Tampilkan postingan dengan label On Air. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label On Air. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Desember 2011

Drama Korea On Air di LBS TV

Annyeonghaseyo chingdeul....
Entah untuk ke berapa kalinya, LBS tv mererun drama yang satu ini...
Bosan????
Sama sekali nggak.... Dewi justru harus berterima kasih karena bisa ngeliat wajah Ahjumma Song Yon Ah lagi (ngefans sama Ahjumma semenjak ngeliat dia di drama korea Hotelier) dan pertama kali tahu tentang drama yang satu ini juga dari LBS tv. (tiba-tiba ingat ma Ari dan Asri)


Drama Korea On Air sendiri bercerita mengenai : dunia pertelevisian/entertainment terutama hubungan antara artis, penulis naskah, manager artis dan sutradara. Seo Young-eun adalah seorang penulis naskah terkenal yang sudah banyak menghasilkan karya dan selalu meraih rating tinggi. Namun semua itu berbanding terbalik dengan kehidupan pribadinya.Seo Young-eun harus bercerai dengan suaminya yang kedapatan berselingkuh. 

Seo Young-eun memiliki seorang putra yang harus bolak balik tinggal dengan dirinya dan suaminya. Suatu hari Seo Young-eun ditawari untuk menulis naskah sebuah drama. Seo Young-eun semula setuju tetapi ketika dia tahu kalau artis yang akan berperan di drama yang dia tulis nanti adalah Oh Seung-ah, Seo Young-eun menolak mentah-mentah.

Lima Tahun yang lalu sebelum Seo Young-eun terkenal seperti sekarang dia pernah memperlihatkan hasil tulisan pertamanya kepada Oh Seung-ah. Oh Seung-ah menolak bermain jika naskah yang ditulis Seo Young-on yang jadi resensinya. Seo Young-eun sakit hati dan dendam sampai sekarang dengan Oh Seung-ah.

Oh Seung-ah terkenal judes, sombong, dan berbuat seenaknya sendiri. Oh Seung-ah menolak bermain karena hasil tulian Seo Young-eun dianggap kurang bagus dan bisa merusak citranya sebagai artis terkenal.

Seorang Manajer artis bernama Jang Ki Jun, 7 tahun yang lalu sempat menyelamatkan Oh Seung-ah yang hampir tertipu oleh seorang pria yang ngaku-ngaku manajer artis terkenal dan Jang Ki-jun juga meminjamkan uang dan payung kepada Oh Seung-ah. Sebagai balas budi Oh Seung-ah minta bergabung dengan manajemennya karena kontraknya dengan SW entertainment sudah habis dan tidak diperpanjang. Jang Ki-jun sangat senang apalagi perusahaannya hampir bangkrut dan hanya memilki 2 orang aktor kurang berbakat.

Selasa, 07 Juni 2011

[Sinopsis] On Air Episode 3

Annyeonghaseyo Chingu....
Lumayan lama ya dewi nggak nulis, hehehehe...
Sesuai permintaan dira, dewi lanjutin lagi sinopsis On Air Episode 3 yang sempat tertunda...
Okey, selamat membaca...
Kamsahmnida.....
http://www.smileycodes.info

