hal yang pertama dicarinya adalah Andrew dan bukannya menanyai bagaimana keadaan mereka dan juga perasaan mereka setelah menikah. Tak hanya itu, Ayah Da Mo berkomentar karena apartemen Da Mo terasa sangat panas, harusnya ada ac disini. Da Mo segera mengatakan keinginannya kepada Ayahnya. Bagi Ayahnya, Andrew adalah hal yang sangat penting dalam hidupnya dan sebaliknya Da Mo pun merasakan hal yang sama… hidup tanpa Sa Ran seolah dunianya runtuh. Da Mo akan mengembalikan Andrew dengan syarat Ayahnya mengijinkan dirinya dan Sa Ran tinggal di rumah, hanya itu tak lebih. Jika Ayahnya tidak menyetujuinya tidak apa-apa, Ayahnya bisa membeli Anjing dengan jenis yang sama dan memperlakukannya sama seperti Andrew.
Ayah Da Mo tentu saja tak setuju dengan negosiasi Da Mo, dirinya memutuskan pergi meninggalkan kediaman Da Mo. Kali ini Da Mo membiarkan Ayahnya, tak ada bujukan ataupun rengekan permohonan yang terdengar. Da Mo mengenal dengan baik kepribadian Ayahnya. Ayahnya tak akan bisa hidup tanpa Andrew dan tinggal menunggu waktu saja hingga Ayahnya menyetujui keinginannya.
Kekesalan ditunjukkan Ayah Da Mo ketika kembali ke rumah… istrinya memberi saran agar suaminya membeli lagi Anjing dengan jenis yang sama namun Ayah Da Mo justru memarahinya… apakah sebegitu mudahnya, Andrew tergantikan dengan hewan peliharaan baru?
Sementara itu Sa Ran menatap wajah Da Mo yang tertidur pulas disampingnya… pertemuannya dengan wanita yang ditemuinya saat menemani Da Mo ke tempat akupuntur kembali diingat Sa Ran…

We’re going to go through everything together, so don’t worry… I’ll be with you together with end

Keesokan harinya
Sa Ran menemui Hyo Ri dan juga Nenek Ra Ra. Sa Ran menjelaskan jika dirinya sudah meminta kepada Hwa Ran dan yang lainnya agar memberikan kesulitan kepada Ra Ra hingga akhirnya Ra Ra tak betah di Buyonggak dan memutuskan keluar… Sa Ran sepertinya melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Da Mo padanya dulu^^
Sa Ran kemudian bergerak menuju tempat lain yaitu Eunsung Grup… ayah Da Mo memintanya datang dan menyetujui keinginan Sa Ran-Da Mo agar bisa kembali ke rumah tapi dengan satu syarat, Sa Ran harus memiliki anak dalam jangka waktu 1 tahun, jika tidak Sa Ran harus meninggalkan rumah dan juga Da Mo…. Dan perjanjian mereka berdua tidak boleh ada yang mengetahuinya termasuk Da Mo.

Sa Ran memutuskan ke gereja untuk berdoa.
Tolong bantulah aku jadi aku bisa hidup dengan Da Mo dalam kesenangan, kesedihan, sakit ataupun sehat 