Young eun masih mengingat ucapan Kyung min yang mengatakan kalau dirinya terlalu egois dan hanya memikirkan rating dari drama yang dibuatnya tanpa memperhatikan isi dan pesan yang dipetik dari drama yang dibuatnya.
Young eun kemudian membereskan barang-barangnya yang berserakan di meja dan tanpa sengaja menemukan sebuah korek gas kepunyaan Kyung min yang kebetulan tertinggal. Young eun tersenyum membaca tulisan yang tertera di badan korek gas “Pemijat Lyly” (hehehe, sepertinya Kyung min mendapatkan korek gas tersebut sebagai souvenir).
Ki joon melihat kesekeliling dan mulai memperbaiki pakaiannya. Ki joon berhenti di depan sebuah rumah yang terlihat lumayan mewah dan rumah tersebut adalah rumah artis terkenal Seung ah. Ki joon mulai menarik nafas untuk menghilangkan rasa grogi yang sekarang sedang bersarang dalam tubuhnya.
Perlahan-lahan Ki joon memberanikan diri untuk memencet bel siempunya rumah. Tidak ada reaksi dari dalam rumah. Ki joon memutuskan untuk memencet bel lagi untuk yang ke dua kalinya, tiba-tiba pintu rumah terbuka sebelum Ki joon sempat memencet belnya.
Ki joon terkesima sekaligus terpana melihat isi rumah Seung ah yang terlihat wah dan pintu yang bisa terbuka dan tertutup secara otomatis. “Nona Oh Seung ah” panggil Ki joon, tidak ada jawaban “Nona Oh Seung ah, aku sudah datang” ulang Ki joon dan mulai masuk lebih dalam ke rumah Sung ah.
“kau sudah datang” sapa Seung ah. Ki joon tersenyum sekaligus senang melihat Seung ah.
Ki joon kemudian memberikan surat perjanjian kontrak kepada Seung ah. Disaat Seung ah membaca surat perjanjian, Ki joon mendekati sebuah lemari yang berisi banyak parfum dan merupakan salah satu koleksi Seung ah. “kau menyukai parfum juga?” tanya Ki joon namun Seung ah hanya melirik sebentar ke arah Ki joon dan kembali membaca surat perjanjian kontrak.
“baiklah” ujar Seung ah dan menandatangani surat perjanjian kontrak. Ki joon tersenyum senang dan ikut menandatangani surat perjanjian kontrak sebagai kesepakatan dari dua belah pihak.
“aku ingin kau yang menjadi sopirku” ucap Seung ah. Ki joon jelas terkejut dan tak menyangka Seung ah akan mengatakan hal seperti itu. “kenapa harus aku?” tanya Ki joon “memangnya kenapa, aku lebih menyukai jika managerku yang mengantarku” jawab Seung ah cuek. Ki joon menolak karena ternyata dirinya saat ini tidak mempunyai mobil. “dimana kantormu?” tanya Seung ah lagi. Ki joon lagi-lagi terkejut. Hal itu membuat Seung ah kesal “aku akan menahan ini sampai kau mempunyai mobil dan kantor” ucap Seung ah dan mengambil surat kontrak dari tangan Ki joon.
Kyung min menghela nafas begitu sampai di Bandara Incheon, Seoul. Usahanya untuk membawa Young eun kembali ke Seoul gagal. Hal itu membuat Kepala Editor kang menjadi marah dan kesal “hah, panas sekali, kenapa di cuaca sedingin ini udaranya panas sekali” keluh kepala editor kang begitu melihat Kyung min dan mendengarkan semua ucapannya. “bagaimana jika berita ditolak Penulis Seo tersebar keluar, tidak akan ada lagi yang mau kesini” tambah Kepala Editor Kang. Kyung min mengatakan kalau mereka bisa mencari referensi cerita dari sebuah novel dan hal itu membuat Kepala Editor Kang semakin kesal.
Young eun terlihat terburu-buru dan mulai membereskan barang-barangnya. Sementara itu tepat disampingnya, sahabatnya memesankannya sebuah tiket untuk kepulangannya ke Seoul. “Semua karena orang bodoh itu” ucap Young eun.
Begitu sampai di Seoul, Young eun bukannya beristirahat malah harus terlibat perdebatan dengan Hye Kyung yang terus saja menyalahkannya terutama mengenai kejadian sewaktu di Taiwan dengan Kyung min.Young eun tentu saja berusaha membela diri dan tidak terima diperlakukan seperti itu, karena menurutnya tindakannya adalah benar. “aku akan berbicara dengan Kepala Editor Kang” ucap Young eun.
Young eun memutuskan menemui Kepala Editor Kang dan mengatakan kepadanya jika dia bersedia bekerjasama dengan dirinya, maka pihak SBC harus menunggu sampai bulan 7. Kepala editor Kang jelas terkejut dengan ucapan Young Eun “Penulis Seo” panggil Kepala Editor Kang namun Young eun terus saja berjalan dan sebelumnya sempat meninggalkan oleh-oleh khas negeri Taiwan untuk Tuan Kang.
Kepala Editor Kang dengan emosi yang meluap-luap menemui Kyung min dan kembali memarahinya. “apa yang sebenarnya sudah kau lakukan, kenapa dia tidak ingin membuat naskah untuk drama?” tanya Kepala Editor Kang yang menilai hasil kerja Kyung min selama di Taiwan tidak becus “aku sudah melakukan yang terbaik” jawab Kyung min dan tiba-tiba Hp-nya berbunyi.
Hye kyung mengajak Kyung min bertemu sekaligus makan siang bersama. Hye kyung membuka pembicaraan dengan menanyakan tentang kepergian Kyung min ke Taiwan. Hye kyung juga menyuruh Kyung min untuk bersabar karena sifat Young eun memang seperti anak-anak. Hye Kung kemudian meminta tolong kepada Kyung min untuk menasehati Young eun karena drama SBC yang terbaru sangat berarti baginya dan perusahannya. Kyung min hanya menjawab seadanya dan tidak menjawab YA atau TIDAK kepada Hye kyung.
Manager Jin memandangi layar computernya yang menunjukkan saham SW Entertainment terus mengalami penurunan. Apalagi ditambah dengan telepon beberapa rumah produksi yang tidak ingin memakai artis SW Entertainment selain Seung ah.
Cherry tiba-tiba masuk ke kantor Manager Jin dan mulai membicarakan tentang iklannya. Hal itu membuat Manager Jin kesal dan memutuskan keluar dari kantornya karena Cherry sama sekali tidak ingin keluar. “Oppa” panggil Cherry.
Ki joon dan anak didiknya mulai beres-beres dan memasukkan semua perabotan yang sebelumnya diletakkan di rumah KI joon. Ki joon juga menambah beberapa perabotan baru terutama untuk meja kerja Seung ah. Ki joon terlihat marah saat anak didiknya memegang laptop baru yang khusus disediakan Ki joon untuk Seung ah. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, Ki joon dan anak didiknya dengan semangat berlari untuk membuka pintu. “ya, silahkan masuk” teriak mereka bersamaan.
Semangat dan senyum di wajah Ki joon karena berhasil menyewa tempat baru untuk kantornya seketika berubah ketika melihat Manager Jin datang bersama anak buahnya beserta sebuah bingkisan ucapan selamat. “letakkan disana” ucap Manager Jin pada anak buahnya. “wah, kantor barumu terlihat sangat kecil ya” puji Manager Jin, tetapi sebenarnya hanya sebuah ejekan “ada apa kau datang kemari?” tanya Ki joon berusaha menahan marahnya “aku ingin mengucapkan selamat padamu saja, kasihan Seung ah seorang artis terkenal tetapi mempunyai kantor sekecil ini” jawab Manager Jin “urus urusanmu sendiri saja” ucap Ki joon “aku beritahukan padamu, memiliki artis seperti Seung ah bukan pekerjaan yang mudah, jaga dia baik-baik, aku pergi dulu” ucap Manager Jin “jaga dia juga baik-baik, Cherry, dia adalah anak yang baik dan ramah” ucap Ki joon sebelum Manager Jin pergi. Manager Jin hanya berbaik sesaat dan memandangi Ki joon dengan tatapan kesal kemudian pergi.
Manager Jin tidak sengaja melihat Seung ah yang baru saja turun dari mobilnya. Mereka sempat terlibat beberapa percakapan dan Manager Jin mengancam Seung ah kalau dia tidak akan tinggal diam melihat semua yang telah terjadi.
Seung ah sangat kesal dan menyuruh Ki joon untuk membuang bingkisan ucapan selamat yang dibawa Manager Jin. Ki joon hanya tersenyum saja.
Seung ah masuk ke dalam kantor dan mulai berkomentar “masih sama seperti yang dulu, tetapi dimana foto yang waktu itu?” tanya Seung ah ketika melihat meja kerja Ki joon yang sekarang sudah tidak terdapat foto seorang gadis yang tertempel di dinding tepat dibalik kursi Ki joon.
=Flashback=
Seung ah sedang berbincang dengan Ki joon yang saat itu sangat terkenal dalam mempromosikan artis-artis baru. Seung ah tidak mengenal kata putus asa dalam hidupnya jika menginginkan sesuatu dan sekarang hal itu terjadi lagi, Seung ah meminta kepada Ki joon untuk menerbitkannya sebagai artis baru. Seung ah menunjuk foto seorang gadis yang menjadi latar belakang di belakang kursi Ki joon dan Seung ah berkata jika dia bisa menjadi terkenal seperti artis itu, jika saja Ki joon mau membantunya. Ki joon tertawa dan menyuruh Seung ah pulang “tunggu hingga kau dewasa dulu” ucap Ki joon sambil tertawa (saat itu Seung ah masih bersekolah).
=Flashback end=
Seung ah bertanya kepada Ki joon apa pada waktu itu dirinya sama sekali tidak menyesal karena sudah menolaknya. Ki joon hanya tertawa dan menjawab sama sekali tidak menyesal, karena semua orang sudah mempunyai jalan hidup masing-masing.
Terdengar bunyi klakson dari bawah, anak didik Ki joon sambil tersenyum memperlihatkan sebuah mobil baru (seperti mobil A.N JELL di You’re beautiful chingu) yang sudah dihias secantik mungkin untuk dipakai Seung ah kemana-mana dalam urusan keartisannya. “mengapa masih membeli mobil bekas?” tanya Seung ah “daripada tidak ada sama sekali” jawab Ki joon. Seung ah menjauh dari Ki joon dan mendekati mobil van “kenapa tidak mencobanya?” tanya Seung ah dan melepaskan pita yang menghiasi mobil tersebut. Ki joon tersenyum dan sempat mengira Seung ah marah, karena Ki joon hanya mampu membelikannya sebuah mobil bekas .
Di dalam mobil, Seung ah mendapati sebuah map yang berisi daftar artis-artis yang dinaungi KI joon. Seung ah tanpa sengaja melihat foto Cherry di dalam map tersebut “bukankah ini dulu artismu yang direbut Manager Jin?” tanya Seung ah, KI joon yang sebelumnya sempat senang mendadak terdiam sesaat dan berusaha menjawab sebisanya “dia sudah memilih yang lebih baik dariku” ucap KI joon “bagaimanapun dan siapapun yang menjadi agensynya, tergantung dari diri kita sendiri untuk berhasil, berhenti di depan sana” ucap Seung ah. “kau cari naskah yang tidak dipakai orang lain” tambah Seung ah sebelum turun dari mobil. Ki joon hanya tersenyum.
Young eun dan Hye Kyung sedang berbelanja di sebuah butik (sebenarnya hanya Young eun yang berbelanja, Hye kyung sengaja menemani Young eun agar Young eun setuju menulis naskah untuk drama terbaru SBC. Young eun tetap pada pendiriannya kalau dia tidak akan menulis drama untuk SBC apalagi jika Kyung min menjadi sutradaranya.
Sementara itu di tempat lain, di sebuah rumah makan terlihat dua orang ahjumma yang sedang bertengkar hebat. Ahjumma yang satu merupakan pemilik tempat makan tersebut, sementara ahjumma yang satunya lagi adalah pembeli dan merupakan tetangga si pemilik tempat makan. Ahjumma pemilik tempat makan tidak terima jika anaknya diolok-olok tidak tahu dalam menulis naskah “itu memang kenyataannya, anakmu selalu menulis naskah kalau bukan tentang penyakit, pasti tentang orang kaya yang akhirnya menikah dengan gadis miskin” ucap Ahjumma pembeli “seenaknya saja kamu mengolok orang lain, kalau kau bisa ayo tulis naskah sendiri, ini pulpennya, ayo tulis sekarang” balas Ahjumma pemilik tempat makan yang tak lain adalah ibu dari Yung eun.
Di depan pintu, Young eun dan Hye kyung berdiri mendengarkan pertengkaran mereka. Young eun ingin masuk namun Hye kyung menghalanginya “jangan masuk, kau akan memperkeruh suasana”. Tiba-tiba ahjumma yang mengolok-ngolok naskah tulisan Young eun keluar dan masih berkomentar dan sama sekali tidak menyadari kehadiran Young eun yang berdiri tepat disampingnya, dia pun memutuskan pergi ketika Ibu Young eun juga keluar dan ikut berkomentar dan berhenti begitu melihat Young eun dan Hye kyung. “annyeoghaseyo” sapa Hye kyung. “omma berhentilah” teriak Young eun dan mulai menangis “kau sudah mendengarnya, aku hanya membelamu, karena dia sudah mengolok-ngolokmu, dimana Joon he?” tanya ibu Young eun “dia ke London” jawab Hye kyung “untuk apa dia kesana lagi?” tanya ibunya. Hp Young eun tiba-tiba berbunyi, Young eun menghapus air matanya dan berusaha mengatur suaranya agar tidak terdengar seperti orang yang habis menangis “yomseo” “ini aku Kyung min”.
Kyung min meminta Young eun untuk menemuinya sesuai dengan permintaan Hye kyung yang meminta Kyung min untuk menasehatinya. Kyung min meminta kepada Young eun agar bekerjasama dengannya dalam membuat ticket to the moon dan memberinya waktu untuk memikirkannya lagi. 
Sepulang dari bertemu dengan Kyung min, Young eun kembali menonton sebuah drama yang sudah ditulisnya. Rating dari drama tersebut memang bagus, tetapi pesan yang bisa dipetik dari drama tersebut sekali sedikit, dan lagi-lagi bertemakan tentang seorang gadis miskin yang dicintainya seorang pria kaya dan tema seperti itu sudah sering dibuat oleh Penulis lainnya.
Young eun hanya duduk mematung di kursinya dan mulai merasa hasil tulisannya memang tidak bagus. Da jung yang merupakan asisten Young eun ikut menonton disampingnya dan ikut berkomentar yang membuat Young eun sedikit kesal “tidak terlalu buruk bukan?” tanya Young eun “ya, begitulah, mau aku ikut berkomentar?” ucap Da jung “yaaaakkkkk” teriak Young eun.
Kyung min sedang makan bersama asistennya, tiba-tiba temannya datang dan memberitahukan kepadanya kalau Oh Seung ah sudah keluar dari agensi SW Entertainment dan lebih memilih bergabung dengan Agensi Jang Ki joon. Sutradara Lu yang kebetulan berada tidak jauh dari Kyung min terkejut bukan main bahkan tanpa disadarinya, kaset-kaset hasil editing yang berada digenggamannya terjatuh ke lantai. Sutaradara Lu terlihat menyesal sudah menolak Ki joon yang pernah datang kepadanya dan tidak mempercayai ucapan Ki joon yang mengatakan kalau Oh Seung ah meneleponnya. “kenapa aku begitu ceroboh” gumam Sutarada Lu pada dirinya sendiri dan tidak berhenti mengutuk dirinya yang terlalu bodoh. Sutradara Lu dengan cepat mengambil Hp dari dalam sakunya dan menelepon Ki joon.
“aku sudah salah menilaimu” ucap Sutradara Lu begitu Ki joon kembali ke meja dan membawa dua gelas kopi “aku tidak mengerti maksudmu?” tanya Ki joon heran “Oh Seung ah, kau sudah menjadi managernya bukan?” tanya Sutaradara Lu “oh, Oh Seung ah, iya, memangnya kenapa?” tanya Ki joon “saat itu aku berpikir kau hanya bercanda mengatakan Oh Seung ah meneleponmu, kalau saja kau serius sedikit” jawab Sutradara Lu. Ki joon yang mulai mengerti dengan maksud ucapan Sutaradara Lu, bersikap sok jual mahal “oh, aku dulu memang sengaja” jawab Ki joon “oh, mengenai dua aktormu aku akan mempertimbangkannya” ucap Sutarada Lu “oh, tidak perlu, ayo diminum nanti dingin” ucap Ki joon dan segera berlalu pergi dengan senyuman penuh kemenangan.