Aksi untuk membuat Ra Ra tak tenang di Buyonggak mulai dilaksanakan… dimulai dari Hwa Ran yang meminta Ra Ra untuk menjalankan training sebagai Gisaeng dengan menjadi penari mulai hari ini dan berlanjut kepada para Gisaeng yang tak menunjukkan rasa simpati ataupun kagum ketika mendengar cerita Ra Ra tentang betapa antusiasnya dirinya karena mulai diijinkan menari.
Sepulang Da Mo bekerja, Sa Ran segera memberitahukan keputusan Ayah Da Mo. Da Mo sedikit terkejut dan tak menyangka jika Ayahnya akan merubah pikirannya secepat ini. Da Mo senang mendengarnya namun di sisi lain terselip sebuah kesedihan disana. Da Mo meminta maaf kepada Sa Ran, istrinya. Mereka harus berada dalam kesulitan seperti ini terlebih ketika mereka tinggal di rumah Da Mo nanti, hal yang jauh lebih sulit dan melelahkan hati akan menanti mereka berdua. 
Ra Ra resmi memulai pekerjaannya sebagai Gisaeng training hari ini. Tak mudah bagi Ra Ra melakukan semuanya terlebih di hari pertamanya, Ra Ra harus menyapa para tamu dan langsung menemani mereka minum. Berbanding terbalik dengan Sa Ran… Alhasil, Ra Ra mabuk berat dan harus dipapah kembali ke kamar. Entah kenapa aku merasa Ra Ra tidak memiliki pesona seorang penari, tidak seperti Sa Ran, hehehehe^^
Gong Joo baru saja selesai mencuci piring. Hpnya berbunyi, Son Ja mengatakan jika dirinya berada di sekitar apartemen…. Gong Joo bergegas menemui Son Ja dan mendapati Son Ja dalam kondisi mabuk. Ucapan Son Ja yang terlihat ngawur tak diperdulikan Gong Joo. Son Ja mengatakan jika dirinya akhir-akhir ini terus saja dihantui bayangan Gong Joo. 
Ayah Da Mo masih menyesali keputusannya menerima Sa Ran datang ke rumahnya… tak cukup dengan menghadiri pernikahan Sa Ran dan putranya sekarang Ayah Da Mo harus membiasakan diri melihat Sa Ran setiap hari di tempat yang sama. Jika bukan karena Andrew, dirinya tentu saja tak akan pernah melakukannya. Istrinya mengingatkan jika Sa Ran adalah pilihan Ibu mereka, namun Ayah Da Mo segera membalas jika Ibunya belum mengetahui asal usul Sa Ran makanya dia menjatuhkan pilihan pada Sa Ran.
Keesokan harinya
Saat sedang menghabiskan waktunya dengan memakan es krim di sebuah kafe, Ra Ra tanpa sengaja bertemu dengan pria berkepala plontos yang ditemuinya beberapa waktu lalu di gedung tempat pernikahan Sa Ran digelar. Ra Ra segera menyembunyikan mukanya namun pria tersebut lebih dulu melihat dan mengenali wajah Ra Ra. Sebuah senyuman dilemparkan Ra Ra, Ra Ra kemudian memutuskan segera pergi karena terlalu malu jika harus berada terlalu lama di dekat Kyle, seseorang yang akan menjadi sosok yang special di hatinya nanti. ^^

Sa Ran-Da Mo resmi tinggal di rumah Da Mo, rumah dimana Sa Ran-Da Mo harusnya berada. Ibu Da Mo terlihat senang melihat Sa Ran, hari-harinya akan semakin berwarna dan tak akan kesepian lagi dengan kehadiran menantunya… Ibu Da Mo berpesan kepada Sa Ran agar tak terlalu mengambil hati perkataan Ayah mertuanya, seiring berjalannya waktu… Ayah Da Mo pasti akan menyukainya.
Sa Ran mengangguk setuju, sekarang yang perlu dikhawatirkan adalah Ibunya. Sa Ran sudah sering mendengar perlakuan Ayah mertuanya terhadap istrinya dan Sa Ran setahap demi setahap akan mengubah semuanya. Mengubah paradigma Ayah mertuanya yang menganggap istrinya hanya sebagai seorang pelengkap hidupnya saja dan yang lebih parahnya, sebagai seorang pembantu.
Ibu, aku akan membuat sehingga Ibu mendapatkan cinta dan kasih sayang mulai sekarang

Takdir kembali mempertemukan Ra Ra dengan Kyle…
Sekarang adalah waktunya Ra Ra belajar bahasa inggris… Ra Ra sedikit terkejut ketika seorang pria yang sudah 2 kali ditemuinya tiba-tiba masuk ke dalam ruangan tempatnya belajar, usut punya usut…. Pria tersebut ternyata adalah guru bahasa inggrisnya. Ra Ra hanya tersenyum ketika Kyle berucap “kita bertemu lagi” dan menyuruhnya memperkenalkan diri sebagai tanda dimulainya proses belajar mengajar.
Kyle terlihat berpikir dan kemudian memutuskan menemui Hwa Ran. Biaya sewa rumahnya akan dinaikkan dan Kyle tidak tahu akan tinggal dimana lagi. Kyle meminta tolong kepada Hwa Ran agar mengijinkannya tinggal di Buyonggak dan sebagai gantinya, Kyle akan mengajar karyawan pria berbahasa inggris. Hwa Ran terlihat antusias tetapi apakah tidak memberatkan Kyle ke depannya, namun Kyle menjawab tidak… lagipula Bong Yi tadi sempat meminta Kyle untuk mengajarkannya bahasa inggris.
Para Gisaeng kembali menjalankan rencananya untuk membuat Ra Ra tidak tenang di Buyonggak… saat salah satu Gisaeng tengah sibuk meramal tangan gisaeng lainnya, Ra Ra tiba-tiba muncul dan merasa penasaran ingin diramal juga. Sayang, Gisaeng tersebut enggan melakukannya dan memilih mengacuhkan Ra Ra. Tak hanya para Gisaeng, Eun Ja pun mulai mengambil perannya. Ketika Ra Ra mengeluhkan nasi di mangkoknya yang terlalu banyak, Eun Ja mengomel dan mengatakan jika Ra Ra seperti seorang Bos….