Ki joon menemui beberapa pihak rumah produksi yang ingin menawarkan kerjasama dengannya dan wartawan yang ingin mewawancarainya. Ki joon sedikit grogi sampai-sampai salah mengambil minuman yang seharusnya milik perwakilan rumah produksi. Ki joon berkata pada beberapa PH kalau dirinya harus membicarakan dulu dengan Oh Seung ah yang mana yang akan dipilihnya (wah hebat, Ki joon tidak seenaknya mengambil keputusan sendiri).
Ki joon juga tidak sengaja bertemu dengan salah satu temannya yang ingin meminjam uang padanya “hyaaaa, lunasi dulu hutangmu yang kemarin” teriak Ki joon. Setelah itu Ki joon bertemu dengan puluhan anak SMA yang merupakan fans fanatic Oh Seung ah. Ki joon terkejut melihat penampilan mereka yang sangat mirip dengan Oh Seung ah, mereka juga memberikan beberapa peralatan yang dibutuhkan Oh Seung ah dan mengancam KI joon untuk menjaga Oh Seung ah dengan baik. “hyakkk, sebaiknya perhatikan penampilan kalian dulu” ujar Ki joon dan mengacak-ngacak rambut mereka satu persatu.
Oh Seung ah menerima telepon dari temannya yang ingin mengkonfirmasi mengenai kabar tentang dirinya yang sudah keluar dari SW Entertainment. Seung ah membenarkannya dan melanjutkan menonton drama Love in Paris yang merupakan kebiasannya.
Keesokan harinya Oh Seung ah memanjakan dirinya ke salon dan tidak sengaja bertemu dengan Cherry. Cherry terlihat sangat senang dan tidak menyangka bisa duduk bersebelahan dengan Oh Seung ah seorang artis terkenal. Seung ah sama sekali tidak memperdulikan Cherry dan bahkan menyiram air ke wajah Cherry hingga dua kali karena sifat Cherry yang terlalu kekanak-kanakan, cara bicaranya yang sama sekali tidak sopan dan sebagai balas dendam atas sakit hati Ki joon karena Cherry memilih bergabung dengan SW Entertainment daripada bersama dengan Ki joon. Cherry terlihat sangat marah dan berusaha menahan tangisnya “kau, sebaiknya jaga ucapanmu, aku tidak takut pada siapapun kecuali pada diriku sendiri” ucap Seung ah.
Cherry melaporkan hal tersebut kepada Manager Jin , namun Manager Jin terlihat tidak perduli.
Young eun ke Bandara untuk menjemput Joon he yang baru saja pulang dari London, tempat tinggal ayahnya.
Young eun bertanya apa saja yang dilakukan Joon he selama bersama ayahnya. Joon he dengan antusias mulai bercerita kalau dirinya berjalan-jalan bersama ayahnya dan melihat kambing. “bagaimana keadaan ayahmu?” tanya Young eun “ayah baik, dia sudah melihat naskah buatan ibu yang dijadikan sebuah drama di televisi” jawab Joon he “bagaimana tanggapannya?” tanya Young eun lagi. Joon he terdiam dan Young eun sudah bisa menangkap maksud dari diamnya Joon he.
Young eun masuk ke kamarnya dan kembali melihat naskah ticket to the moon, tulisan pertamanya. Young eun kembali mengingat kata-kata Kyung min kalau dia tidak akan membuat Young eun malu jika bekerjasama dengannya. Young eun akhirnya menelepon Kyung min dan mengajaknya bertemu.
Young eun setuju bekerjasama dengan Kyung min, tetapi sebelumnya mereka kembali terlibat pertengkaran-pertengkaran kecil. Kyung min kembali mengungkit kejadian sewaktu di Taiwan saat dirinya membantu Young eun untuk mengambilkan cincinnya, “kau sama sekali tidak berterima kasih waktu itu” ucap Kyung min “aku sudah mentraktirmu makan malam, apa kau sudah lupa” jawab Young eun.
Young eun sangat kesal dengan Kyung min dan melampiaskan kekesalannya kepada Da jung. “kenapa penampilanmu seperti itu” teriak Young eun pada Da jung yang baru saja bangun dari tidurnya “ah, maaf” jawab Da jung “apa ada telepon untukku?” tanya Young eun dan mengambil salah satu jeruk yang tersimpan di meja dan memakannya “tidak ada, kakak tidak ingin melihat penampilan kak Ce Sing?” tanya Da jung.
Young eun bergegas ke tempat pertunjukan teater Ji Youn dan tidak sengaja melihat Seung ah disana. Young eun bahkan mengira dirinya yang dibicarakan oleh para penonton yang lainnya saat mereka berbisik-bisik. “dia kan yang sering muncul di tv, iya tidak salah lagi”.
Young eun dan Seung ah sama-sama terkesima dengan acting Ji youn yang memukau. Seung ah tanpa sengaja melihat Young eun yang duduk tidak jauh darinya. Begitu pementasan selesai, Young eun dan Seung ah masih duduk di kursi masing-masing dan tidak berniat sedikitpun untuk beranjak dari kursinya. Young eun dan Seung ah saling melirik satu sama lain dan akhirnya pandangan mereka saling bertemu. “ada apa, kau ingin bicara denganku?” tanya Seung ah sinis “apa ,aku? Tidak mungkin” jawab Young eun. Tiba-tiba Ji youn keluar “Ji youn-ah” ucap Young eun dan Seung ah bersamaan.
Ternyata Young eun adalah guru dari Ji youn dan Seung ah adalah teman kuliah Ji youn. JI youn kemudian meminta Young eun dan Seung ah untuk menunggunya di kedai di pinggir jalan, karena dirinya masih ada sedikit urusan dengan para pemain lainnya.
Begitu mereka keluar dari gedung pementasan para Fans Seung ah masih menunggunya. Hal itu semakin membuat Young eun kesal. Apalagi mereka menghalang-halangi jalan Young eun dengan meminta tolong kepada Young eun meminta tanda tangan Seung ah.
Semua pandangan orang tertuju pada Seung ah begitu mereka sampai di kedai, sementara itu Young eun mengibas-ngibaskan jaketnya yang kotor akibat didorong fans Seung ah. Semula Young eun tidak ingin memesan minuman tetapi Seung ah memaksanya.
Young eun mulai mengejek Seung ah dengan mengatakan kalau Seung ah pasti iri dengan Ji young yang memiliki acting yang bagus. Seung ah tidak tinggal diam dan ikut membalas kata-kata Young eun dengan mengatakan kalau honor Young eun sebagai penulis naskah sangat kecil. Ji youn akhirnya datang dengan membawa teman-temannya.
Salah satu aktris senior menawarkan minuman kepada Seung ah, namun Seung ah menolak dengan alasan mengendarai mobil. Begitupun ketika pemiliki kedai meminta tanda tangan Seung ah, Seung ah bukannya mengambil kertas yang diletakkan di meja tetapi malah mengambil segelas air dan meminumnya.
Aktris senior tidak senang melihat sikap Seung ah dan mengatakan kalau Seung ah hanya aktris biasa saja yang hanya mengandalkan kecantikannya. Seung ah hanya terdiam dan mengeluarkan selembar cek senilai 100 won “aku yang mentraktir” ucap Seung ah dan beranjak pergi.
Begitu masuk ke dalam mobil, Hp Seung ah berbunyi, Ki joon mengajaknya minum bersama lagi bersama dengan actor-aktor asuhan Ki joon. Seung ah terlihat tidak senang apalagi Ki joon mengajaknya bertemu di kedai yang rame sama seperti kedai sebelumnya. Ki joon meminta Seung ah untuk menganggap actor-actor yang lain sebagai keluarga Seung sendiri “jangan bawa aku ke tempat yang banyak orang dan aku bukan keluarga mereka” teriak Seung ah dan beranjak pergi.
Ki joon mengejarnya “apa yang kau lakukan, kenapa kau meremehkan mereka?kau tak pantas melakukannya, cepat minta maaf” teriak Ki joon “kenapa aku harus minta maaf, aku tak suka dimintai tanda tangan dengan memakai kertas yang lusuh, aku tidak suka minum di tempat yang ramai, aku tidak suka diet, jika kau tidak suka dengan diriku yang seperti ini, aku bisa ke tempat lain” jawab Seung ah dan tidak kalah emosinya. Ki joon terdiam sesaat “pergilah” ucap Ki joon.

BERSAMBUNG........
http://www.smileycodes.info

Jumat, 29 April 2011

Download ON AIR OST


1. 한가지 말 (Han Ga Ji Mal) /One Word - FT Island

2. 외사랑 (We Sarang) /Bad Love- Park Yong Ha

3. 그림자/Shadow- Song Yoon Ah

4. 04. Sul re im - Lim Jae Yong

5.고마운 사람 (Go Ma Oon Sa Ram) /Thankful to all people - Park Yong Ha

6.If … by 나비(Naby/Navy)

7. 사랑을 해요 (Sarang eul Hae Yo)/Hearbroken - Choi Hoon

8.Q

9. Dissolvent


Download

Credit : koreanentertainmentlovers & kdramaqueen

[Lyric] ON AIR KOREAN DRAMA OST: If … by 나비(Naby/Navy)

Dapat Lagi Lirik Lagu If yang merupakan salah satu Ost drama Korea On Air...
Aq suka banget ma lagu yang satu ini selain Han Ka Ji Mal yang dinyanyiin FT ISLAND. Oh ya chingu, lirik lagu yang satu ini aq dapatin dari blognya mba dinhie

If … by 나비(Naby/Navy)
그대는 모르죠
(keudae-neun moreu-jyo)
내가 왜 웃어도 우는지
(naega wae useo-do uneun-ji)
알아도 그댄 모르죠
(arado keudaen morejyo)
언제나 딴 곳만 보니까
(eonjena ttan konman bonikka)
알 것 같아 불러도 바람인 듯 듣네요
(algot katcha bulleo-do paramin-deut deunneyo)
my heart I need you I love you
I can`t say goodbye
내 허락 없이
(nae heorak eopshi)
매일 그댄 내게 숨어서 들어와
(mae-il keudaen naege sumeo seo deureo-wa)
I need you I love you 멈출 수 없죠 (meomchul su eopjyo)
새벽바다 파도가 멈춰지는 그 날
(saebyeok bada pado ga meomchwo-jineun keu nal)
나도 멈춰질까 you know
(nado meomchwo jilkka)
♬
언제나 혼자죠
(eonjena honja-jyo)
나들이 다녀온 밤처럼
(nadeuri tanyeo-on bam cheoreom)
우연히 스친 눈길에
(uyeon-hi seuchin nun-kire)
행복한 순간이 지나면
(haengbok-han sun-gani jinamyeon)
소란스런 내 맘도 쓸쓸하게 잠들죠
(soran-seureon nae mam-do seul-seul hage camdeul-jyo)
My Heart I need you I love you
I can`t say goodbye
내 그리움은
(nae keuri-umeun)
매일 하루만큼 그대에게로 가
(maeil haru man-keum keudae-ege roga)
I need you I love you 변할 수 없죠 (byeon hal su eopjyo)
내 눈 속에 눈물이 색이 바꿔지면
(nae nun soge nunmuri saegi bakkujimyeon)
내 맘 변해질까 … if I
(nae mam byeon-hae jilkka)…
credits han-geul lyric : Lr 우 gazasip
romanization by dinhie
Notes :
* eo dibaca O tapi tidak bulat seperti baca kata ‘song’ (english)
*eu dibaca seperti kata ‘peuyeum’

Kamis, 28 April 2011

[Sinopsis] ON AIR episode 2


ON AIR EPISODE II
http://www.smileycodes.info
Young-eun sangat tersinggung dengan perkataan sutradara senior “aku tidak ingin bekerjasama denganmu” ucap Young-eun tegas. Sutaradara senior memandangi Young-eun dengan tajam. Hye-kyung yang berada diantara mereka mencoba menengahi dan meminta maaf kepada sutradara senior atas ucapan Young-eun. “ada apa denganmu?” tanya Hye-kyung namun Young-eun tetap bersikeras tidak ingin bekerjasama dengan sutradara senior lagi dan berlalu pergi “Penulis Seo” panggil Hye-kyung namun Young-eun sama sekali tidak menoleh.
Young-eun sampai di rumah dan masuk ke kamar anaknya, Joon-hee. Young-eun memandangi anaknya yang sedang tertidur pulas. Tatapannya beralih ke sebuah foto yang terletak di atas meja. Young-eun menjadi sedih ketika melihat sosok pria yang sedang menggendong Joon-he yang tak lain adalah mantan suaminya.


“Joon-hee semakin lama semakin mirip dirimu” gumam Young-eun. “Ibu” panggil Joon-hee, Young-eun terkejut ternyata Joon-hee belum tertidur. “Ibu melihat foto ayah kan dan mengingatnya?” tanya Joon-hee “tidak, ayo tidur kembali” ucap Young-eun. Joon-hee mengikuti perintah ibunya dan kembali tidur. Young-eun kembali memandangi wajah Joon-hee.
Keesokan harinya Young-eun mengantar Joon-hee ke bandara. Young-eun dan suaminya sudah bercerai dan konsekuensinya Joon-hee harus tinggal beberapa waktu bersamanya ibunya dan diwaktu yang lain bersama ayahnya. “jangan lupa memakai pakaian hangat dan membawa payung” pesan Young-eun “aku mengerti” jawab Joon-hee “Ibu hari ini ayah ulang tahun, apa kau tidak mempunyai kado untuknya?” tanya Joon-hee “tidak ada, katakan selamat ulang tahun saja untuknya” jawab Young-eun.
“ayo kemari peluk ibu” ucap Young-eun. Young-eun sangat menyayangi Joon-hee tetapi dia sering meninggalkan Joon-hee karena urusan pekerjaan.
Young-eun memandangi kado yang hendak diberikannya pada mantan suaminya dan memasukkannya kembali ke dalam tas. Rupanya Young-eun sudah menyiapkan kado untuk mantan suaminya tetapi entah kenapa dia tidak ingin menitipkannya kepada Joon-hee. Hp-nya daritadi berbunyi namun Young-eun tidak berniat untuk mengangkatnya. “jika kau tidak mengangkat telepon, siap-siap saja pintu rumahmu aku rusak” isi sms dari Hye-kyung.
Young-eun pulang ke rumah dan melihat penjaga Joon-hee, nyonya Wook-shim masih sibuk membereskan rumah. “mulai besok anda tidak usah datang dulu” ujar Young-eun “ada apa?apa pekerjaanku tidak bagus?” tanya nyonya Wook-shim terkejut“ah tidak, Joon-hee kembali ke ayahnya dan aku ingin mengerjakan sesuatu, aku akan menghubungi anda lagi nanti” jawab Young-eun dan tersenyum.