Ayah Da Mo pulang bekerja… Sa Ran dan Ibu Da Mo menyambutnya namun yang terjadi, Ayah Da Mo memilih mengabaikan Sa Ran dan beralih bertanya pada istrinya “dimana Andrew?” dan dijawab jika Da Mo sedang mengajaknya berjalan-jalan.
Saat sedang menghabiskan waktunya dengan bersantai, Sa Ran datang dengan membawa sebuah nampan yang diatasnya terdapat gelas yang berisi cairan jus berwarna orange. Sa Ran mengatakan kepada Ayah mertuanya untuk meminumnya karena sangat bagus untuk kesehatan dan menghilangkan lelah. Awalnya Ayah Da Mo menolak namun begitu mencicipinya, segelas jus langsung habis diteguknya. Istrinya sontak terkejut dan berusaha menahan tawa “apa begitu enak?”
Da Mo pulang dan tentu saja membawa Andrew bersamanya… Sa Ran mengajak suaminya berbicara. Sa Ran berucap jika Ayah mertua mengatakan dirinya ceroboh, Da Mo juga harus ikut menimpali dan berucap hal yang sama atau melebihkannya. Da Mo menolak, kenapa dia harus melakukannya? Sa Ran menjawab jika Da Mo harus menunjukkan sisi baiknya terlebih ketika telah menikah... dengan begitu Ayahnya akan meminta Da Mo kembali lagi ke Perusahaan.
Ketukan halus terdengar di pintu… Ibu Da Mo masuk dan mengatakan kepada Sa Ran jika Ayah Da Mo sangat menyukai jus sayur buatan Sa Ran. Sa Ran hanya tersenyum dan berucap jika akan tiba waktunya Ibunya akan diperlakukan layaknya seorang istri nanti.

Keesokan harinya
Waktu belum menunjukkan pukul 5 namun Ayah Da Mo sudah terjaga… ayah Da Mo mulai membayangkan reaksi Sa Ran ketika melihat mertuanya bangun lebih dulu. Ayah Da Mo bahkan sudah mempersiapkan apa yang akan dikatakannya nanti begitupun dengan ekspresi kemarahannya. Sayang, semuanya hanya bayangan semu semata karena ketika dirinya membuka pintu kamar, anak dan menantunya telah menunggu lengkap dengan pakaian hanbok mereka.
Sa Ran-Da Mo memberi salam hormat mereka. Ini pertama kalinya mereka bisa memberi hormat setelah menikah dan resmi tinggal di rumah kepada Ayah Da Mo. Tetapi lagi dan lagi Ayah Da Mo tak menanggapinya dengan serius dan berbalik marah… ayah Da Mo sepertinya marah karena hal yang diharapkannya terjadi justru yang terjadi adalah sebaliknya.
Ra Ra terbangun ketika menyadari Gisaeng lainnya bangun dan meminum segelas teh madu… Ra Ra masih bisa menerima jika dirinya tak mendapat jatah segelas teh madu tetapi ucapan serta sindiran mereka membuat Ra Ra hanya bisa terdiam dan menahan semuanya di dalam hati “seharusnya yang menyiapkan semua ini adalah gisaeng baru… kita tidak bisa menyuruhnya, dia adalah putri presiden, nanti kita bisa dipecat”.

Sa Ran dan Da Mo berusaha menahan tawa saat Ayahnya terlihat lahap menyantap sarapan yang dihidangkan di atas meja dan dimasak dengan sangat baik oleh Sa Ran… kritikan pastinya tetap ada namun Da Mo memilih tetap tenang dan mengikuti instruksi yang pernah dikatakan Sa Ran padanya. Da Mo membela Ayahnya dan menambahkan kalimat jika Sa Ran harus mendengarkan dengan baik ucapan Ayah mertuanya.
Sa Ran mengantar Ayah mertuanya hingga ke depan pintu dan sekaligus mengantar suaminya, Da Mo. Sa Ran memuji Da Mo karena sudah melakukan semuanya dengan sangat baik…. ^^