Kyung-min baru saja keluar dari kamar mandi dan melihat ibunya baru datang. “ibu darimana saja?” tanya Kyung-min “oh, aku habis menjaga rumah seseorang” jawab ibu Kyung-min. Kyung-min kemudian menyerahkan amplop yang berisikan uang kepada ibunya untuk diserahkan kepada kakaknya. Kyung-min kemudian bergegas pergi setelah sempat bersitegang dengan ibunya. (ibu Kyung-min adalah Nyonya wook-shim yang kebetulan bekerja di rumah Young-eun untuk menjaga Joon-hee disaat Young-eun pergi bekerja. Kyung-min sebenarnya melarang ibunya untuk bekerja namun Nyonya wook-shim tetap bersikeras untuk bekerja).
Manager Jin mendatangi rumah Seung-ah dan ingin bertemu dengannya. Manager Jin terus menerus memencet bel tetapi yang punya rumah sepertinya tidak sedang berada di rumah. Tiba-tiba Seung-ah keluar dan memasang wajah sinis kepada Manager Jin. “oh ternyata kau di rumah, apa kau sudah makan?” tanya Manager Jin berusaha ramah.
“kenapa tidak makan?” tanya Manager Jin begitu mereka sampai di restoran dan melihat Seung-ah hanya memegang sumpit dan sama sekali tidak menyentuh makanannya. “aku tidak lapar” jawab Seung-ah. Manager Jin kemudian mengeluarkan sebuah kertas yang berisi kontrak perjanjian baru atas perpanjangan kontrak Seung-ah terhadap SW entertainment “aku akan menambah honormu jika kau memperpanjang kontrakmu lagi” ucap Manager Jin. Namun Seung-ah bukan orang yang bodoh, setelah semua yang diperbuat Manager Jin terhadapnya, dia sama sekali tidak berniat untuk menandatangani kontrak perpanjangan terhadap SW Entertainment.
Jang Ki-Joon sedang berbelanja di toko membeli selusin kopi kemasan kaleng. Tatapannya tertuju pada sebuah majalah yang terletak di samping kasir yang memuat berita tentang Cherry ketika berada di Hainan.
Ki-joon pulang ke kantornya dan mendapati anak didikannya, dua buah actor yang masih baru dalam industry entertainment sedang membersihkan ruangan. Ki-joon dengan cepat meletakkan kopi yang dibelinya di meja dan memarahi anak didikannya karena kerja mereka bukan untuk membersihkan tetapi untuk belajar acting.
Ki-joon hanya bisa menghela nafas mendapati dirinya yang sekarang berada di ambang kebangkrutan, apalagi Cherry harapan satu-satunya untuknya telah berpindah agensi.
Sementara itu di tempat lain Kepala editor dan Hye-kyung sedang mendiskusikan masalah Young-eun. Hye-kyung berusaha menjelaskan kalau masalahnya akan baik-baik saja dan Young-eun pasti akan kembali menulis untuk drama SBC lagi. Hye-kyung kemudian menelepon Young-eun dan menanyakan dimana dirinya sekarang. Young-eun yang sedang asyik menikmati alunan music menjawab asal-asalan kalau dia saat ini tidak berada di Seoul dan sedang bersama seorang pria. Hye-kyung sontak terkejut dan menyemburkan kopi yang sedang diminumnya. Begitupun dengan Kepala editor yang melakukan hal yang sama.
Young-eun kemudian mengeluarkan sebuah kotak yang berisi sebuah cincin. Young-eun terus memandangi cincin tersebut, entah apa yang dipikirkannya. Young-eun melihat kedua pasangan sedang asyik mengobrol dan hal tersebut membuatnya iri sekaligus tersenyum. Young-eun sekarang sedang berada di Taiwan salah satu tempat favoritnya jika sedang sedih.
Ki-joon dan kedua anak didikannya sibuk berbenah karena mereka harus segera pindah dari tempat yang mereka jadikan kantor. Ki-joon tidak mampu membayar sewa tempat tersebut lagi hingga akhirnya harus diusir oleh pemilik rumah. Ki-joon melihat papan namanya yang bertuliskan Manager Jang Ki-joon yang jatuh ke tanah, dia menyadari kalau dirinya bukan lagi seorang Manager artis. KI-joon kemudian mengajak kedua anak didiknya minum-minum untuk sejenak melupakan masalah yang sedang mereka hadapi.
Kyung-min juga berada di tempat yang sama,persis dibelakang Ki-joon. Kyung-min juga sedang minum untuk sejenak melupakan masalah keuangan dan di tempat kerjanya.
Jang Ki-joon sedang berada di rumah sakit, kondisinya drop karena memikirkan masalah yang sedang dihadapinya. Untung saja dia memiliki dua anak didik yang dengan setia menemaninya dan selalu ada untuknya.
Kyung-min sedang melakukan proses syuting untuk film documenter. Disaat yang sama Ki-joon datang ke lokasi syuting dan mulai membagikan minuman kepada para kru yang sedang bertugas. Baru saja Ki-joon ingin memberikan minuman kepada Kyung-min, Kyung-min tiba-tiba berdiri dan mulai marah-marah kepada asistennya karena pemeran utama pria untuk film documenter kali ini belum datang padahal hari sudah sore. Kyung-min kemudian meminta tolong kepada actor senior yang kebetulan berada di tempat tersebut untuk menggantikannya namun dia menolak. Tiba-tiba dari arah belakang Kyung-min seseorang berteriak “biar aku saja, tinggiku sama dengannya kan?” teriak Ki-joon menawarkan diri (kasihan Ki-joon melakukan segala hal yang dibisanya demi mendapatkan uang).
Proses syuting film documenter pun dimulai, para penari yang mengenakan hanbok (pakaian khas negeri ginseng ini chingu) mulai menari, Ki-joon tidak malu-malu untuk melakukannya dan ikut menari bersama para penari. “okey, cut” teriak Kyung-min.

Kyung-min kemudian bergegas ke bagian editing dan melihat hasil syuting tadi. “sepertinya bagian ini harus di edit” ujar Kyung-min kepada salah satu staf editing. Asisten Kyung-min datang dan memberikan sebuah kaset kepada Kyung-min. Rupanya kaset yang dibawa asisten Kyung-min adalah Film “Ticket To the Moon” sebuah karya pertama Young-eun. “kepala editor mencarimu” ujar asisten Kyung-min ketika mendapat telepon dari kepala Kang.
Kyung-min terkejut ketika diminta kepala editor untuk menggantikan sutradara senior menjadi sutradara untuk drama SBC yang tayang pada bulan Mei. Kyung-min jelas stress mendengar hal tersebut apalagi sutradara senior sempat membuat masalah dengan Young-eun. Belum lagi dia harus ke Taiwan untuk membujuk Young-eun agar kembali ke Seoul secepatnya. “kau jangan menambah rumit masalah, kau beruntung karena mendapatkan kesempatan emas ini, ini tiketnya dan cepat bawa dia kembali” perintah Kepala editor kepada Kyung-min saat Kyung-min mencoba menolak.
Young-eun sedang asyik menikmati tidurnya. Tiba-tiba Hp-nya berbunyi. “yomseo” jawab Young-eun malas-malasan “aku kepala editor Kang, Penulis Seo” “ada apa?” tanya Young-eun “aku hanya ingin memberitahumu kalau sutradara yang akan menggantikan sutradara senior sekarang sedang dalam perjalanan ke hotel tempat kau tinggal” jawab kepala Kang. Tiba-tiba Bel berbunyi dan Young-eun bangun dari tidurnya dan membuka pintu kamarnya. “dia sangat berbakat dan kalian masih sama-sama muda, cocok untuk bekerjasama” tambah kepala Kang. Young-eun memandangi pria yang sekarang berdiri dihadapannya “ya, aku mengerti” jawab Young-eun dan menutup teleponnya.
“kau datang untuk menemuiku kan?” tanya Young-eun santai “ya” jawab Kyung-min singkat dan terus melihat Young-eun “kau sutradara yang dimaksud kepala Kang kan?” tanya Young-eun lagi “ya, anda sebaiknya segera berganti pakaian” ucap Kyung-min “apa?” tanya Young-eun tidak mengerti dan tiba-tiba bersembunyi dibalik pintu dan menyadari kalau dirinya sekarang hanya memakai pakaian tidur. “balik sana” perintah Young-eun dan dengan cepat mengambil handuk yang diletakkan cleaning servis di depan kamarnya “kita akan berbicara nanti” ucap Young-eun dan menutup pintunya. Young-eun kembali membuka pintu kamarnya “apa yang kau lihat tadi?”tanya Young-eun kepada Kyung-min “bajumu terbalik” jawab Kyung-min cuek.
Young-eun bersembunyi dibalik pintu dan melihat baju yang dipakainya memang terbalik “dia melihatnya” gumam Young-eun dan menutup pintu. Young-eun kemudian menggigit handuk yang sedang dipakainya dan mulai melompat sambil berteriak karena terlihat konyol di depan Kyung-min.
Sementara itu didepan pintu kamar, Kyung-min menghela nafas dan menyadari kalau dia harus bekerja keras membujuk Penulis Seo yang mempunyai sifat yang sangat kekanak-kanakan dan keras kepala.
Manager Jin mencoba menghubungi Hp Seung-ah ketika diberitahu oleh asistennya kalau Seung-ah sudah memecat asisten pribadinya dan penata riasnya. Seung-ah sama sekali tidak mengangkat teleponnya dan hal itu membuat Manager Jin semakin kesal dan membuang Hp-nya ke lantai “cepat cari dia” perintah Manager Jin.
Sementara itu di tempat lain Seung-ah sedang menemui pihak agensi lain yang menawarkan bekerja sama di bawah naungan agensi mereka. “maaf, aku sudah bekerjasama dengan agensi lain” ucap Seung-ah “agensi yang mana?”….
Manager Jin sangat kesal karena telepon di ruang kerjanya terus saja berbunyi, belum lagi ditambah dengan laporan asistennya kalau pihak wartawan terus saja menelepon dan menanyakan tentang kebenaran keluarnya Oh Seung-ah dari SW Entertainemnt.
Oh Seung-ah tiba-tiba datang ke ruang kerja Manager Jin dan memasang wajah tersenyum seolah-olah mengejek Manager Jin. Tidak hanya itu saja, Oh Seung-ah juga merobek kertas yang berisikan kontrak kerjanya dengan SW Entertainment yang sudah berakhir.
Oh Seung-ah keluar dari gedung SW Entertainment dengan perasaan lega. Seung-ah kemudian naik kereta bawah tanah dan semua penumpang tidak berhenti memperhatikannya. Beberapa anak SMA yang kebetulan sangat dekat dengan Seung-ah mulai berbisik-bisik, salah satu dari mereka memberanikan diri bertanya kepada Seung-ah “apa anda Oh Seung-ah?” “apa aku sangat mirip dengannya?” jawab Seung-ah santai dan melanjutkan membaca majalah.
Tidak hanya sampai disitu, Oh Seung-ah berjalan-jalan diantara kerumunan orang dan mendekati sebuah stand kosmetik “annyeonghasimnika, anda cobalah produk kami, sangat cocok dengan kulit anda” ucap SPG tersebut “benarkah, aku sudah mencobanya dan sangat tidak enak dipakai” ucap Seung-ah “itu tidak mungkin” ucap SPG tersebut dan hendak mencontohkan cara pemakaian kosmetik tersebut ke wajahnya. Seung-ah mengambil majalah yang terletak di stand dan memperlihatkannya kepada SPG tersebut “tidak enak” ujar Seung-ah dan pergi. SPG tersebut hanya berdiri terpaku karena Seung-ah yang menjadi ikon kosmetik yang sekarang sedang dia tawarkan dan wajah Seung-ah yang menjadi sampul majalah tadi.
Seung-ah kemudian melihat sebuah pementasan drama. Penonton yang lain berbisik-bisik dan terus melihat ke arahnya. Namun Seung-ah tidak memperdulikannya dan tersenyum melihat tingkah lucu pemain diatas pentas.
Young-eun sedang berendam air panas dan menikmati alunan lagu yang didengarnya melalui ipodnya. Ketika membuka mata, Young-eun lagi-lagi terkejut melihat Kyung-min sedang berdiri dihadapannya (sama seperti kejadian sewaktu Young-eun janjian ketemu dengan sutaradara senior dan Kyung-min). Young-eun kemudian melihat dirinya yang hanya memakai u can see dan dengan cepat menyeburkan dirinya ke dalam air “aku seperti bertemu hantu saja” keluh Young-eun. “kau sedang berjalan disekitar sini?” tanya Young-eun “bisa kita bicara sebentar?” pinta Kyung-min “apa?tutup mata” ucap Young-eun kesal. Saat Kyung-min menutup mata, Young-eun dengan cepat mengambil pakaiannya dan berlalu pergi meninggalkan Kyung-min.
Kyung-min membuka mata dan melihat Young-eun sudah berjalan menjauh. Kyung-min dengan cepat mengikutinya.