Son Ja mulai hari ini pindah ke rumah Kang San, Ayahnya
Dan, Kyle juga pindah ke Buyonggak… dan mulai dari episode ini, kita tidak bisa lagi melihat sosok Ahjussi Saeng Kang.
Sa Ran mengajak Ibu mertuanya jalan-jalan ke supermarket… Ibu Da Mo merasa sangat senang. Sejak kehadiran Sa Ran di rumah mereka, Ibu Da Mo merasakan banyak perubahan terutama pada dirinya. Sa Ran menyarankan kepada ibu mertuanya agar mengirimkan sms kepada Ayah Da Mo (meminta dibelikan es krim)… Ayah Da Mo awalnya mungkin tidak akan merespon dan mengabaikannya tetapi Ibu mertuanya tidak boleh menyerah. Ayah Da Mo harus menyadari betapa berharganya keluarganya dibandingkan pekerjaan dan juga Andrew. 
Kyle melihat Ra Ra tengah sibuk membaca buku. Kyle memutuskan mendekati Ra Ra
“Apa nama buku itu ?” tanya Kyle dan berhasil membuat Ra Ra menyadari kehadirannya
“Hyeok Hyeok” jawab Ra Ra dan menunjukkan judul buku pada Kyle
“Oh , ah kau benar . Itu agak lucu” ucap Kyle “Apakah aku membuatmu tidak nyaman?” tanya Kyle karena Ra Ra tiba-tiba berdiri berniat meninggalkannya
“Tidak” jawab Ra Ra dan memilih kembali duduk
“Aku tinggal di sini mulai hari ini” ucap Kyle berusaha mengakrabkan diri dengan Ra Ra
“Aku mendengarnya”
“Kamu tidak ingin tahu alasannya kenapa?” tanya Kyle
“ Mengapa ?” tanya Ra Ra
“Aku sudah jatuh cinta padamu”

BERSAMBUNG


Arggghhhh, ceritanya semakin seru… Son Ja sudah mulai menunjukkan rasa ketertarikannya pada Gong Joo meskipun Gong Joo masih adem ayem saja dan tidak menangkap sinyal cinta Son Ja, begitupun dengan Kyle. Senang akhirnya Ra Ra bisa menemukan calon sosok suami idaman meskipun Kyle tak seganteng Jin Am tetapi Kyle nantinya akan jauh lebih mencintai Ra Ra dengan tulus, tanpa mengharapkan apapun.
Nggak ngebayangin gimana reaksi Hyo Ri dan Kang San ketika mengetahui calon menantunya lagi-lagi bukan warga asli Korea dan memiliki bola mata berwarna biru. Penasaran bagaimana cara Kyle untuk mengeluarkan Ra Ra dari Buyonggak, apakah seekstrim dan segila Da Mo ataukah dengan cara yang jauh lebih lembut. Plus satu lagi, kisah cinta Eun Ja-Dan Se… sampai di episode 41 mereka belum menunjukkan kemajuan apapun.
Oh ya, Sub judul setiap episode itu hanya buatanku saja ya fams, sebagai bumbu pelengkap saja.
Annyeong dan jongmal kamsahamnida untuk setiap support dan komentarnya. Sekali lagi maaf belum bisa balas satu persatu^^

13 komentar:

  1. Waaaahhhh memang tambah seru.. Kocak abiiss episode ini.. >.<
    Sukaaaa deh
    Oh ya, ahjussi Saeng Kang kmn mbk? kug katany mulai episode ini g ada..

    BalasHapus
  2. wuaahhhh,,,,,,,,,,,,,, leganya,,,, jadi tidak sadar dengan lanjutan ceritanya,,,,,,, Jongmal Kamsahamnida eonni,,,,,jangan berhenti menulis recapnya ya,,,,

    BalasHapus
  3. Jadi makinnn penasarann.. >.< semagat ya eonni bikin recap nya.. Selalu di tunggu.. Tapi kalo gak sibuk bisa seharai 2 episode gitu?? Hehehe ;)
    Pokoknya hwaiting dan jongmal kamsahamnida eonni ;)

    BalasHapus
  4. Aaahh... Jadi bahagia melihat mreka bahagia..

    BalasHapus
  5. Makin penasaran ma kelakuan ayah mertua Sa Ran nanti, pastinya makin 'Wow aku tercengang' menyadari kesempurnaan menantunya dan juga betapa beruntungnya dia mempunyai menantu sperti Sa Ran. Pasti Andrew terlupakan deh...
    Yg makin buat penasaran adalah bagaimana pertemuan Sa Ran ma ortu kandungnya, dan juga Ra Ra... Saat dia tau ternyata oh ternyata Sa Ran adalah sepupunya.
    Ahjussi Saeng Kang pergi kemana?
    Btw, kpanjangan yak... Mian...
    Gumawo Dewi-ah, tetep cemungut... Ditunggu recap selanjutnya...

    BalasHapus
  6. Kamsahamnida eonni..:) oya jgn smpe ngga ngposting ya eps slnjut nya..ditunggu stiap hri..kcuali hri lubur ya..:) jongmal kamsahamnida ƪ(˘⌣˘)Ʃ

    BalasHapus
  7. Gomawoo eonni..:)
    Aku pengen liat ekpresiny ayah damo,ktika dia tau bahwa saran ank Dr geum temannyaa..bagaimana ya reaksinya..

    BalasHapus
  8. Aigooo
    makin penasaran ajja aku
    ayooo semangat untuk terus kasih recap'a ya mba dew
    keep writing

    BalasHapus
  9. woowwwwww, tambah penasaran tuk episode selanjutnya.... semangat ya eonni......

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...