“Penulis Seo tunggu sebentar” panggil Kyung-min dan menahan Young-eun “ada apa?” tanya Young-eun kesal “aku ingin bicara denganmu” jawab Kyung-min “baik aku berikan kau waktu 3 menit” ujar Young-eun kemudian duduk. Kyung-min ikut duduk disamping Young-eun dan mulai memesan minuman. Kyung-min mengatakan kepada pelayan untuk mengantarkan bonnya ke kamar Young-eun dan hal itu membuat Young-eun terkejut. “ada apa denganmu?” tanya Young-eun “memangnya kenapa?kau mempunyai banyak uang” jawab Kyung-min. Young-eun kesal dengan sikap Kyung-min dan pergi meninggalkannya.
Namun Kyung-min bukan orang yang gampang menyerah. Kyung-min tetap mengikuti Young-eun kemanapun Young-eun pergi mulai dari toko accessories hingga ke toko buku. Hal itu membuat Young-eun semakin kesal kepada Young-eun.
Ki-joon mendatangi kantor SBC dan mencari sutarada Lu temannya. “sutradara Lu” panggil Ki-joon namun Sutradara Lu merasa kesal karena Ki-joon datang mencarinya, dia ingin bersembunyi namun Ki-joon sudah terlanjut melihatnya. Ki-joon menemui sutaradara Lu untuk memperlihatkan actor yang dimilikinya yang mungkin saja bisa membintangi drama atau hanya sekedar menjadi cameo.
Sutradara Lu jelas-jelas menolak aktor-aktor yang dimiliki Ki-joon apalagi mereka belum terkenal dan tidak menjanjikan. Sutradara Lu juga menyindir Ki-joon dan mengatakan kalau usaha Ki-joon sudah bangkrut. Tidak hanya sampai disitu sja sutarada Lu lebih memilih mengobrol bersama temannya seorang manager artis yang datang menemuinya diwaktu yang bersamaan.
“kalau saja kau membawa Oh Seung-ah dan menawarkannya kepadaku, mungkin aku akan langsung setuju” ucap Sutradara Lu begitu temannya pergi “tetapi dia memiliki banyak kontroversi” ujar Ki-joon berusaha terlihat senang “justru itu yang lebih bagus” jawab Sutradara Lu.
Tiba-tiba Hp Ki-joon menelepon “yomseo,siapa ini?” ucap Ki-joon “Oh Seung-ah”. Ki-joon jelas terkejut karena baru saja dirinya dan sutrada Lu membicarakan Oh Seung-ah.
“ada apa kau menemuiku?” tanya Ki-joon grogi bertemu dengan Oh Seung-ah seorang artis ternama dan cantik “aku ingin membayar utangku, apa kau lupa?” jawab Oh Seung-ah.
=Flashback=
7 tahun yang lalu sebelum Oh Seung-ah terkenal, Oh Seung-ah pernah bertemu dengan manager artis palsu yang pura-pura bisa mengorbitkan artis terkenal. Saat Oh Seung-ah akan menandatangani kontrak, Ki-joon yang saat itu sedang berada di tempat yang sama membantu Oh Seung-ah dan mencegahnya menandatangani kontrak palsu.
KI-joon juga memberikan Oh Seung-ah payung dan uang untuk ongkos pulang saat Seung-ah kehujanan dan bersedih karena dirinya gagal lagi untuk menjadi artis. Dan Seung-ah tidak melupakan kejadian itu dan masih mengingatnya sampai sekarang bahkan sudah 7 tahun berlalu.
=Flashback end=
“aku ingin kau menjadi managerku, sekarang aku tidak mempunyai manager dan agensi” ucap Seung-ah santai. Ki-joon jelas terkejut dan tidak percaya dengan apa yang didengarnya, ini bukan mimpi, Oh Seung-ah jelas-jelas mengatakan hal tersebut kepadanya. “aku masih tidak percaya hal ini” ucap Ki-joon “apa kau pikir aku sedang bercanda denganmu, bawakan surat kontraknya ke rumahku” ucap Seung-ah. Seung-ah kemudian mengajukan beberapa syarat kalau dia tidak ingin membintangi iklan sebuah handphone dan bermain drama tidak boleh lebih dari 24 episode.
KI-joon masih tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi padanya, disaat dirinya benar-benar putus asa muncul seorang dewi penyelamat baginya yaitu Oh Seung-ah. Ki-joon merasa bagi mendapat durian runtuh. Ki-joon pun menceritakan apa yang terjadi padanya pada dua anak didiknya. Kedua anak didiknya menertawakannya dan hal itu membuat Ki-joon kesal.
Kyung-min masih saja mengikuti Young-eun. “masih ingin mengikutiku?” tanya Young-eun, kali ini batas kesabarannya sudah habis “ya, aku akan berhenti mengikutimu kalau kau ikut pulang bersamaku ke Seoul” ujar Kyung-min. “begitu, baiklah, ayo” ajak Young-eun.
Young-eun dan Kyung-min bersama-sama ke bandara. Kyung-min jelas terkejut karena tidak menyangka Penulis Seo dengan mudah dapat dibujuk. Dugaan Kyung-min tepat, Young-eun ternyata memesankan tiket pesawat untuknya dan menyuruhnya pulang segera ke Seoul. “kenapa kau seperti ini?bisakah kau bertanggung jawab dan kembali ke Seoul denganku” teriak Kyung-min “aku tidak mau, kalian ganti penulis saja” ucap Young-eun kesal “untuk apa aku jauh-jauh kemari, jika hanya ingin mengganti penulis” teriak Kyung-min “itu bukan urusanku, selamat bersenang-senang” ujar Young-eun dan meninggalkan Kyung-min yang masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
Young-eun dengan cepat menelepon Hye-kyung dan memberitahu kalau dia merasa terganggu dengan kehadiran Kyung-min. Hye-kyung bukannya membela Young-eun malah membenarkan sikap Kyung-min dan menyuruh Young-eun pulang bersama dengan Kyung-min secepatnya. Young-eun sangat kesal dan segera menutup telepon dan menghubungi seseorang. “yomseo, aku penulis Seo”.
Kyung-min terduduk di taman kota dan bingung dengan apa yang harus dilakukannya sekarang. Hp-nya tiba-tiba berbunyi dan yang meneleponnya adalah Kepala editor Kang dan memarahinya.
Kyung-min mulai menggedor-gedor pintu kamar Young-eun dengan keras. Kyung-min terlihat sangat kesal.
Young-eun sedang berjalan dipinggir danau, tatapannya kosong. Tiba-tiba Kyung-min datang menghampirinya dan mulai marah-marah “kau kira kau siapa hah? Apa bagusnya dirimu? Karena dirimu sekarang aku terancam dipecat dan tidak akan menerima gaji” teriak Kyung-min “aku bicara sesuai fakta, kau selalu menggangguku” bela Young-eun berusha terlihat tegar dan tidak menyangka kalau Kyung-min akan marah kepadanya “kau pikir tulisanmu bagus hah, itu hanya barang murahan” teriak Kyung-min “apa?sudah selesai” teriak Young-eun kesal mendengar hasil karyanya direndahkan “tidak menghargai hasil kerja keras orang lain yang bersusah payah untukmu” teriak Kyung-min “kau keterlaluan” ucap Young-eun.
Tiba-tiba sekumpulan anak kecil berlari dan tidak sengaja menjatuhkan tas Young-eun ke danau. “bagaimana dengan tasku?” ucap Young-eun panik. Kyung-min yang melihat hal tersebut hanya terdiam kemudian pergi “tunggu” panggil Young-eun “mana boleh pergi begitu saja, bantulah aku” pinta Young-eun panik “aku….kenapa harus aku?” tanya Kyung-min kesal “karena kau lelaki, lagipula bajuku sensitive dengan air” jawab Young-eun dan memegang bajunya “kenapa harus aku, kau saja” ucap Kyung-min “cepat, tas itu sangat berharga untukku” rengek Young-eun “kalau begitu ambil sendiri saja” ucap Kyung-min dan mendorong Young-eun ke danau. “ahhhhhhh” teriak Young-eun “aku tidak bisa berenang”, Kyung-min yang baru saja ingin pergi dengan cepat melompat ke dalam air dan menyelamatkan Young-eun.
“ayo cepat pegangan” teriak Kyung-min begitu mereka sampai dipinggir “tasku” pinta Young-eun “ada apa lagi?biarkan saja tasmu itu” ucap Kyung-min kesal “tasku, di dalamnya ada cincin yang sangat berharga untukku” teriak Young-eun.
Young-eun mengeringkan bajunya dan mengeluarkan semua isi tasnya. Kyung-min masih di kamar mandi dan mengganti bajunya yang basah karena sudah menolong Young-eun. Kyung-min mengambil bajunya dan tidak sengaja menjatuhkan semua benda-benda yang terletak diatas meja termasuk cincin Young-eun. Kyung-min hanya terdiam dan tidak berniat untuk memungutnya. Kyung-min kemudian bergegas pergi dan meninggalkan Young-eun yang merasa bersalah pada Kyung-min.
“tunggu, kenapa pergi begitu saja” teriak Young-eun “terus maumu apa?” tanya Kyung-min kesal “setidaknya tinggallah untuk makan malam” jawab Young-eun tersenyum “cukup minta maaf saja” ucap Kyung-min “kau mendorongku ke danau dan aku tidak marah, aku merasa bersalah, lagipula ini sakit sekali” ucap Young-eun dan memperlihatkan tangannya yang terluka kepada Kyung-min.
Malam harinya Young-eun dan Kyung-min makan malam bersama. Bukannya mereka baikan tetapi mulai berdebat lagi. Kyung-min mengeluarkan sebuah naskah hasil tulisan Young-eun “Ticket To The Moon”. Kyung-min menganggap hasil karya Young-eun yang pertama itu sangat bagus, namun karena masalah dengan Seung-ah, karya Young-eun yang pertama itu terabaikan. “untuk membuat Film ini harus melibatkan penulis Seo, saat aku menjadi pembantu sutradara aku melihat scenario film ini,aku melihatnya sangat bagus. Aku baru tahu kalau penulisnya adalah Seo Young-eun,kecewa sekali, jika memang seperti yang kau katakan tidak ada bagusnya” ujar Kyung-min “maksudmu apa?kau ingin apa?” tanya Young-eun kesal “buatlah film ini dan jangan menyia-nyaiakannya” jawab Kyung-min “kau kira aku ingin bekerjasama denganmu?sekarang penonton sangat hebat,mereka melihat penulis naskah dan sutradaranya, aku tidak mungkin bekerjasama denganmu, sutradara yang tidak terkenal” ujar Young-eun.
Kyung-min mulai memikirkan apa yang dikatakan Young-eun. Ucapan Young-eun ada benarnya karena selama ini Kyung-min hanya membuat film documenter saja dan belum pernah sekalipun membuat drama, tawaran yang diberikan direktur Kang kepadanya seperti sebuah beban berat untuknya tetapi Kyung-min harus tetap melakukannya.
Begitupun dengan Young-eun memikirkan maksud ucapan Kyung-min. Selama ini dia memang hanya membuat sebuah naskah sesuai kesukaan para penonton dan lebih mementingkan rating drama yang dia tulis.

BERSAMBUNG....... http://www.smileycodes.info
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...